Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 153


__ADS_3

Di rumah sakit X Hospital Singapura....


Alexandria dan Leonardo di datangi oleh dokter Elias spesialis anak ke kamar perawatan Alexandria.


Karena Salvio anaknya yang masih berada di ruang ICU membuat Alexandria belum mau untuk pulang ke rumah , meskipun dia sebenarnya sudah dibolehkan untuk pulang dari kemaren.


"Nyonya dan tuan , setelah kami periksa lebih lanjut , ternyata Salvio mengalami kelumpuhan otak" , ucap dokter Elias.


Alexandria langsung meneteskan air matanya.


"Apakah itu tidak akan bisa sembuh untuk selamanya dokter?" , tanya Leonardo.


"Maaf tuan , selama ini setiap bayi yang mengalami kelumpuhan otak , jarang ada yang bisa sembuh seperti anak normal , kita cuma bisa bantu dengan terapi supaya otot-ototnya tidak kaku" , jawab dokter Elias.


"Berarti anak saya akan lumpuh seumur hidupnya dokter?" , tanya Alexandria.


"Iya nyonya" , jawab dokter Elias.


"Sekarang untuk paru-parunya bagaimana dokter?" , tanya Leonardo.


"Untuk paru-parunya sudah mulai ada perkembangan yang bagus , tapi Salvio masih harus berada dalam pengawasan kita dulu untuk beberapa waktu kedepan" , ucap dokter Elias.


"Jadi saya masih belum bisa membawa pulang Salvio ke rumah?" , tanya Alexandria yang masih menangis disana.


"Iya , masih belum bisa nyonya , nanti setelah kondisinya stabil , baru putra anda bisa dibawa pulang" , ucap dokter Elias.


"Baiklah dokter" , jawab Leonardo dan Alexandria.


"Ok , kalau gitu saya permisi dulu" , ucap dokter Elias.


"Iya dokter , terima kasih" , jawab Alexandria dan Leonardo.


Dokter Elias hanya menganggukkan kepalanya sambil berjalan keluar dari kamar perawatan Alexandria.


"Bagaimana ini suamiku? Kenapa anak kita harus lumpuh seumur hidupnya?" , ucap Alexandria sambil menangis.


Leonardo langsung memeluk tubuh istrinya...


"Sabar sayang , kita harus kuat untuk menjalani semua ini , biar bagaimana pun Salvio anak yang sangat kita cintai dan kita tunggu selama ini" , ucap Leonardo sambil mengelus punggung Alexandria.


"Salvio kenapa lagi kak?" , tanya Alberto yang baru datang ke rumah sakit bersama dengan istrinya yang mau kontrol kandungannya.


"Salvio mengalami kelumpuhan otak dek" , jawab Alexandria yang masih terisak tangis.


"Bagaimana bisa kak?" , tanya Yui san yang langsung terkejut mendengarnya.


"Kakak juga gak tau Yui san , kemaren kan Salvio lahir prematur dan berat tubuhnya juga dibawah batas normal" , ucap Leonardo.


"Jadi bagaimana sekarang kak?" , tanya Alberto.


"Salvio kemungkinan akan lumpuh seumur hidup dek" , jawab Leonardo.


Yui san langsung tubuhnya terasa lemas begitu mendengarkan berita tentang keponakannya.

__ADS_1


Alberto yang berada di belakang tubuh Yui san , langsung memegang tubuh istrinya supaya gak terjatuh.


"Kamu jangan seperti ini terus , kita datang kesini juga buat kontrol kandungan kamu karena sudah beberapa hari ini kamu keluar flex kan" , ucap Alberto.


"Iya suamiku , tapi tetap saja aku gak kuat mendengarnya" , jawab Yui san.


"Ya sudah , kamu duduk dulu" , ucap Alberto sambil menuntun istrinya duduk di kursi sofa.


Yui san pun menganggukkan kepalanya.


"Kamu harus bisa menjaga kandungan kamu Yui san , jangan seperti kakak" , ucap Alexandria yang sudah mulai agak tenang.


"Iya kak" , jawab Yui san sambil menganggukkan kepalanya.


"Kalau gitu kita pulang saja ya hari ini ke rumah" , ucap Leonardo.


"Salvio bagaimana? Masa Salvio tinggal sendiri disini" , jawab Alexandria.


"Kita juga gak bisa melakukan apa-apa buat anak kita , hanya tim dokter yang bisa merawat anak kita sekarang" , ucap Leonardo.


Setelah mendengarkan perkataan suaminya , akhirnya Alexandria setuju untuk keluar dari rumah sakit hari itu.


Leonardo berjalan keluar untuk mengurus istrinya keluar dari rumah sakit.


Alberto , Yui san dan Alexandria mengobrol bersama , sampai jam untuk Yui san melakukan pemeriksaan telah tiba.


"Kak , aku mau bawa Yui san pergi kontrol dulu ya" , ucap Alberto.


"Iya dek , nanti kalian langsung pulang aja , karena setelah ini kakak juga akan langsung pulang" , jawab Alexandria.


"Iya dek" , jawab Alexandria.


Yui san berjalan bersama dengan Alberto menuju ke ruangan praktek dokter Catherine.


"Suamiku , semoga anak kita gak ada masalah ya" , ucap Yui san.


"Iya sayang" , jawab Alberto.


Sampai di ruangan dokter Catherine , Yui san memberitahukan bahwa sudah beberapa hari dia keluar flex.


"Baiklah , kita periksa dulu ya , langsung naik ke ranjang saja ya" , ucap dokter Catherine.


"Kondisi kandungannya bagus kok , jangan terlalu kelelahan saja , dan berhubungan nya juga jangan terlalu sering" , ucap dokter Catherine sambil tersenyum.


Alberto dan Yui san langsung merasa lega mendengarkannya.


"Apakah sekarang sudah bisa dilihat jenis kelaminnya dokter?" , tanya Yui san.


"Masih belum bisa , bulan depan coba kita lihat lagi , karena ini juga masih 3 bulan lebih usia kandungannya" , ucap dokter Catherine.


" Baik dokter" , jawab Yui san.


"Hari ini saya kasih resep obat yang seperti biasa ya" , ucap dokter Catherine setelah duduk kembali di meja kerjanya.

__ADS_1


"Iya dokter" , jawab Yui san yang sudah merapikan bajunya dan berjalan duduk di kursi kosong yang ada di sebelah suaminya.


"Terima kasih dokter" , jawab Yui san sambil mengambil kertas resep yang diberikan oleh dokter Catherine.


"Iya sama-sama" , jawab dokter Catherine sambil tersenyum.


Yui san dan Alberto berjalan bersama keluar dari ruangan dokter menuju ke apotik yang ada di rumah sakit untuk mendapatkan obatnya.


Setelah mendapatkan obatnya...


"Suamiku , aku mau makan ayam penyet" , ucap Yui san.


"Bukankah kamu gak bisa makan pedas ya" , ucap Alberto yang teringat waktu itu Yui san diare karena makan ayam penyet.


"Aku gak tau , kayaknya anak kita yang menginginkannya" , jawab Yui san.


"Kayaknya anak papa seleranya sama dengan papa , suka makan makanan pedas" , ucap Alberto sambil mengelus perut Yui san yang baru sedikit membulat itu.


"Iya papa" , jawab Yui san sambil tersenyum.


Alberto dan Yui san keluar dari rumah sakit dan menuju ke parkiran mobil.


Alberto menjalankan mobilnya menuju ke restoran ayam penyet kesukaannya.


Sampai di restoran ayam penyet , Alberto memesan beberapa gelas es jeruk manis dan beberapa botol air mineral , karena dia tau kalau nanti istrinya pasti akan banyak minum selama makan.


Tidak lama pesanan Alberto sudah terhidang semua di meja.


Alberto makan sambil melihat ke arah Yui san.


Yui san yang tidak kuat makan pedas , hari itu makan dengan sangat nikmat sekali , meskipun sudah keluar banyak keringat dari kepalanya sampai ke tubuhnya tapi dia tetap bisa menikmati makanannya.


"Ternyata kalau bawaan anak jadi beda ya , kamu bisa memakannya sampai habis tanpa banyak minum yang manis" , ucap Alberto.


"Iya , entah kenapa rasanya sangat enak sekali" , ucap Yui san yang sudah selesai menghabiskan makannya.


"Jadi minumannya gak perlu lagi dong" , ucap Alberto.


"Iya aku gak ada masalah ketika memakannya" , jawab Yui san.


"Baiklah sayang , semoga saja kamu gak kena diare setelah ini" , ucap Alberto.


"Kamu jangan doain aku diare dong" , ucap Yui san.


"Mana ada aku doain , aku juga gak mau kamu sakit lagi , karena aku sudah gak kuat mau menggendong kamu sekarang" , jawab Alberto.


"Memangnya aku sudah berat ya sekarang" , jawab Yui san.


"Iya , sangat berat" , jawab Alberto.


"Itu juga karena aku sedang mengandung anak kita" , jawab Yui san sambil mengelus perutnya.


"Iya , baiklah , ayo kita pulang lagi" , ucap Alberto.

__ADS_1


Yui san pun menganggukkan kepalanya dan berdiri dari kursinya , berjalan bersama suaminya menuju ke mobil , untuk pulang ke apartemen mereka.


__ADS_2