
Mahesa kembali ke kantornya dia terlihat tidak semangat,dia duduk dikursi lalu melonggarkan dasinya,lehernya terasa tercekik.Mahesa menarik napas beratnya.
"Selamat pagi tuan hari ini direktur perusahan XX Akan datang ke perusahan ini dalam rangka untuk menjalin kerja sama kita dengan mereka." Ucap Daniel menjelaskan.Mahesa terlihat sedikit kaget mendengar nama perusahaan itu,karna sebelumnya mereka tidak ada janji pertemuan dan selama ini juga mereka tidak ada jalinan kerja sama.
"Atas ijin siapa kamu menerimanya dikantor ini,setau aku perusahan ini sudah lama tidak menjalin kerja sama dengan mereka kenapa sekarang tiba-tiba mereka meminta kita kerja sama dengan mereka." Jawab Mahesa,dia terlihat sangat malas menanggapi kabar itu.
"Maaf tuan tadi pagi nyonya besar sudah menghubungiku,sebelumnya mereka telah membicarakan ini,mungkin sebentar lagi perwakilan dari perusahan itu akan datang." Jawab Daniel.
"Keluar..." Ucap Mahesa,akhir-akhir ini Mahesa merasa curiga dengan neneknya tiba-tiba pergi keluar negri dan sekarang dia malah menyuruh dia untuk menerima kerja sama kedua perusahan itu yang di pimpin oleh Karin.
"Pusing....stress.....Kenapa begitu banyak masalah yang menghampiriku,sebentar lagi istriku akan melahirkan tapi masalah datang silih berganti,belum lagi masalah keluarga istriku arggghh....." Mahesa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
__ADS_1
"Selamat pagi tuan Mahesa,kita kembali bertemu pagi ini." Tiba-tiba Karin sudah datang keruangan nya sendirian,penampilannya pagi ini cukup membuat para lelaki menelan ludah,tapi Mahesa sedikit pun tidak terpengaruh penampilan Karin yang cukup seksi.
"Kenapa tiba-tiba kamu mengajak kerja sama,sudahlah Karin aku mohon jangan seperti ini,masih banyak perusahan lain yang ingin bekerja sama denganmu," Ucap Mahesa,dia masih berusaha menolak,dia takut jika Karin punya rencana lain di balik rencana kerja samanya ini.Karin berdiri lalu mendekati Mahesa ke meja kerjanya.
"Sayang,berhentilah berusaha menolak ku,kenapa kita tidak mengulangi kenikmatan yang pernah kita capai bersama,aku masih sangat mencintaimu sumpah,dari dulu kamu tau aku sangat mencintai mu." Ucap Karin,dia mendekatkan wajahnya ke arah Mahesa,dia sengaja membungkukkan badannya di depan Mahesa agar pria itu melihat dadanya yang sangat menggoda.
Mereka saling menatap,melihat reaksi Mahesa yang tidak ada penolakan atau larangan Karin semakin membungkukkan badannya berharap pria itu tertarik dengan nya.
"Sayaaa_ngg" Tiba-tiba saja Dela sudah berdiri di depan pintu dan melihat mereka berdua,jika dilihat dari arah pintu sekilas mereka memang sedang berciuman padahal itu tidak terjadi,Mahesa Hanna kaget saja melihat reaksi Karin yang secara tiba-tiba menggodanya.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Dela,suaranya terlihat parau mungkin dia menahan tangis.Mahesa langsung bergegas keluar dari kursinya dan berlari ke arah istrinya.
__ADS_1
"Sayang ini bukan seperti yang kamu kira." Ucap Mahesa,dia terlihat begitu ketakutan,dia takut Dela marah dan menuduhnya yang tidak-tidak.Tiba-tiba Dela memegangi perutnya tubuhnya terjatuh ke lantai sebelum Mahesa menggapainya.
"Sayang kamu kenapa maafkan aku sayang." Ucap Mahesa dia begitu panik melihat Dela yang kesakitan,wajahnya tiba-tiba pucat pasi bagai mayat hidup.
"Aaahhhww perutku sakitt aaahhhh." Dela menjerit-jerit sambil memegangi perutnya,tiba-tiba dari dalam dari bajunya mengalir darah mungkin dia mengalami kontraksi hebat.
"Sayang aku mohon jangan begini." Mahesa langsung mengangkat tubuh Mahesa dan membawanya menaiki lift dia terlihat begitu ketakutan.
"Supir....siapkan mobil sekarang kita kerumah sakit." Mahesa berteriak kencang hingga seluruh kariawan panik,pada saat itu supir sedang tidak dikantor,dan tiba-tiba bara sudah berlari ke mendahulukan mereka dan secepat mungkin mengambil mobilnya.Seluruh kariawan berhamburan melihat Mahesa yang berlari ketakutan.
Karina turun dari lift dengan wajah ditekuk,rasanya dia begitu kesal dengan kedatangan Dela kerumah sakit.
__ADS_1
"Orang miskin memang selalu pandai bersandiwara,apa dia terlalu takut kehilangan suaminya hingga dia harus berpura-pura,dasar menjijikkan." Batin Karin,lalu meninggalkan gedung perusahan milik Mahesa dengan perasaan kesal.
**** bersambung****