
Entah kenapa malam itu Julie gak bisa tidur , tubuhnya berputar ke kanan dan berputar ke kiri.
"Kamu kenapa sayang?" , tanya Kevin yang melihat istrinya gelisah disana.
"Aku gak bisa tidur sayang" , ucap Julie.
"Apa kamu masih memikirkan mantan kekasih kamu yang telah meninggal dunia itu?" , tanya Kevin.
"Aku sebenarnya sudah gak suka dengan dia , entah kenapa ketika mendengar dia telah meninggal dunia , hati aku terasa sedikit tidak tenang" , ucap Julie.
"Apa kamu ingin melihat dia untuk terakhir kalinya sayang?" , tanya Kevin.
"Aku gak mau sayang. Aku sudah memutuskan hubungan kami sejak ketika dia masih hidup. Harusnya meskipun aku gak melihatnya lagi gak ada masalah kan sayang?" , ucap Julie.
"Kalau kamu ingin melihatnya untuk terakhir kalinya , aku gak masalah sayang. Besok aku akan menemani kamu ke Singapura" , ucap Kevin sambil membelai kepala istrinya.
"Nggak sayang , aku gak akan pergi. Sejak dia memutuskan aku waktu itu , aku sudah gak ada hubungan lagi dengan dia" , ucap Julie.
"Kamu yakin sayang?" , tanya Kevin.
"Iya , aku yakin. Beberapa hari lagi aku pasti sudah biasa saja. Kita tetap akan mengurus untuk kepindahan ke Jakarta" , ucap Julie.
"Baiklah sayang , kalau gitu tidur lagi ya" , ucap Kevin sambil mengecup kening istrinya.
Julie pun menganggukkan kepalanya dan menutup matanya mencoba untuk tidur sambil meletakkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Meskipun Julie sulit untuk tidur , tapi pada akhirnya dia pun mulai tertidur dengan sendirinya.
Sampai pagi hari , begitu Kevin terbangun dan melihat istrinya yang masih tidur dengan nyenyak disana , dia pun membiarkannya.
Kevin berjalan menuju ke box bayi dan terlihat Christian yang sudah bangun disana.
"Anak papa sudah bangun. Jangan berisik ya , mama sedang tidur. Tadi malam mama gak bisa tidur" , ucap Kevin sambil menggendong anaknya dan membawanya keluar dari kamar.
"Julie tumben belum keluar dari kamar?" , tanya mama Shinta yang sedang sarapan dengan mama Farah di meja makan.
"Tadi malam Julie gak bisa tidur ma , biarkan dia tidur dulu sebentar" , jawab Kevin sambil duduk di kursi yang kosong disana.
"Apa Julie masih memikirkan mantan kekasihnya yang meninggal dunia itu?" , tanya mama Shinta.
"Sepertinya berita itu cukup mengganggu Julie ma" , jawab Kevin.
"Tapi Julie gak mau pergi melihatnya kan?" , ucap mama Farah.
__ADS_1
"Gak ma , Julie gak mau pergi. Padahal aku sudah mau menemani dia ke Singapura" , ucap Kevin.
"Jangan nak , nanti yang ada akan timbul masalah baru lagi. Apa kamu mau orang tua mantan kekasih istri kamu mengambil Christian , ketika kalian disana" , ucap mama Farah.
"Gak mau la ma , aku sudah menganggap Christian sebagai anak kandung aku sendiri" , jawab Kevin.
"Sekarang biarkan saja Julie seperti itu , palingan juga dia sedang sedih saja. Beberapa hari lagi pasti dia sudah seperti biasa" , ucap mama Farah.
"Yang dibilang mama kamu benar Kevin. Lebih baik kalian jangan ke Singapura. Mama juga takut kalau nanti masalahnya akan menjadi panjang" , ucap mama Shinta.
"Iya ma , aku juga gak mau pergi melihat Alberto" , ucap Julie yang sudah jalan menuju ke meja makan dan duduk di kursi kosong yang ada disebelah suaminya.
"Kenapa kamu cepat banget bangunnya sayang?" , tanya Kevin.
"Iya , soalnya sudah gak ada kamu lagi , jadinya aku terbangun" , jawab Julie.
"Kalau gitu tadi aku di kamar saja memeluk kamu terus , sampai kamu bangun" , ucap Kevin sambil tersenyum.
"Gak apa sayang , hari ini kan kita masih harus membereskan barang-barang juga. Kamu kan sudah harus bekerja di kantor Jakarta juga" , jawab Julie.
"Iya nak , kerjaan kamu di Jakarta juga sedang banyak. Jangan mengulur waktu terus" , ucap mama Farah.
"Iya ma" , jawab Kevin.
Julie mulai menyuapi Christian yang sedang duduk di pangkuan papanya.
********
Di Singapura keluarga Alberto sibuk untuk melangsungkan pemakaman Alberto.
Yui san terus menangis sambil berteriak-teriak memanggil suaminya.
"Alberto , jangan tinggalin aku dan Aniela. Kamu saja belum pernah melihat anak kamu. Kenapa kamu pergi seperti ini?" , ucap Yui san.
"Sudah tenang nak , kamu harus bisa merelakan kepergian Alberto. Sebentar lagi sudah waktunya Alberto di makamkan" , ucap papa Satoshi sambil memegang bahu putrinya.
"Bagaimana caranya aku bisa menerimanya pa? Aku belum siap untuk ditinggalin seperti ini" , ucap Yui san dengan derai air mata.
"Kamu harus bisa menerimanya nak. Kamu harus kuat , masih ada Aniela yang harus kamu urus" , ucap papa Satoshi.
Papa Gerardo , mama Isabella , Mathew beserta keluarganya , Alexandria dan Leonardo hanya terdiam melihat Yui san yang terus berteriak di samping peti mati Alberto.
Mereka juga mengetahui kalau Yui san pasti sangat berat untuk melepaskan kepergian Alberto. Meskipun mereka juga sangat bersedih , tapi mereka sudah mulai bisa merelakan kepergian Alberto.
__ADS_1
Para tamu yang datang untuk mengantarkan kepergian Alberto hanya bisa diam melihat kesedihan yang dirasakan oleh Yui san.
Ada juga beberapa tamu yang ikut menitikkan air matanya , melihat kesedihan yang ada disana.
Setelah beberapa waktu...
Mama Isabella berjalan mendekati Yui san.
"Sudah nak , sudah saatnya Alberto harus dibawa ke pemakaman" , ucap mama Isabella.
"Jangan ma , jangan dibawa Alberto" , ucap Yui san.
"Kamu jangan seperti ini terus nak , kamu harus kuat. Aniela membutuhkan kamu" , ucap papa Satoshi.
Akhirnya Yui san pun mulai tenang , meskipun masih menangis disana.
Petugas rumah duka mulai mengangkat peti mati Alberto dan membawanya ke dalam mobil jenazah.
Semua keluarga Alberto naik ke dalam mobil masing-masing.
Yui san dan papa Satoshi masuk ke dalam mobil mama Isabella dan Mathew berserta istri dan anaknya masuk ke dalam mobil Leonardo.
Para tamu yang ikut pergi sampai ke pemakaman juga pergi dengan menggunakan mobil mereka masing-masing.
Sampai di tempat pemakaman.
Meskipun Yui san masih terus menangis dengan keras , tapi acara pemakaman berlangsung dengan penuh khidmat sampai selesai.
Setelah selesai , para tamu mulai berpamitan dan mengucapkan belasungkawa untuk terakhir kalinya kepada keluarga Alberto.
Sampai semua para tamu sudah pulang , tinggallah keluarga Alberto disana.
"Ayo kita pulang Yui san" , ucap mama Isabella.
"Aku masih mau disini ma" , ucap Yui san yang masih duduk di samping kuburan Alberto.
"Anak kamu juga harus kamu urus nak. Kamu sudah lama meninggalkan Aniela di apartemen bersama dengan Filli" , ucap mama Isabella.
"Yang dikatakan oleh mama mertua kamu itu benar nak , Aniela masih membutuhkan kamu. Ayo kita pulang sekarang" , ucap papa Satoshi.
Akhirnya Yui san mau juga pulang setelah di bujuk oleh mama Isabella dan papa Satoshi.
Mama Isabella dan papa Gerardo mengantarkan Yui san dan papa Satoshi ke apartemen miliknya.
__ADS_1