
Yui san dan papa Satoshi yang sudah sampai di rumah utama....
"Ma , aku boleh pulang ke Jepang gak?" , tanya Yui san.
"Kenapa kamu mau pulang kembali ke Jepang. Kamu kan sudah menikah dengan Alberto , berarti rumah kamu disini nak" , ucap mama Isabella.
"Tapi aku gak kuat untuk menjaga Aniela sendiri ma" , jawab Yui san.
"Kan ada Filli , mama juga sudah meminta kamu untuk tinggal disini. Kalau disini kan kamu gak sendirian. Ada papa dan mama , nanti juga Filli bisa diajak kesini juga nak buat membantu kamu" , ucap mama Isabella.
"Tapi aku tetap merasa kesepian karena gak ada Alberto ma" , ucap Yui san.
"Gak bisa nak , kamu sudah menjadi istri Alberto , sudah seharusnya kamu yang menjaga kami , kami sudah tua seperti ini. Siapa lagi yang menjaga kami kalau bukan kamu?" , ucap mama Isabella.
"Tapi kan Yui san hanya menantu , bukankah seharusnya yang menjaga kalian adalah Alexandria?" , ucap papa Satoshi.
"Iya , tapi kan Alexandria sekarang mengurus perusahaan. Sudah sewajarnya Yui san yang menemani kami di rumah ini" , ucap mama Isabella.
"Bukankah ada kak Mathew dan istrinya ma?" , ucap Yui san.
"Mathew gak mau untuk tinggal disini. Lihat saja sekarang dia lebih memilih untuk tinggal di rumah mertuanya yang jelek itu" , ucap mama Isabella.
"Sudah , kasih kami waktu selama 1 tahun setelah kepergian Alberto. Nanti baru kita lihat lagi. Gak enak juga di lihat orang , masa istrinya langsung pergi setelah suaminya meninggal dunia" , ucap papa Gerardo.
Akhirnya Yui san dan papa Satoshi hanya bisa mengikuti keinginan dari papa Gerardo.
"Ayo kita makan malam bersama" , ucap papa Gerardo.
"Maaf pa , aku mau pulang saja. Kebetulan Aniela juga tinggal di apartemen bersama dengan Filli" , ucap Yui san.
"Kenapa kamu gak mau menemani kamu makan nak? Apa salahnya hanya makan sebentar , baru pulang. Kemaren saat kamu di rumah duka , Aniela juga ditinggal bersama Filli di apartemen. Gak ada masalah kan" , ucap mama Isabella.
"Ayo kita makan malam bersama dulu nak , setelah itu baru pulang ke apartemen" , ucap papa Satoshi.
__ADS_1
"Baiklah pa" , jawab Yui san.
Yui san bersama papanya dan mertuanya berjalan bersama menuju ke ruang makan.
"Nanti kapan kamu akan pindah ke sini?" , tanya mama Isabella.
"Belum tau ma , nanti aku pikirkan dulu" , jawab Yui san.
"Baiklah nak" , jawab mama Isabella.
Malam itu Yui san makan malam bersama dengan papa dan mertuanya sambil mengobrol ringan , meskipun sebenarnya Yui san merasakan kesal dalam hatinya , karena mama mertuanya gak mengijinkannya untuk kembali ke Jepang.
Selesai makan malam , Yui san langsung pamitan untuk pulang kembali ke apartemen miliknya.
"Pa , masa mertua aku gak mengijinkan aku untuk kembali. Anaknya juga sudah meninggalkan aku" , ucap Yui san dengan perasaan kesal setelah mereka masuk ke dalam mobil.
"Mungkin karena mereka menyayangi kamu , makanya mereka mau kamu yang menjaga mereka disini" , jawab papa Satoshi.
"Apanya yang mereka menyayangi aku , melihat Aniela ke apartemen saja mana pernah. Anaknya kak Alexandria saja yang cacat seperti itu pun hanya sekali saja dilihat oleh mereka" , ucap Yui san.
"Apa lebih baik aku pergi saja pulang sendiri ketika Aniela sudah lebih dari 3 bulan. Aku juga jalannya dari apartemen dan mereka juga gak akan mengetahuinya" , ucap Yui san.
"Jangan seperti itu juga nak , dulu yang mau kamu menikah dengan Alberto kan mertua kamu juga dan saat itu kamu juga sayang kan kepada mereka" , ucap papa Satoshi.
"Ya itu kan waktu Alberto masih hidup pa , sekarang kan Alberto sudah meninggal. Apa gunanya aku mengurus mereka?" , ucap Yui san.
"Kamu lihat saja dalam satu tahun ini , lagian juga satu tahun itu sebentar nak" , ucap papa Satoshi.
"Iya pa , sebentar sama papa , tapi lama sama aku. Papa bayangkan aku harus mendengar rewelnya Aniela sendiri selama itu" , ucap Yui san.
"Itu kan anak kamu , bukankah kamu yang selalu menginginkan mau punya anak dari Alberto. Kenapa sekarang kamu seperti ini?" , ucap papa Satoshi.
"Karena sudah gak ada Alberto makanya aku jadi begini pa. Dulu aku mau punya anak dari Alberto , supaya Alberto selalu bersama dengan aku. Kalau aku tau Alberto akan meninggalkan aku seperti ini , lebih baik aku gak punya anak" , ucap Yui san.
__ADS_1
"Papa sudah gak tau mau ngomong apa lagi sama kamu nak. Nanti ketika kamu kembali ke Jepang , anak kamu mau kamu tinggalkan bersama mertua kamu" , ucap papa Satoshi.
"Gak mungkin aku tinggalkan juga pa , mau gak mau ya aku bawa pulang ke Jepang bersama dengan aku , mertua aku juga gak mau dengan cucu perempuan. Dia hanya mau cucu laki-laki" , ucap Yui san.
"Gak mungkin mertua kamu seperti itu. Kamu salah paham mungkin" , ucap papa Satoshi.
"Beneran pa , begitu mereka tau anak aku perempuan , mereka langsung kecewa. Mereka itu menginginkan anak laki-laki untuk menjadi penerus mereka" , ucap Yui san.
"Bukankah sekarang yang meneruskan perusahaan mereka , anak perempuannya" , ucap papa Satoshi.
"Itu karena gak ada yang lain lagi pa. Kemaren saja papa Gerardo masih meminta kak Mathew untuk kembali kesini , cuma kak Mathew nya saja yang gak mau kembali ke sini" , ucap Yui san.
"Kapan mereka bisa punya anak lagi? Saat kamu menikah , papa gak pernah melihat anaknya selain Alexandria" , ucap papa Satoshi.
"Itu karena kakak laki-lakinya itu pergi dari rumah dulu pa , karena gak mau dinikahkan dengan orang pilihan dari papa dan mamanya" , jawab Yui san.
Papa Satoshi yang baru mengetahui cerita itu pun hanya menganggukkan kepalanya.
********
Keesokan harinya....
Mathew dan Leoni akhirnya berhasil membujuk mama Mitha untuk ikut dengan mereka ke Bali.
Niki yang sudah merawat mama Mitha selama bertahun-tahun juga ikut dengan mereka. Niki yang yatim piatu , sudah menganggap mama Mitha seperti mamanya sendiri , makanya Niki gak bisa berpisah dengan mama Mitha dan tetap mau merawatnya terus.
Setelah Mathew memesan tiket keberangkatan sore untuk mama Mitha dan Niki , mereka mulai membantu untuk mengumpulkan barang-barang dan surat-surat yang berharga untuk dibawa ke Bali.
Karena barang-barang yang dimiliki oleh mama Mitha gak banyak , akhirnya semua pakaian dan surat rumah yang dimiliki oleh mama Mitha telah masuk ke dalam satu koper besar.
Niki juga memasukkan barang-barangnya ke dalam satu koper besar.
Tidak lama cab yang sudah di pesan oleh Mathew telah sampai di ujung gang.
__ADS_1
Mathew dan keluarganya berjalan keluar dari rumah dan berjalan kaki menuju ke luar gang setelah pintu rumah mama Mitha dipastikan telah terkunci dengan baik.
Mathew dan keluarganya beserta mertuanya masuk ke dalam mobil cab , menuju ke bandara untuk pergi ke Bali bersama-sama.