Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 225


__ADS_3

1 bulan kemudian.....


Hari itu papa Gerardo menghembuskan nafasnya yang terakhir.


Mama Isabella yang selalu menemaninya sampai akhir hayatnya pun hanya bisa meneteskan air matanya.


"Saya turut berduka cita nyonya" , ucap dokter Peter.


"Iya dokter , terima kasih. Mungkin ini jalan yang terbaik buat Gerardo. Selama beberapa waktu ini dia sudah menderita dengan penyakit yang dideritanya" , ucap mama Isabella yang masih terisak tangis.


"Baiklah nyonya , nanti perawat akan memandikan jenazah tuan Gerardo sebelum dibawa ke rumah duka" , ucap dokter Peter.


"Iya dokter , terima kasih" , jawab mama Isabella.


Dokter Peter berjalan pergi dari sana , meninggalkan mama Isabella yang masih terisak tangis.


"Saya turut berduka cita nyonya" , ucap Ethan yang juga sedang berada di sana.


"Iya Ethan , terima kasih" , jawab mama Isabella.


Mama Isabella mengeluarkan ponselnya dan menyentuh nama anaknya Alexandria disana.


Alexandria yang sedang meeting saat itu...


"Maaf , meeting nya kita hentikan untuk beberapa waktu. Saya mau menerima panggilan telpon dulu" , ucap Alexandria.


"Baik bu" , jawab semua karyawannya.


Alexandria menyentuh tombol terima panggilan yang ada disana.


"Halo ma".


Terdengar suara isak tangis disana.


"Ada apa ma?" , tanya Alexandria yang mulai khawatir mendengar suara tangisan mamanya.


"Papa , papa sudah meninggal nak" , ucap mama Isabella sambil menangis.


"Apa ma!!! Kalau gitu aku ke rumah sakit sekarang" , ucap Alexandria.


"Iya nak" , jawab mama Isabella sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Maaf , meeting saya tunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan , karena papa saya meninggal dunia" , ucap Alexandria.


"Kami turut berduka cita atas meninggalnya tuan besar" , ucap semua karyawan yang juga mengenal papa Gerardo.


"Iya , terima kasih" , jawab Alexandria sambil berjalan keluar dari ruangan meeting.


Sambil jalan , Alexandria menghubungi suaminya Leonardo.


Tidak lama terdengar suara dari sana.

__ADS_1


"Halo sayang" , jawab Leonardo.


"Halo sayang , papa telah meninggal dunia" , ucap Alexandria.


"Sekarang dimana sayang?" , tanya Leonardo.


"Kata mama tadi masih di rumah sakit" , jawab Alexandria.


"Baiklah , kalau gitu aku ke rumah sakit sekarang. Kamu hati-hati ya bawa mobilnya" , ucap Leonardo.


"Iya sayang , kamu juga hati-hati di jalan ya" , ucap Alexandria.


"Iya sayang" , jawab Leonardo sambil mematikan laptopnya dan mengambil tas kerjanya berjalan keluar dari ruangan kerjanya.


"Saya gak akan ke kantor beberapa hari ini , karena papa mertua saya meninggal dunia" , ucap Leonardo kepada sekretaris pribadinya.


"Baik tuan" , jawab sekretaris Leonardo.


Mama Isabella yang terus menangis disana , membuat Ethan yang sedang berada disana juga gak bisa berkata apa-apa. Mau menghibur pun dia gak tau mau menghibur seperti apa. Akhirnya Ethan hanya berdiri sambil mematung disana melihat mama Isabella.


Tidak lama Alexandria yang sudah sampai di parkiran rumah sakit , melihat mobil suaminya yang baru juga sampai di sana.


Alexandria menunggu sampai Leonardo selesai memarkirkan mobilnya.


"Sayang , ayo kita masuk ke dalam" , ucap Leonardo setelah turun dari mobil dan berjalan mendekati istrinya.


Alexandria pun menganggukkan kepalanya dan berjalan bersama suaminya menuju ke rumah sakit.


"Aku gak tau sayang , selama papa sakit saja dia gak pernah ke rumah sakit melihat papa. Aku rasa gak ada gunanya juga dia mengetahui berita kematian papa" , jawab Alexandria.


"Biar bagaimanapun dia itu masih menantu orang tua kamu" , ucap Leonardo.


"Iya dulunya ketika Alberto masih hidup. Sejak Alberto sudah gak ada , baru sifat aslinya keluar. Aku salah sudah mendukung dia dulu. Coba saja waktu itu aku membiarkan Alberto pergi dengan Julie , pasti sekarang gak akan ada kejadian seperti ini" , ucap Alexandria.


"Kita juga gak bisa berbuat apa-apa waktu itu sayang. Papa dan mama kamu juga kan yang menyukai Yui san. Kita gak bisa ikut campur saat itu" , ucap Leonardo.


"Iya , kamu benar sayang. Padahal waktu itu Alberto sudah sampai seperti orang setengah hidup" , kenang Alexandria.


"Gak usah diingat lagi sayang. Sekarang aku yakin Alberto pasti sudah bahagia di atas sana , sudah gak ada lagi istri dan orang tua yang mengatur dia" , ucap Leonardo.


"Iya , kamu benar sayang" , jawab Alexandria.


Tidak terasa langkah kaki Alexandria dan Leonardo telah sampai di kamar perawatan papa Gerardo.


"Ma" , panggil Alexandria dan Leonardo bersamaan.


"Akhirnya kalian sudah sampai juga" , ucap mama Isabella yang masih menangis disana dan langsung memeluk tubuh Alexandria.


"Iya ma , sekarang papa lagi dimandikan ya ma" , ucap Alexandria.


"Iya nak" , jawab mama Isabella sambil terus terisak tangis.

__ADS_1


"Apa mama sudah memberitahukan berita kematian papa kepada Yui san?" , tanya Alexandria.


"Belum nak , kamu saja yang memberitahukan kepadanya" , ucap mama Isabella.


"Baiklah ma" , jawab Alexandria yang sebenarnya gak mau menelpon Yui san.


Dengan perasaan yang terpaksa , Alexandria mengambil ponselnya dari tas dan menyentuh nama Yui san di layar ponselnya.


Yui san yang sedang duduk termenung sendiri di dalam kamarnya. Sudah beberapa hari ini Yui san tidak mau mengurus anaknya selain menyusuinya saja. Bahkan Aniela pun sekarang tidur dengan Filli.


Yui san mendengar suara ponselnya berbunyi dan melihat siapa yang menelponnya.


"Kenapa lagi kak Alexandria menelpon aku?" , gumam Yui san sambil menyentuh tombol terima panggilan disana.


"Halo kak" , jawab Yui san.


"Halo Yui san , papa meninggal dunia" , ucap Alexandria.


"Baiklah kak" , jawab Yui san sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Dasar cewek tidak sopan" , ucap Alexandria sambil menyimpan ponselnya ke dalam tas.


"Kenapa sayang?" , tanya Leonardo.


"Itu Yui san , masa langsung memutuskan sambungan telpon begitu saja" , jawab Alexandria.


"Sudah , biarkan saja. Jangan membuat keributan di saat hari kematian papa" , ucap Leonardo.


"Iya sayang" , jawab Alexandria.


"Yang dikatakan Leonardo benar nak. Lagian papa juga sudah gak mempermasalahkan sikap Yui san" , ucap mama Isabella yang sudah mulai tenang disana.


Alexandria pun menganggukkan kepalanya.


Tidak lama jenazah papa Gerardo dibawa ke mobil ambulance dan dibawa ke rumah duka.


Mama Isabella , Alexandria dan Leonardo mengikuti mobil ambulance menuju ke rumah duka.


Sampai di rumah duka , Alexandria dan Leonardo mencari petugas yang ada disana untuk membantu mereka membeli peti mati dan mengurus semuanya disana.


Sampai sore tiba , jenazah papa Gerardo telah dimasukkan ke dalam peti mati. Sampai peti tertutup , tidak kelihatan juga batang hidung Yui san disana.


"Dia sudah benar-benar tidak menganggap kita sebagai keluarganya" , ucap Alexandria.


"Siapa sayang?" , tanya Leonardo yang berdiri di sebelah istrinya.


"Siapa lagi kalau bukan Yui san?" , ucap Alexandria dengan wajah kesalnya.


"Biarkan saja sayang , mama kan sudah bilang kalau papa gak mempermasalahkan sikap Yui san. Kalau dia tidak mau datang melihat papa untuk terakhir kalinya , ya sudah" , ucap Leonardo.


"Iya sayang" , ucap Alexandria.

__ADS_1


Setelah itu mereka membaca doa untuk papa Gerardo , yang dipimpin oleh pendeta disana.


__ADS_2