Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 91 ~ Cepat marah ~


__ADS_3

Selesai berbicara dengan putri,Mahesa kembali menemui istrinya,Dia sedikit takut melihat ekspresi wajah Dela,yang sangat sulit di tebak,dia takut salah bicara yang membuat istrinya kembali marah.


"Sayang,kamu ingin makan aku ambil ya sayang kamu makan disini saja." Ucap Mahesa,Dela mengabaikan ucapan suaminya,dia masih sangat kesal dengan kejadian barusan.Dia semakin menyalahkan suaminya karna sudah membawa putri ke rumah tampa ijin darinya.


"Sayang jangan marah,jika kamu masih menginginkannya aku bisa memulainya lagi."Ucap Mahesa tampa beban,mendengar ucapan suaminya Dela merasa malu,rasanya seperti dia yang sangat menginginkan permainan itu tadi.Karna tidak ingin melihat suaminya terus berbicara Dela keluar dari kamar menuju dapur.


"Nona,apa anda ingin makan sesuatu aku siapkan." Ucap pelayan yang biasa melayani Dela.Dia sangat betah melayani Dela karna dia wanita yang baik dan tidak banyak tingkah.


"Aku pengen cemilan saja,aku pengen makan kentang goreng."Ucap Dela,dia duduk dikursi sambil memandangi keadaan sekitar.


"Kemana putri?" Tanya Dela kepada pelayan yang hampir meninggalkannya.


"Mungkin di kamarnya nona,tadi tuan Mahesa memarahinya jadi dia langsung masuk ke kamarnya."Jawab pelayan.


"Ohh,mulai besok kamu aja dia untuk membantumu di belakang ya." Ucap Dela,sang pelayan hannya mengangguk,dia juga kadang kesal dengan sikap putri yang gayanya seperti nyonya besar.


Mata Dela langsung berbinar melihat kentang goreng kesukaannya yang di bawa oleh pelayan,sudah jarang dia makan makanan buatan tangan makanya dia langsung antusias menerimanya dari pelayan.


"Nona,apa anda menginginkan susu?" Tanya pelayan penuh perhatian,dia pelayan khusus untuk Dela jadi sudah wajar dia melayani Dela sebaik mungkin.

__ADS_1


"Buatkan aku susu saja." Ucap Dela.Setelah susu dan kentang tersaji di atas meja Dela bersiap masuk kamar dan membawa cemilannya.


"Biar saya antar ke kamar nona." Tawar pelayan tapi dengan keras Dela menolak,sebenarnya dia bukan tipe orang yang suka dilayani dalam hal apa pun,tapi dia menghargai niat baik suaminya karna dia sedang mengandung anaknya.


Dela memasuki kamarnya sambil membawa nampan berisi satu piring kentang goreng,lalu dia mengambil meja kecil untuk di bawa ke atas ranjang karna dia ingin menonton sambil makan kentang gorengnya itu.


"Kamu bawa apa sayang bagi dong?" Tanya Mahesa dia memulai obrolan dengan Dela,Karna tadi dia sempat terlihat marah.


"Aku bawa kentang kamu mau?" Tanya Dela,Mahesa merasa lega karna akhirnya Dela kembali seperti biasa.Dia terkadang pusing dengan sikap Dela yang gampang berubah,kadang dia tidak mengerti tiba-tiba sudah marah padahal dia tidak tau apa salahnya.Tapi dia maklum karna mungkin hormon orang hamil berbeda dengan orang biasa.


Sementara itu putri masih kesal karna hari ini dia Batal menemui teman-temannya karna dia tidak mendapat uang dari suaminya Dela.


Karna begitu kesal akhirnya putri keluar dari kamar dan kembali ke dapur,dia membuka kulkas lalu mengambil beberapa buah dan juga kue serta minuman,dia melampiaskan emosinya dengan menikmati beberapa makanan hingga membuat seorang pelayan tercengang melihat banyaknya makana di hadapan putri.


"Apa kamu sanggup menghabiskan makanan sebanyak itu? badanmu terlihat kecil ternyata nafsu makan mu kuat juga ya?" Ucap pelayan,mendengar ocehan pelayan, putri menghentikan makannya lalu menatap pelayan dengan tatapan tidak suka.


"Emang kamu keberatan jika aku makan sebanyak ini,emang ini rumahmu,sehingga kamu marah saat aku memakan makanan ini,kamu cuma pelayan berhenti mengoceh di hadapanku.Pergi dari hadapanku jika kamu masih ingin bekerja disini." Ucap Putri,dia sangat kesal mendengar ucapan pelayan,dia melampiaskan semua emosinya kepada pelayan.Sementara pelayan itu langsung Kemabli ke kamarnya dengan wajah yang sangat emosi.


"Dasar manusia tidak tahu diri,inilah akibatnya jika orang kaya menikah dengan orang miskin Kaka nya yang menikah dengan orang kaya adiknya yang gayanya selangit jijik banget dah sama wanita sialan itu." Sungut Maya,pelayan yang barusan dimarahi oleh putri.

__ADS_1


"Ada apa may,kenapa dengan wajahmu,kok kamu terlihat marah?" Tanya pelayan lain,mereka sudah mulai istrahat karna hari sudah semakin larut.


"Aku sangat kesal dengan adiknya nona Dela,bisa-bisanya dia memakiku,saat aku memergokinya memakan semua buah dan minuman yang ada di kulkas." Ucap Maya,wajahnya masih terlihat kesal.


"Emang,dia sangat sombong,nona Dela saja yang sudah menjadi istrinya tuan Mahesa tidak se sombong dirinya,lah dia baru adiknya,gayanya selangit.tapi tadi kata nona Dela kita tidak perlu melayaninya bahkan kalau bisa suruh juga dia bekerja." Ucap pelayan yang lainnya.Mereka terlihat saling curhat atas sikap putri yang semakin semena-mena.


Semua penghuni rumah itu menyangka jika dela dan putri saudara kandung karna Dela belum memberitahunya,dia hannya menceritakan tentang keluarga dan masa lalunya kepada Mahesa seorang,nenek tua yang menjadi nyonya besar di rumah itu juga tidak tau dan dia juga taunya jika putri dan Dela adalah saudara kandung.


Keesokan paginya semua pelayan sibuk menyiapkan sarapan pagi keluarga besar itu,sang nenek keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah sangat cantik dan anggun.Walaupun umurnya sudah tua,aura ke angkuhannya masih terlihat jelas.


"Nenek,mau kemana pagi-pagi sudah cantik terus koper yang ada di depan kamar nenek untuk apa?" Tanya Mahesa heran,padahal semua perusahannya baik-baik saja kenapa neneknya malah pergi.


"Nenek mau menemui bibi mu yang ada di Jepang,nenek akan tinggal disana selama satu bulan,bekerja lah dengan baik jika ada masalah di perusahaan langsung hubungi nenek,kamu tidak perlu mengantarku ke bandara." Ucap sang nenek,mendengar ucapan itu seketika perasaan putri bahagia,karna akhirnya dia bisa melakukan apa pun dengan bebas di rumah ini tampa ada satu orang pun yang perlu ditakuti.


"Kok tiba-tiba sih nek,katanya mau menunggu Dela lahiran kok malah pergi!" Ucap Mahesa dia sangat tidak setuju saat neneknya ingin pergi ala lagi sampai selama itu.Sang nenek hannya tersenyum lalu mengelus kepala Mahesa dengan lembut.


"Bodoh,aku kan hannya satu bulan bukankah Dela lahiran di bulan ketiga." Jawab sang nenek lalu mengakhiri makannya dan bersiap akan berangkat.Dela meraih tangan sang nenek lalu menciumnya,hubungan mereka memang semakin hari semakin baik.


**** Bersambung****

__ADS_1


__ADS_2