
Dela sangat bingung harus bagaimana, dia tidak tau alasan apa yang dia berikan kepada pemilik tokonya jika dia kembali ke Indonesia.Dia masih memandangi bekas tokonya yang sudah rata dengan tanah dan semua barang-barang miliknya hancur,dan barang sisa-sisa tokonya hilang entah kemana,dia tidak tau harus menyalahkan siapa.
"Dela,aku akan mencarikan rumah untukmu,tidak mungkin kamu terus di tempat ini pria-pria disini bisa saja melecehkan kamu di tempat ini,jadi lebih baik kita keluar dari lokasi ini "Ucap Bobby dia benar-benar merasa kasihan dengan wanita itu,dia baru saja kehilangan janin Yang ada di rahimmu,terus dia juga kehilangan salah satu tempat mencari nafkah untuknya.
"Aku tidak keluar dari lokasi ini mas,jika aku belum bertemu dengan pemilik proyek ini.Toko ini milik orang lain mereka mempercayakan tokonya kepadaku, bagaimana aku mempertanggung jawabkan semua ini nanti jika mereka kembali dari luar negri." Ucap Dela,wajahnya terlihat sangat pucat dan bibirnya pecah-pecah mungkin Karna dia baru saja menjalani kuret akibat keguguran.
Bobby menarik napas lalu membuangnya ke udara,hari ini dia bolos kerja karna dia mengurusi wanita yang baru saja dia kenal.
"Kalau begitu kita duduk di warung sana,kamu bisa istrahat di tempat itu sambil menunggu pemilik proyek ini,sekalian kita tanya apa pemilik proyek ini akan datang hari ini atau tidak." Ucap Bobby dia menuntun Dela memasuki warung yang ada di lokasi proyek itu
Sementara itu Mahesa sedang mengendarai mobil Ferrari kesayangannya memasuki bandara,dia kesana hari ini karna wanita yang akan dijodohkan kepadanya telah kembali dari luar negri.Mahesa belum mengenali wanita itu,dia hannya memiliki satu Poto yang diberikan oleh orang tua wanita itu.Dari kejauhan Mahesa sudah mengenali wanita itu.
Wanita itu memang benar-benar bersinar,wajahnya yang mulus dan body yang begitu menantang,tapi bagi Mahesa wanita seperti itu sudah hal biasa dalam hidupnya.Dia hannya terpaksa menikahi wanita itu karna Mahesa sudah sangat tertarik dengan tanah ha g di berikan orang tuanya.
"Hai...." Sapa Mahesa,dia lalu membawa wanita itu menuju mobilnya,beruntung dia hannya membawa satu koper kecil sehingga bisa menampungnya di dalam mobil itu.
"Hai...juga kamu pria yang di jodohkan papa untukku ya,tidak nyangka kamu pria setampan itu,dan lihatlah kamu juga punya mobil yang begitu mewah." Ucap Grace,wanita itu benar-benar takjub melihat penampilan dari Mahesa.
"Ya..begitulah,apa aku harus mengantar mu pulang atau kamu masih ada urusan,hari ini aku begitu sibuk dan aku juga ingin pergi ke lokasi proyek aku tidak punya waktu luang untuk menemanimu." Ucap Mahesa.
__ADS_1
"Tidak papa,biasa kalau pria hebat pasti banyak urusan di luar sana,tapi kalau bisa aku ikut menemanimu ke lokasi pembangunan proyekku,aku ingin melihat bisnis apa saja yang dimiliki calon suamiku." Ucap wanita itu penuh percaya diri.
Mahesa benar-benar jijik mendengar ucapan wanita itu,tapi dia merasa enggan untuk menolaknya karna ini pertemuan pertama mereka.
"Bagaimana...apa aku bisa menemanimu kesana?" Tanya Grace, mengagetkan pria itu dari lamaunmanya.
"Baiklah,tapi sebelum aku ke lokasi itu aku ingin ganti mobil dulu karna tidak mungkin aku pakai mobil beginian ke lokasi kontruksi." Ucap Mahesa.Grace benar-benar sangat bangga dengan ucapan pria itu,dia tidak menyangka ayahnya akan menjodohkannya dengan pria yang begitu hebat.
"wanita mana yang mampu menolak pria sehebat kamu,tampan kaya raya dan juga orang berpengaruh." Suara hati Grace wanita itu tidak mampu menahan pesona pria yang ada di samping nya.
Mahesa berangkat bersama asistennya doni.sepanjang perjalanan Grace terus mengapit lengan Mahesa,wanita itu seakan-akan ingin menggoda Mahesa.Doni merasa risih dengan sikap wanita itu karna sepanjang perjalanan dia terus mengelus-elus paha milik Mahesa.
Akhirnya mobil Pajero putih milik Mahesa sampai di lokasi kontruksi,hari ini dia pergi ke lokasi itu ingin melihat kegiatan para pekerja di tempat itu Walaupun Mahesa sudah menempatkan Arpan sebagai kepala proyek di lokasi itu,dia tetap akan memantau lokasi karna dia tidak bisa mempercayakan semua itu kepada orang lain.
Saat Mahesa keluar dari mobilnya dan berjalan menuju lokasi proyek dan kebetulan melewati warung tempat dela istrahat,tiba-tiba dela berlari menghampiri pria itu dan dela langsung menampar wajah Mahesa sekuat tenaganya.
"Plak....dasar pria jahat,kamu manusia serakah kamu menghancurkan semua perasaan orang-orang yang berjualan di tempat ini." Ucap Dela,Mahesa benar-benar sangat terkejut dengan dengan penyerangan yang dilakukan oleh dela.
"Apa-apaan ini,kamu wanita gila bisa-bisanya kamu berbuat kasar dengan calon suamiku." Ucap Grace,saat Mahesa menegakkan kepalanya dia begitu kaget,
__ADS_1
"Deg....bukan kah wanita ini,yang pernah mabuk dan menghabiskan malam bersamaku waktu itu." Suara hati Mahesa,sementara dela tidak mengingat pria yang ada di depannya ini.
Pada saat itu Arpan berlari ke arah mereka lalu pria itu mendorong tubuh dela hingga wanita itu terjatuh ke tanah.
"Maafkan saya tuan,mungkin wanita ini sudah gila semenjak dia kehilangan janin yang ada di dalam rahimnya,akibat keributan seminggu yang lalu." Ucap Arpan.
Bobby tidak terima dengan perlakuan Arpan kepada dela pria itu langsung melayangkan pukulan ke wajah pria itu.
"Bug....,kalian memang manusia tidak perasaan sama sekali,bahkan wanita itu kehilangan janin nya karna sikap kasar kalian terhadapnya." Ucap Bobby.
Bobby lalu membantu dela berdiri,dan Mahesa begitu merindukan wajah wanita yang sudah lama di carinya,tapi kali ini dia tidak mungkin menunjukkan sikapnya kepada wanita itu,apa lagi dela begitu kelihatan membencinya.
"Harusnya sebelum kamu bertindak,mikir dong,kamu itu sok-sok an mau berurusan dengan calon suamiku." Ucap Grace dengan wajah angkuhnya.
"Aku tidak peduli dengan pria itu,dia mau setan juga aku tidak peduli,tapi yang aku tidak terima aku kehilangan calon bayiku akibat keserakahan pria brengsek ini " Ucap Dela sambil menatap Mahesa dengan penuh emosi.
"Jaga bicaramu,kata-kata mu menunjukkan kalau kamu bukan wanita berpendidikan." Ucap Grace.
Mahesa tidak sanggup melihat Dela yang penuh emosi lalu dia menaiki mobilnya,dan memanggil asisten dan Grace untuk meninggalkan lokasi itu,dia sedikit takut jika grace akan bertindak kasar kepada wanita itu.
__ADS_1
****bersambung***