
Tengah malam itu , bayi perempuan Yui san berhasil diselamatkan.
Bayi itu menangis dengan suara yang keras didalam ruangan operasi.
Setelah melakukan operasi , tim medis mulai memeriksa dengan teliti kondisi tubuh Yui san.
Untungnya gak ada luka serius yang didapatinya , hanya luka-luka luar yang sudah diobati oleh perawat sebelum dokter Catherine sampai di rumah sakit.
Yui san pun di pindahkan ke ruangan perawatan.
"Suster" , panggil Yui san dengan suaranya yang masih lemah.
"Iya nyonya" , jawab suster tersebut.
"Tolong hubungi keluarga saya dan beritahukan kabar saya dan suami saya yang mengalami kecelakaan malam ini" , ucap Yui san.
"Apakah ibu tau nomor telpon yang bisa dihubungi?" , tanya suster tersebut.
Yui san pun menyebutkan beberapa angka yang merupakan nomor telpon di rumah utama.
Suster itu langsung mencatat nomor yang diberikan oleh Yui san.
"Suster , apakah suami saya baik-baik saja?", tanya Yui san.
"Saya belum tau nyonya , nanti saya coba tanyakan kepada rekan kerja yang lain. Sekarang nyonya istirahat dulu ya" , ucap suster tersebut.
"Iya suster , terima kasih ya" , ucap Yui san.
"Iya nyonya , sama-sama" , ucap suster tersebut.
Tidak lama perawat datang membawakan anak Yui san yang sudah lahir.
Bayi mungil kecil yang sangat cantik itu telah lahir ke dunia ini tanpa ditemani oleh papanya.
Perawat meletakkan box bayi tepat di samping ranjang Yui san , sehingga Yui san pun bisa melihat anaknya yang baru lahir itu.
"Aniela , nama kamu diberikan oleh papa. Semoga papa baik-baik saja ya nak dan bisa bersama dengan kita kembali" , ucap Yui san kepada anaknya.
Perawat yang baru keluar dari ruangan perawatan Yui san , mencari tau keadaan dari suami Yui san yang juga kecelakaan bersamanya.
"Ada pasien yang baru masuk karena kecelakaan juga gak Lisa?" , tanya Lany.
"Ada , sekarang sedang di dalam ruangan operasi , ditangani dengan dokter Peter. Memangnya kenapa?" , ucap Lisa.
"Pasien yang baru melahirkan karena kecelakaan tadi menanyakan keadaan suaminya sama aku" , ucap Lany.
"Kayaknya suaminya agak berat lukanya , aku sempat mendengar ada pendarahan di kepalanya" , ucap Lisa.
"Bagaimana aku memberitahukan kepada nyonya Yui san ya , pasti berat buat dia mendengarkan kondisi suaminya. Mana dia baru melahirkan lagi" , ucap Lany.
__ADS_1
"Iya , aku juga gak menyangka mereka bisa kecelakaan begini. Kamu sudah tanya belum nomor keluarga yang bisa dihubungi?" , ucap Lisa.
"Tadi nyonya Yui san sudah memberikannya kepada aku. Tapi aku bingung mau menelponnya , karena masih jam 4 pagi" , ucap Lany.
"Kalau gitu nanti saja kita telpon setelah dokter Peter selesai melakukan operasi , lagian kan dokter Peter sudah kenal juga dengan keluarga mereka" , ucap Lisa.
Lany pun menyetujui saran dari rekan kerjanya Lisa.
Yui san yang memberikan ASI pertamanya kepada anaknya sambil dibantu oleh perawat lain pun menanyakan kondisi suaminya.
"Suster , bagaimana kondisi suami saya?" , tanya Yui san yang merasa terus khawatir kepada keadaan suaminya.
"Suami nyonya yang tadi masuk karena kecelakaan juga?" , tanya perawat tersebut.
"Iya suster" , jawab Yui san.
"Saya dengar suami nyonya sedang di operasi oleh dokter Peter" , ucap perawat tersebut.
"Kenapa di operasi suster?" , tanya Yui san.
"Maaf nyonya saya hanya mendengar ada pendarahan di kepalanya. Untuk lebih jelasnya nanti dokter Peter yang akan memberitahukannya" , ucap perawat tersebut.
"Apakah operasinya sudah selesai? Apa saya bisa melihat keadaan suami saya?" , ucap Yui san.
"Belum nyonya , operasinya masih berlangsung sampai sekarang. Nyonya juga masih belum boleh kemana-mana dulu , karena nyonya masih dalam pemulihan setelah di operasi" , ucap perawat tersebut.
"Baik nyonya , setelah ini nyonya istirahat dulu aja. Kalau butuh bantuan silahkan pencet bel yang ada di samping" , ucap suster tersebut sambil menunjukkannya kepada Yui san.
"Baik suster" , jawab Yui san.
Setelah anaknya Aniela selesai minum ASI pertamanya , suster tersebut pun membantu memindahkan Aniela ke box bayi.
Yui san mulai merapikan pakaian rumah sakit yang sedang dikenakannya dan suster tersebut pergi keluar meninggalkan ruangan perawatan Yui san.
********
Di ruangan operasi.....
Dokter Peter dan rekan dokter yang lainnya terus berusaha untuk melakukan pengobatan kepada Alberto.
Setelah beberapa jam berlalu , akhirnya operasinya berjalan dengan sukses.
Kepala Alberto yang bekas di operasi dililit dengan perban.
Setelah itu perawat memindahkan ranjang Alberto ke ruangan ICU untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.
Dokter Peter dan rekan dokter yang lainnya berjalan keluar dari ruangan operasi , menuju ke ruangan kerjanya.
"Dokter Peter" , panggil Lisa yang sudah melihat dokter Peter jalan disana.
__ADS_1
"Iya Lisa , ada apa?" , tanya dokter Peter.
"Bagaimana keadaan dari pasien yang mengalami kecelakaan itu? Tadi istrinya sempat menanyakan kondisi suaminya" , ucap Lisa.
"Operasinya berjalan sangat lancar , kita tinggal menunggu kapan pasien sadar untuk melihat lagi kondisinya lebih lanjut. Istrinya dimana?" , ucap dokter Peter yang tidak mengetahui kalau Yui san juga terkena kecelakaan.
"Istrinya tadi sudah melahirkan secara caesar karena kecelakaan dan sekarang sedang di rawat di kamar VIP 03 sesuai permintaan dokter Catherine" , ucap Lisa.
"Istrinya kecelakaan juga?" , ucap dokter Peter.
"Iya dokter , untungnya kondisi bayinya dan nyonya Yui san tidak apa-apa" , jawab Lisa.
"Oh syukurlah , kalau gitu saya ke kamar perawatannya untuk memberitahukan kondisi suaminya" , ucap dokter Peter.
"Iya dokter" , jawab Lisa.
Dokter Peter berjalan menuju ke kamar perawatan Yui san.
Terlihat Yui san yang hanya memandangi anaknya terus.
Dari tadi Yui san tidak bisa tidur karena terus memikirkan keadaan suaminya.
"Dokter Peter , bagaimana keadaan suami saya?" , tanya Yui san.
"Alberto mengalami pendarahan di kepalanya karena kecelakaan ini. Kami sudah melakukan operasi kepada Alberto , operasinya berjalan sangat lancar , tapi kita harus menunggu sampai Alberto sadar , baru bisa melihat hasilnya lagi" , ucap dokter Peter.
"Maksudnya melihat hasilnya lagi dokter?" , tanya Yui san.
"Nanti kita akan melihat kondisi fisiknya setelah pemulihan operasi , karena pendarahan yang terjadi cukup luas" , ucap dokter Peter.
"Maksudnya ada kemungkinan suami saya akan lumpuh dokter?" , ucap Yui san.
"Iya nyonya" , jawab dokter Peter.
"Sekarang dimana suami saya dokter , saya ingin melihatnya" , ucap Yui san yang sudah menitikkan air matanya.
"Alberto sekarang di ruangan ICU , bukan saya mau melarang nyonya untuk melihat Alberto , tapi kondisi nyonya sendiri tidak memungkinkan untuk pergi melihatnya. Nyonya harus memulihkan kondisi nyonya dulu" , ucap dokter Peter.
"Tapi saya sangat ingin melihat suami saya dokter" , ucap Yui san yang masih menangis disana.
"Maaf nyonya , saya harap nyonya bisa bersabar untuk beberapa hari ini , sampai kondisi nyonya sudah pulih , saya pasti akan mengizinkan nyonya untuk melihat Alberto" , ucap dokter Peter.
"Baiklah dokter , saya mohon....tolong berikan pengobatan yang terbaik buat suami saya" , ucap Yui san.
"Pasti nyonya , kami pasti akan memberikan yang terbaik" , ucap dokter Peter.
"Terima kasih dokter" , ucap Yui san.
Dokter Peter pun menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar dari kamar perawatan Yui san menuju ke ruangan kerjanya.
__ADS_1