Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 191


__ADS_3

Julie masuk bersama dengan Mathew ke dalam kantor.


"Maaf pak , ada yang mau saya bicarakan mengenai pengunduran diri saya" , ucap Julie.


"Apa kamu gak jadi mengundurkan diri?" , ucap Mathew sambil tersenyum.


"Bukan pak , tapi saya mau terakhir bekerja bulan ini" , ucap Julie.


"Kenapa secepat itu?" , tanya Mathew.


"Karena pekerjaan suami saya dan juga mertua saya sudah meminta kami untuk pindah bulan depan pak" , ucap Julie.


"Tapi maaf Julie , saya benar-benar tidak bisa. Dulu aja saya selama bertahun-tahun gak mendapatkan orang untuk bagian design" , ucap Mathew.


"Iya pak , saya juga mengerti. Tapi mertua saya selalu mendesak suami saya untuk segera pindah ke Jakarta" , jawab Julie dengan lirih.


Sebenarnya jauh di lubuk hatinya yang paling dalam , Julie sangat ingin untuk bekerja. Tapi mengingat pekerjaan suaminya lebih penting dan anak yang sedang di dalam kandungannya , memang lebih tepat kalau dia berhenti bekerja untuk sementara waktu dan fokus dengan anaknya dan anak yang sedang tumbuh di dalam rahimnya.


"Kalau gak gini aja Julie , berikan saya waktu 3 bulan. Kalau dalam 3 bulan ini saya bisa mendapatkan pengganti kamu , maka kamu boleh langsung mengundurkan diri" , ucap Mathew.


"Kalau dalam 3 bulan ini masih belum ada pengganti saya , bagaimana pak?" , tanya Julie.


"Saya akan tetap mengijinkan kamu untuk mengundurkan diri" , jawab Mathew dengan sangat berat hati.


Design yang dibuat oleh Julie selalu bisa membuat klien menyukainya , makanya Mathew sangat sulit untuk melepaskan Julie.


Tapi Mathew pun tidak bisa memaksakan Julie untuk terus bekerja di sana.


Mathew membuat persyaratan lowongan kerja dan memasukkannya di situs lowongan kerja online , supaya orang bisa melihat lowongan kerja yang dibukanya dari pada hanya mengandalkan iklan yang di tempelkan di depan pintu kantornya.


.


.


Sore pun tiba , seperti biasa Kevin akan menjemput Julie pulang kerja.


Ketika Kevin mau berdiri , tiba-tiba Christian merangkak dan memegang kaki Kevin.


"Pah...pah...." , panggil Christian.


"Iya sayang , papa mau jemput mama" , ucap Kevin sambil menggendong anaknya.


"Mama...mama...." , ucap Christian.


"Christian mau jemput mama juga sama papa" , ucap Kevin.


"Mama...mama..." , sebut Christian lagi.


"Baiklah nak , kita jemput mama ya" , ucap Kevin.


"Saya ikut juga gak tuan?" , tanya Wayan.


"Gak usah , saya bawa sendiri saja" , ucap Kevin.


"Baik tuan" , jawab Wayan.


Kevin berjalan keluar rumah sambil membawa anaknya.


"Anak papa duduk di kursi khusus dulu ya" , ucap Kevin sambil meletakkan anaknya di kursi bayi untuk di mobil dan memasang seat belt nya.


Christian langsung tertawa kegirangan begitu dimasukkan ke dalam mobil.


Setelah itu Kevin masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya menuju ke kantor Julie.


Julie yang sendirian di kantor saat itu karena yang lainnya sedang bekerja di luar , sudah siap-siap untuk pulang.

__ADS_1


Ketika Julie melihat mobil Kevin sudah sampai di depan kantor , Julie pun melangkahkan kakinya keluar kantor , menuju ke mobil.


Kevin langsung memajukan wajahnya supaya bisa mencium bibir istrinya.


Cup.....bibir Kevin mendarat dengan sempurna di bibir Julie.


Julie pun langsung tersenyum.


Christian pun memanggil mama....mama....


Julie langsung melihat ke belakang.


"Anak mama ikut juga ya jemput mama sama papa" , ucap Julie.


"Iya sayang , ketika aku mau pergi tadi dia merangkak ke arah aku dan memegang kaki aku. Makanya aku bawa saja" , ucap Kevin.


Julie turun dari mobil dan berjalan menuju ke pintu belakang.


Julie langsung membuka seat belt anaknya dan menggendongnya membawa duduk di depan bersamanya.


Christian langsung bahagia di gendong oleh mamanya.


"Suamiku , kita bawa Christian jalan-jalan dulu ya sebelum pulang. Kebetulan kan cuma kita bertiga saja" , ucap Julie.


"Baiklah sayang , kita mau jalan-jalan dimana?" , ucap Kevin.


"Jalan-jalan ke tempat yang anginnya gak terlalu kencang ya" , ucap Julie.


"Kalau gitu kita ke taman saja ya" , ucap Kevin sambil menjalankan mobilnya.


Julie pun menganggukkan kepalanya.


"Tadi Christian lama gak nangisnya?" , tanya Julie.


"Ya lumayan lama , sampai di rumah dia juga masih nangis. Kayaknya dia mulai mau ada kamu terus bersamanya. Sudah sama seperti papanya" , ucap Kevin sambil mengulum senyumnya.


"Tadi terpaksa aku ajak main dulu sebentar , setelah dia tenang baru aku mulai mengerjakan pekerjaan aku lagi" , ucap Kevin.


"Makasih ya suamiku sayang" , ucap Julie sambil menyentuh wajah Kevin dengan tangannya.


"Gak apa-apa sayang , makanya kamu cepat keluar dari kerjaan" , ucap Kevin sambil mencium telapak tangan istrinya.


"Iya , tadi aku sudah kasih tau pak Mathew. Katanya kalau dalam 3 bulan ini belum ada pengganti aku , baru aku boleh keluar dari kerjaan" , jawab Julie.


"Lama dong sayang , masa 2 bulan aku harus sendirian" , ucap Kevin sambil memarkirkan mobilnya di parkiran taman.


"Mau bagaimana lagi suamiku sayang , namanya juga kerja sama orang" , jawab Julie.


"Ya sudah , nanti aku akan usahakan bisa bolak balik Bali-Jakarta" , ucap Kevin sambil mematikan mesin mobil dan membuka seat belt nya.


Julie pun membuka seat belt nya dan turun dari mobil berjalan mendekati suaminya.


"Nanti kamu kecapean dong kalau bolak balik seperti itu" , ucap Julie.


"Gak apa sayang , demi kamu dan anak kita. Aku gak akan merasa capek" , ucap Kevin.


"Makasih ya suamiku sayang" , ucap Julie.


Kevin pun tersenyum sambil melihat istrinya.


"Christian sama papa ya nak , mama sekarang sedang mengandung adik. Nanti mama kecapean gendong kamu" , ucap Kevin.


Christian malah memalingkan wajahnya ke belakang dan memeluk mamanya.


"Kayaknya dia masih mau bersama aku sayang , biar dia aku gendong dulu sebentar" , ucap Julie.

__ADS_1


"Baiklah , nanti kalau kamu capek bilang sama aku ya" , ucap Kevin.


"Iya suamiku sayang" , jawab Julie sambil tersenyum.


Julie dan Kevin jalan-jalan menyusuri taman yang indah dan cukup ramai dengan keluarga yang membawa anak-anak mereka bermain disana.


Bahkan ada juga yang bawa jalan-jalan binatang peliharaannya.


Christian yang melihat ada anjing disana , langsung menunjuknya.


"Mah....mah...." , tunjuk Christian ke arah anjing pudel yang berwarna coklat itu.


"Kenapa sayang? Kamu melihat apa?" , tanya Julie.


Christian terus menerus menunjukkan jarinya ke arah anjing tersebut.


Julie dan Kevin melihat ke arah tangan Christian.


"Kamu lihat anjing pudel itu nak" , ucap Kevin.


Christian terus menunjuk ke sana.


"Kayaknya anak kita suka dengan anjing pudel sayang" , ucap Kevin.


"Gak mungkin deh , kan Christian masih kecil. Bisa jadi dia gak menyukainya , dia cuma mau tau saja. Atau karena anjing nya persis sama dengan yang ada di dalam mainannya" , ucap Julie.


"Kita coba dulu ya. Christian mau melihat anjingnya? Sini sama papa" , ucap Kevin.


Christian langsung mau di gendong dengan Kevin.


Kevin membawa Christian mendekati anjing pudel tersebut dan ternyata benar bahwa Christian menyukai anjing pudel itu.


"Anaknya umur berapa pak?" , tanya pria muda pemilik anjing pudel tersebut.


"Baru 10 bulan" , jawab Kevin.


"Anaknya berani ya sama anjing" , ucap pria muda tersebut.


"Ini juga sebenarnya baru lihat , biasanya dia hanya melihat dari gambar saja" , ucap Kevin.


"Tapi kelihatan sangat suka dengan anjing , karena dia berani meletakkan tangannya di badan anjing saya" , ucap pria muda tersebut.


Julie hanya melihat mereka dari jauh.


"Iya ya , kayaknya anaknya benar menyukai anjing pudel" , ucap Kevin.


"Baiklah pak , saya masih ada urusan lagi. Saya duluan ya" , ucap pria muda tersebut.


"Iya , terima kasih ya" , jawab Kevin.


Pria muda itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan berjalan membawa anjing pudel nya pergi dari sana.


Christian pun menangis begitu pria muda itu pergi membawa anjingnya.


Julie berjalan mendekati suaminya.


"Kenapa menangis sayang?" , tanya Julie.


Christian menangis sambil menunjuk ke arah anjing pudel tersebut.


"Sudah sayang , nanti papa belikan ya setelah kita pulang ke Jakarta" , ucap Kevin.


Christian pun masih menangis.


Akhirnya Kevin dan Julie terus membujuk agar Christian diam.

__ADS_1


Tidak lama setelah Christian tenang , merekapun memutuskan untuk pulang ke rumah.


__ADS_2