Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 29 ~ Rasa itu tetap sama ~


__ADS_3

Mahesa langsung mendorong tubuh Dela ke atas ranjang hingga wanita itu terjatuh,handuk yang dia kenakan hampir terbuka buru-buru dela mempererat ikatan handuk ke tubuhnya.


"Lepaskan aku,apa sih maksudmu kamu memang pria brengsek."Ucap Dela belum sempat wanita itu berdiri Mahesa sudah menindih tubuhnya dan menautkan kedua bibirnya ke bibir Dela.Mahesa dengan rakus memainkan bibir dela,lalu dia membuka handuk yang menutupi tubuh wanita itu,dia dengan keras menahan tangan dela agar tidak melawan,dan dela benar-benar tidak mampu melawan tenaga pria itu.


"Lepaskan aku,kamu mau ngapain tolong lepasin aku." Ucap Dela dia berusaha melawan pria itu,tetapi Mahesa benar-benar tidak kuasa untuk menahan nafsu yang sudah di ubun-ubun.


Dela hannya pasrah saat pria itu dengan buas menikmati tubuhnya,bahkan pria itu sudah membuka semua baju yang menempel di badannya dan kini pria itu tidak memakai sehelai benang pun.


Dela benar-benar takut saat dia melihat milik pria itu,dia benar-benar ketakutan,dia membalikkan tubuhnya ke ranjang,dengan sigap Mahesa langsung membalikkan nya kembali dan menindih tubuhnya.


"Sayang berikan aku kepuasan,aku sangat tergila-gila dengan tubuhmu ini." Ucap Mahesa lalu dia menyibak milik dela dan memasukkan miliknya ke area sensitif dela hingga wanita itu menjerit menahan rasa sakit yang dia terima.


"Ayo sayang,nikmati saja kamu harus mau menerima setiap kenikmatan yang kuberikan." Ucap Mahesa,dia terus memacu permainannya dengan wanita itu,hingga dia mencapai kenikmatannya.


Mulut dela bisa saja menolak kenikmatan yang diberikan oleh Mahesa bahkan dia meneteskan air mata saat Mahesa melecehkan dirinya,tetapi tubuhnya tidak bisa menolak kenikmatan itu dan dia juga merasa puas dengan apa yang diberikan oleh Mahesa.


Mahesa menutupi tubuh dela dengan selimut saat dia sudah turun dari atas ranjang,lalu dia mengambil ponsel lalu mengirim pesan kepada asistennya untuk membeli beberapa pakaian wanita.


Dela masih terlihat terisak di atas ranjang,dia benar-benar tidak berdaya saat pria itu melecehkan dirinya,dia jadi teringat saat dulu dia diperkosa seorang pria di dalam hotel,tetapi dia tidak pernah tau kalau Mahesa adalah pelakunya.Mahesa selalu ingat tanda lahir yang ada di tubuh dela.


Mahesa membersihkan tubuhnya lalu kembali memakai bajunya,dan dia keluar dari kamar mandi dan melihat Dela masih menagis di atas ranjang.

__ADS_1


"Sudah lah kamu jangan menagis lagi,aku minta maaf,untuk kejadian tadi,tetapi bukankah kamu juga sangat menikmatinya?" Tanya Mahesa,Dela benar-benar merasa terhina dengan ucapan pria itu,dia benar-benar merasa jijik dengan tubuhnya itu.


"Dasar kamu binatang aku tidak akan memaafkan pria gila sepertimu,kamu pria banyak uang kenapa harus aku yang kamu buat jadi pelampiasan mu,kamu bisa membeli tubuh wanita diluar sana " Ucap Dela dia melempar bantal yang ada di dekatnya kepada Mahesa dan pria itu menangkap bantal itu dan tersenyum puas menatap Mahesa.


Lalu Mahesa mendekati Dela dan menaikkan satu kakinya ke atas ranjang lalu mencengkram dagu wanita itu dengan kasar.


"Karna tubuhmu berbeda dengan mereka." Ucap Mahesa,setelah berdebat beberapa saat tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk


"Tutupi tubuhmu itu,aku tidak ingin ada pria lain yang memandang setiap bagian tubuhmu,karna tubuhmu ini hannya milikku seorang" Ucap Mahesa lalu mengambil selimut dan menutupi seluruh tubuh dela.


"Tuan,apa yang kamu lakukan di ruangan ini,dan baju ini untuk siapa?" Tanya Doni dia berusaha untuk bisa melihat kedalam kamar,tetapi dia tidak bisa melihat wanita itu.


"Apa semua hal harus kamu tau tentang aku,keluar sekarang." Ucap Mahesa.


Mahesa sedikit menyesal dengan perjanjiannya dengan keluarga Grace,dia memang mendapat tanah yang sangat luas dengan harga yang sangat murah,tetapi dengan satu syarat dia harus menikah dengan putri tunggal keluarga itu.


"Dasar sialan sepertinya aku akan membatalkan perjanjian itu,aku tidak suka sama sekali kepada putrinya " Ucap Mahesa dia menarik napasnya lalu membuangnya dengan kasar ke udara.


Dela mendengar apa yang di katakan pria itu,lalu dia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan dia juga menutup tubuhnya dengan handuk lalu turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.


saat dia hendak masuk dan menutup pintu Mahesa kembali masuk kedalam lalu dia membuka semua baju ya dan melemparnya keluar dan dia kembali menikmati tubuh dela.

__ADS_1


Hari ini Mahesa benar-benar puas setelah selesai bermain dia membersihkan kembali tubuhnya dan dia keluar dari dalam kamar mandi.


Mahesa lalu membuka pintu hotel dan dia meninggalkan kamar itu. Setelah menutupnya dari luar,sebelum dia keluar dari kamar itu dan dela masih di kamar mandi dia sudah menyuruh pelayan hotel untuk membersihkan dan Menganti seprei ranjang itu.


Pria itu membawa mobilnya menuju kantornya,di dalam mobilnya dia tersenyum puas,akhirnya hari ini dia bisa kembali menikmati tubuh itu,setelah beberapa bulan ini dia kehilangan sosok wanita itu.


Sesampainya di ruangan kantornya dia begitu kaget saat melihat kedua orang tua dan neneknya sudah duduk di sopa,mereka menatap ke arah Mahesa dengan wajah yang masam.


"Apa ponselmu tidak berfungsi lagi hingga beberapa panggilan dari kami tidak kamu angkat sama sekali,dasar anak nakal." Ucap wanita tua itu.Wanita itu sosok wanita yang sangat dihormati oleh Mahesa.Tetapi sikap keras dan sombongnya sangat tidak disukai oleh Mahesa.


"Nenek maafkan aku,sejak kapan nenek sampai di kota ini,bukankah seharusnya nenek berada di Jepang sampai bulan depan?" Tanya Mahesa dia begitu heran melihat wanita Arongan itu sudah ada dikantornya.mengingat dia selama ini tinggal di Jepang bersama putrinya yang lain.


"Apa kamu tidak suka melihat kehadiranku,kalau tidak biarkan aku pergi lagi ke Jepang?" Ucap wanita itu,Mahesa salah tingkah mendengar ucapan wanita itu.


"Bukan nenek,aku hanya kaget saja karna melihat nenek dengan tiba-tiba sudah ada disini." Ucap Mahesa kembali.


Lalu pria itu langsung duduk dikursi kebesarannya,dia akan merasa pusing jika wanita tua itu tinggal bersamanya di negara ini.Dia wanita yang cukup sombong,dan semua hal harus dengan aturannya.


"Mahesa,bagaimana pertunangan mu dengan Zevana,kapan kalian akan menikah?" Tanya sang ayah.


"Kami sudah putus."

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2