
Zevana benar-benar marah saat beberapa pria menghadangnya dan meminta mobil dan apertemen yang dipakai Zevana saat ini.Apa jadinya seorang Zevana jika mobil dan apertemen yang dia banggakan kini di ambil pria yang membatalkan tunangan mereka.
Kalian tidak bisa mengambil ini semua,biarkan aku yang mengembalikan semua harta milik Mahesa." Ucap Zevana berusaha melawan kedua pria yang menghadangnya.
"Hei nona,apa kamu tuli,kami sudah di suruh tuan Mahesa,tidak perlu anda menemuinya lagi karna dia sudah punya tambatan hati,maklum dia orang kaya banyak wanita yang bersedia menyerahkan tubuhnya gitu aja hahaha..." Ucap pria itu membuat Zevana sangat tersinggung.Zevana berusaha masuk kedalam mobil itu dan membawanya kabur tapi sayang kedua pria itu jauh lebih hebat darinya.
"Kami bisa saja memberikan kunci mobil ini kepadamu,tapi kamu harus ijinkan kami mencicipi tubuh model mu ini." Ucap pria itu membuat Zevana semakin emosi.
Setelah merebut kunci mobil itu dari tangan Zevana,kedua pria itu langsung meninggalkan tempat itu,Zevana benar-benar malu karna beberapa orang menatapnya dengan tatapan meremehkan.
"Ada apa menatapku,apa kalian tidak punya urusan lain hingga harus menatapku seperti itu?" Ucap Zevana kepada dua orang wanita yang mungkin akan datang mengikuti casting di tempat itu.
Kedua wanita itu langsung pergi meninggalkan Zevana,mereka tampak berbisik-bisik karna mereka mungkin merasa aneh melihat seorang model cantik harus ditarik mobilnya.
"Sialan kamu Mahesa,lihatlah aku akan membuatmu tunduk kepadaku." Ucap Zevana lalu dia memesan taksi online menuju rumah Mahesa.
Sementara itu Maya dan mertuanya sedang menikmati teh dan duduk sambil menonton berita di siaran televisi."Kemana Mahesa sudah dua hari ini anak itu tidak terlihat?" Tanya sang nenek,belum sempat di jawab oleh menantunya tiba-tiba Grace sudah datang sambil berteriak-teriak.
"Mahesa.....Mahesa....Kamu dimana?" Saat memasuki ruangan betapa kagetnya dia saat melihat seorang nenek dan wanita separuh baya duduk di ruangan itu,dia belum mengenali kedua wanita yang berbeda generasi itu.Seketika wajah Grace merah padam saat melihat mereka.
__ADS_1
"Ada apa kamu menjerit-jerit memanggil cucuku,kamu seperti wanita tidak punya pendidikan saja." Ucap sang nenek lalu wanita itu kembali meminum tehnya sambil menonton acara televisi.
Karna sudah terlanjur berada di ruangan itu,Grace mendekati kedua wanita itu dan memperkenalkan dirinya dia menyalami kedua wanita itu tetapi sang nenek mengabaikan tangan Grace hingga dia semakin salah tingkah.
"Sini,siapa namamu dan kenapa kamu berteriak memanggil nama anakku?" Tanya Maya Grace semakin kalut karna ternyata mereka calon mertua dan neneknya calon suaminya.
"Namaku Grace tante."
"Sini duduk dekat tante,kamu wanita yang ingin dinikahi Mahesa anak Tante dan terus dan kamu anak pemilik tanah yang dibangun oleh Mahesa pusat perbelanjaan itu?"
Seketika nenek tua itu langsung menoleh ke arah mereka berdua,ya begitulah keluarga Mahesa memandang segalanya dari status sosialnya mereka terlalu menyombongkan diri.
"Iya Tante." Ucap Grace dia sedikit lega ternyata calon mertuanya sudah tau tentang dia dan sepertinya wanita itu menerimanya dengan baik.
"Zevana sejak kapan kamu dituangkan ini?" Tanya Maya,dia terlihat tidak peduli kedatangan Zevana diantara mereka.
"Dari tadi Tante,siapa wanita ini Tante?" Tanya Zevana.Kedaunya saling menatap tidak suka tetapi Zevana tidak terpengaruh karna dia melihat wanita itu tidak secantik dirinya,dia tidak pernah mengira kalau wanita yang ada dihadapannya adalah calon suami mantan tunangannya.
"Maaf Zevana,kata Mahesa ruangan kalian sudah batal dan wanita ini adalah calon istri dari Mahesa." Ucap Maya Tampa beban.
__ADS_1
"Zedaaarrr... Apa maksud Tante kami hanya ribut sedikit saja Tante masalah pertunangan kami,itu tidak ada batal Tante kok gitu." Ucap Zevana dia tidak terima saat Maya calon mertuanya lebih membela wanita lain dari pada dirinya.
"Ya mau gimana lagi Zevana,Mahesa yang berbicara kepada Tante,kamu tau wanita ini adalah orang yang cukup hebat,belum menikah ayahnya sudah memberikan Mahesa tanah ratusan hektar,tidak mungkinlah Mahesa menolaknya." Ucap Maya,Zevana semakin sakit hati mendengar ucapan wanita itu.Sementara Grace benar-benar bangga saat mendengar calon mertuanya membelanya di hadapan wanita lain.
Zevana meninggalkan ruangan itu dengan sangat kesal,dia tidak menyangka wanita yang selalu dia hadiahi barang-barang mewah saat pulang dari luar negri mengabaikannya demi seorang wanita yang sudah menyogok Mahesa dengan tanah yang sangat luas.
Sementara itu,Mahesa sudah membawa Dela keluar dari rumah sakit wanita itu tampak sudah sehat sebelum mereka sampai di villa terlebih dahulu Mahesa membawa Dela ke salah satu butik di kota dia ingin membeli beberapa pakaian untuk wanita itu.
"Ayo keluar,apa kamu akan terus duduk di mobil ini?"Tanya Mahesa dia sedikit kesal melihat wanita itu karna dia terus menerus mengabaikannya.
"Ayolah,apa aku harus mengendong mu?" Mahesa semakin kesal,hingga dia mendekati Dela,karna tidak ingin di permalukannya depan umum dela langsung keluar dari mobil,Mahesa lalu melangkah memasuki butik diikuti oleh dela yang sama sekali tidak peduli.
Saat mereka sudah sampai di dalam para pelayan langsung menyambut mereka,dan Mahesa hannya membalas dengan senyuman dan terus melangkah masuk kedalam.Mahesa melihat-lihat pakaian yang pantas di pakai oleh dela,karna beberapa baju yang dibelikan oleh pelayan tidak lebih hannya sampah Dimata pria itu.
Melihat Dela hannya diam mematung di butik itu Tampa sedikit pun menoleh ke arahnya membuat Mahesa langsung marah lalu dia mendekati wanita itu dan menarik pergelangan tangannya dengan kasar.
"Cepat pilih mana yang kamu suka jangan buat aku marah." Ucap Mahesa wanita itu benar-benar mengujinya.Selama ini wanita yang datang mengejar-ngejarnya,tidak peduli se cuek apa dia kepada wanita mereka tetap mengejarnya.Hari ini wanita miskin ini telah membuat nya benar-benar naik darah.
"Aku tidak mau,jika kamu ingin membeli baju beli untukmu aku tidak butuh apa pun darimu."Ucap Dela membuat pria itu benar-benar marah.Ingin sekali dia melempar ponsel yang ada di genggamannya tetapi dia masih berusaha menahan emosinya.
__ADS_1
Mahesa menarik napasnya lalu membuangnya ke udara hal itu dia lakukan agar dia tidak terpancing emosinya melihat sikap keras wanita itu.Ini pertama kali dalam hidupnya seorang wanita berani membatah keinginannya sementara banyak diluar sana wanita yang mau menyerahkan tubuhnya begitu saja untuk dinikmati pria itu.
**** bersambung*****