Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 198


__ADS_3

Dokter Peter menelpon kediaman rumah utama tuan Gerardo pagi harinya.


Kring....kring....kring.....


Suara telpon pun berbunyi di rumah yang megah itu.


Elis yang sedang di dapur pun berjalan keluar begitu mendengarkan suara telpon berbunyi.


"Halo , kediaman tuan Fernandes" , ucap Elis.


"Halo , apa tuan Gerardo nya ada?" , tanya dokter Peter.


"Tuan Gerardo sedang sarapan bersama dengan istrinya. Tunggu sebentar saya panggilkan dulu. Kalau boleh tau dari siapa ya?" , tanya Elis.


"Dokter Peter".


"Baik dokter , akan saya beritahukan kepada tuan besar" , ucap Elis sambil meletakkan telpon di atas meja.


Elis berjalan menuju ke meja makan...


"Maaf tuan , ada telpon dari dokter Peter" , ucap Elis.


"Baiklah" , jawab Gerardo.


"Kenapa dokter Peter menelpon sepagi ini?" , tanya mama Isabella.


"Mungkin mau memberitahukan tentang keadaan Alberto" , jawab papa Gerardo sambil menjalankan kursi rodanya menuju ke ruang keluarga untuk mengangkat telpon.


"Halo dokter Peter" , jawab Gerardo.


"Halo tuan Gerardo , apakah anda dan keluarga bisa datang ke rumah sakit hari ini? Ada yang mau saya sampaikan tentang kondisi putra anda" , ucap dokter Peter.


"Baiklah , setelah selesai sarapan kami ke rumah sakit" , ucap papa Gerardo.


"Baik tuan , terima kasih" , ucap dokter Peter.


"Iya sama-sama" , jawab tuan Gerardo sambil menutup gagang telponnya.


Gerardo menjalankan kembali kursi rodanya menuju ke meja makan.


"Ma , telpon Yui san untuk pergi ke rumah sakit setelah ini. Dokter Peter mau memberitahukan tentang kondisi Alberto kepada kita" , ucap papa Gerardo.


"Apakah ada perkembangan yang baik pa?" , tanya mama Isabella.


"Papa juga gak tau ma , nanti saja kita dengar apa yang mau diberitahukan dokter Peter kepada kita" , ucap papa Gerardo.


"Baiklah pa" , jawab mama Isabella.


Selesai sarapan , papa Gerardo dan mama Isabella mulai bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.


Sambil berjalan menuju ke mobil , mama Isabella mengeluarkan ponselnya dan menyentuh nama Yui san di layar ponselnya.


Yui san yang sedang menyusui Aniela saat itu...


"Filli tolong ambilkan ponsel saya di atas meja" , ucap Yui san yang mendengar suara ponselnya berbunyi.

__ADS_1


Filli langsung jalan menuju ke meja , mengambil ponsel Yui san dan memberikannya kepada Yui san.


"Halo ma" , jawab Yui san setelah mengambil ponselnya dari tangan Filli.


"Halo nak , kamu ke rumah sakit sekarang ya. Ada yang mau disampaikan oleh dokter Peter kepada kita" , ucap mama Isabella.


"Apa Alberto sudah bangun dari koma nya ma?" , tanya Yui san.


"Mama juga gak tau nak , tapi papa yang menjawab telpon dari dokter Peter. Sekarang kamu siap-siap dan langsung jalan ke rumah sakit ya" , ucap mama Isabella.


"Iya ma , setelah aku selesai menyusui Aniela , aku langsung ke rumah sakit" , jawab Yui san.


"Baiklah nak" , ucap mama Isabella sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Apa kata Yui san ma?" , tanya papa Gerardo ketika mereka sudah sampai di depan pintu.


"Yui san sedang menyusui Aniela pa , setelah dia selesai menyusui Aniela , dia langsung ke rumah sakit" , ucap mama Isabella.


"Lebih baik kita menjemput Yui san saja ma , biar kita sama-sama ke rumah sakit" , ucap papa Gerardo.


"Baiklah pa" , jawab mama Isabella sambil menelpon Yui san kembali.


Yui san yang mendengarkan suara ponselnya berbunyi lagi , langsung mengangkatnya begitu terlihat nama mama Isabella di layar ponselnya.


"Halo ma" , jawab Yui san.


"Halo nak , kamu masih lama gak menyusui Aniela?" , tanya mama Isabella.


"Gak ma , sebentar lagi juga sudah mau selesai. Ada apa ma?" , tanya Yui san.


"Baiklah ma , ini aku juga sudah hampir selesai" , ucap Yui san.


"Ok nak , kalau gitu kami jalan sekarang ke apartemen kamu" , ucap mama Isabella.


"Iya ma" , jawab Yui san sambil memutuskan sambungan telponnya.


Papa Gerardo dan mama Isabella berjalan bersama masuk ke dalam mobil.


"Ethan , ke apartemen Yui san dulu ya baru ke X Hospital" , ucap papa Gerardo.


"Baik tuan besar" , jawab Ethan sopir pribadi mereka.


.


.


Yui san yang sudah selesai menyusui Aniela....


"Filli , kamu tolong jaga Aniela dulu ya , saya mau ke rumah sakit" , ucap Yui san.


"Baik nyonya" , jawab Filli sambil mengambil Aniela dari tangan Yui san.


Yui san mulai bersiap-siap mengganti bajunya dan merias wajahnya.


Tidak lama ponselnya pun berbunyi lagi dan pastinya mama Isabella yang menelponnya lagi.

__ADS_1


"Halo ma" , jawab Yui san.


"Halo nak , apa kamu sudah siap?" , tanya mama Isabella.


"Sudah ma" , jawab Yui san.


"Kalau gitu kamu turun sekarang ya di lobby , mama dan papa sudah sampai" , ucap mama Isabella.


"Baik ma , aku turun sekarang" , jawab Yui san sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Filli...aku pergi dulu ya" , ucap Yui san sambil membawa tas nya.


"Iya nyonya" , jawab Filli.


Yui san berjalan keluar dari apartemen menuju ke lobby dengan menggunakan lift.


Sampai di depan lobby , terlihat mobil mertuanya sudah parkir disana , Yui san langsung jalan dan masuk ke dalam mobil.


"Pa...ma...." , sapa Yui san.


"Iya nak" , jawab papa Gerardo dan mama Isabella bersamaan.


"Bagaimana keadaan Aniela?" , tanya papa Gerardo.


"Kemaren malam tiba-tiba Aniela nangis terus pa , sampai tengah malam baru dia diam dan tertidur" , jawab Yui san.


"Apa Aniela sakit?" , tanya mama Isabella.


"Gak ma , Aniela gak ada sakit. Demam pun gak ada" , jawab Yui san.


"Apa Aniela rewel ini ada hubungannya dengan Alberto?" , batin papa Gerardo.


"Pagi ini bagaimana dengan Aniela?" , tanya papa Gerardo.


"Pagi ini sudah mulai tenang lagi pa" , jawab Yui san.


"Syukurlah , apa Filli menjaganya dengan sangat baik?" , tanya mama Isabella.


"Filli sangat bisa diandalkan ma. Dia menjaga Aniela dengan sangat baik sekali , makanya aku juga jadi tenang kalau mau meninggalkan Aniela ketika aku pergi ke rumah sakit" , jawab Yui san.


"Baguslah , kalau gitu papa juga jadi tenang mendengarnya" , ucap papa Gerardo.


Yui san pun menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu makan dengan baik selama tinggal di apartemen?" , tanya mama Isabella yang melihat tubuh menantu kesayangannya sudah sangat kurus sekali.


"Aku makan dengan sangat baik ma , tapi kadang ketika aku memikirkan kondisi Alberto , aku jadi gak berselera untuk makan" , jawab Yui san.


"Kamu harus makan yang benar , anak kamu membutuhkan kamu" , ucap papa Gerardo.


"Iya pa , aku tau itu. Tapi tetap saja aku gak bisa untuk tidak memikirkan Alberto" , jawab Yui san dengan lirih.


"Iya , papa mengerti perasaan kamu , bukan hanya kamu yang sedih melihat kondisi Alberto , papa dan mama juga sedih. Tapi kamu juga harus bisa menjaga diri kamu sendiri. Kalau Alberto tau kamu seperti ini , dia pasti akan merasa sedih" , ucap papa Gerardo.


"Iya pa" , jawab Yui san.

__ADS_1


__ADS_2