
Sudah dua minggu sejak keluar dari rumah sakit,nenek dan kedua orang tua Mahesa tinggal bersama Mahesa di rumah nya,dan sejak saat itu Dela melayani mereka bak menantu baik pada umumnya.Walaupun nenek nya memiliki hubungan baby sitter yang khusus merawat sang nenek Dela,tetap turun tangan untuk melayani neneknya,baik menyuapinya,memberi dia makanan ringan sekalian minum teh kalau sudah sore,bahkan sering sekali Dela yang memandikan neneknya,karena menurutnya dia lebih pantas dari pada baby sitter yang semata-mata hannya mengharapkan gaji.
"Nenek,aku akan membawamu ke taman belakang,aku punya taman pribadi disana ada cabe,sayuran dan juga bunga-bunga indah,aku akan membawa nenek kesana,supaya pikiran nenek tenang." Ucap Dela, lalu mendorong kursi roda milik neneknya ke taman yang lumayan jauh dari rumah utama.
Dela mengurus tamannya kalau dia punya waktu senggang,tamannya belum pernah menghasilkan karena dia baru saja menanamnya semenjak mereka memutuskan tinggal di rumah itu.Dela menghentikan kursi roda milik neneknya persis di bawah pohon,yang sangat rindang,lalu dia menyuruh pelayan membuatkan teh untuk neneknya dan juga cemilan yang mengandung banyak lemak agar tubuh neneknya kembali seperti sedia kala berisi sehat.
"Nenek,kamu minum dulu,dan ini ada cemilan juga,nenek perlu banyak mengonsumsi roti ini,Karena ini spesial untuk membuat tubuh gemuk." Ucap Dela,lalu memberikan kepada wanita tua itu.
__ADS_1
Nenek Elisabet,sangat terharu, dengan perhatian,yang di berikan Dela kepadanya,beberapa minggu ini,dia melihat ketulusan dari Dela kepadanya,dia menjadi malu sendiri kepada Dela karena selama ini,dia sudah bersikap jahat atau bahkan tidak adil kepada Dela.
Kamu tidak membenciku,setelah apa yang kulakukan kepadamu,selama ini,bahkan aku pernah merencanakan sesuatu yang buruk untukmu,tetapi kenapa kamu masih memperlakukan aku dengan baik?" Tanya nenek Elisabet.Dela terlihat menghela napas panjang,lalu dia tersenyum kepada neneknya,walaupun dia tidak bisa melihat dia sama sekali Dela tetap memperlakukan wanita itu dengan baik.
*****
"Selamat siang tuan,maafkan aku karena sampai hari ini belum ada yang cocok donor mata untuk nyonya,sepertinya sangat sulit yang sesuai dengan nyonya tuan," Ucap Daniel asistennya,Mahesa menghentikan sejenak aktifitasnya,semua hal sudah di lakukan olehnya termasuk menyuruh asistennya,untuk ke seluruh rumah sakit yang ada di kota ini,tapi satu pun tidak ada yang membuahkan hasil.
__ADS_1
Pada saat Mahesa sedang kebingungan tiba-tiba,Karin mengunjunginya,sudah lama mereka tidak bertemu dan hari ini Karin ingin sekali memberitahu kabar yang sangat baik untuk Mahesa dan saat itulah Mahesa mengijinkan karin masuk ke ruangannya.
"Selamat siang tuan Mahesa apa kabar,sudah lama kita tidak bertemu,apa kabarmu?" Tanya Karin,sikapnya sudah tidak seperti dulu,bahkan dia terlihat sangat sopan,Mahesa tidak tau kabar baik apa yang ingin diberitahu kepadanya hingga wanita itu datang menemuinya.
"Kabar baik apa yang ingin kamu kasih tau kepadaku,katakan cepat aku masih banyak urusan,aku tidak butuh basa-basi." Ucap Mahesa dengan nada penekanan,dia takut Karin masih ingin memiliki rencana busuk kepadanya.
"Maafkan aku tuan Mahesa,aku datang hannya ingin pamit kepadamu,kalau tidak seperti itu mungkin kamu tidak akan memberi ijin kepada ku,untuk menemui mu."
__ADS_1
**** bersambung****