Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 68 ~ Pengorbanan cinta~


__ADS_3

Setelah sampai di rumah kontarakan nya dela merasa aneh dengan sikap suaminya karna dia terus gelisah sendiri,dia tidak tau kenapa suaminya tiba-tiba berubah.


"Sayang kamu kenapa,dari tadi aku perhatikan kamu gelisah terus,apa ada yang tidak beres?" tanya Dela,dia benar-benar takut jika sesuatu terjadi dengan suaminya,karna dia adalah pria yang telah mengorbankan segalanya demi cinta mereka.


Mahesa me dekati Dela lalu meraih tangan istrinya,dia benar-benar frustasi harus mengatakan kepada istrinya itu.


"Sayang tadi aku melihat Nadia mengikuti kita,aku takut jika dia melaporkan kepada keluargaku jika kita di kota ini,aku tau sekarang ini nenek sedang mencari-cari kita bahkan dia akan memberikan imbalan bagi orang yang bisa memberi tau di mana keberadaan kita." Ucap Mahesa,Dela membulatkan matanya dia tidak menyangka jika Nadia juga berada di kota ini.


"Sejak kapan Nadia berada di kota ini bukan kah dia di kota J?"


"Aku dulu memulangkan dia dan mengancamnya makanya dia kembali ke kota ini.Dela ayo kita berangkat malam ini,kita kembali ke kota,disana kita bisa mencari rumah lagi,serahkan semuanya kepadaku,yang penting malam ini kita pergi dari kota ini." Ucap Mahesa,Dela hannya pasrah dia juga tidak ingin berpisah dengan suaminya apalagi beberapa bulan lagi dia akan melahirkan.


Akhirnya mereka berangkat ke kota malam itu juga.Setelah membayar tiket Mahesa kehabisan uang mereka sama sekali tidak punya uang pegangan lagi.Sesampainya di kota sudah hampir pagi Mahesa menghubungi seseorang yang selalu siap membantunya siapa lagi kalau bukan Doni mantan asistennya.


"Bos.....Apa yang terjadi hingga bos terlantar seperti ini?" Tanya Doni kali ini dia benar-benar kaget melihat penampilan dari bosnya itu,dia tidak menyangka jika bosnya akan melakukan hal segila itu demi seorang wanita.


"Nanti saja aku cerita,bawa kami ke rumah mu,aku sudah tidak punya apa-apa sekarang." Ucap Mahesa.Doni lalu membawa kedua pasangan itu,sebenarnya dia takut ikut campur urusan pribadi bosnya,tapi dia tidak tau harus bagaimana,dengan terpaksa dia harus menyelamatkan bosnya terlebih dahulu.


Doni membiarkan kedua pasangan itu untuk tinggal di rumahnya untuk beberapa lama,sebenarnya dia begitu kagum dan juga kasihan kepada Mahesa,dia mengorbankan segalanya demi cinta.Doni sengaja membawa Mahesa kerumahnya yang baru saja di belinya beberapa bulan yang lalu,apalagi dia melihat keadaan Dela yang sedang hamil dia semakin tidak tega melihat pasangan itu di pisahkan oleh neneknya yang begitu kejam dan juga Arongan.

__ADS_1


"Sayang apa kita tidak merepotkan Doni?" Tanya Dela,di saat mereka sedang istrahat di kamar karna mereka begitu lelah karna habis melakukan perjalanan jauh.


"Tidak sayang,kamu tidur saja, kamu harus banyak istrahat,aku tidak mau nanti anak kita kenapa-napa." Ucap Mahesa,Dela langsung menuruti ucapan suaminya dia langsung tidur di pelukan suaminya.Melihat Dela sudah tidur Mahesa pergi keruang tamu lalu menghidupkan televisi dia ingin melihat sejauh mana neneknya menghancurkan reputasinya.


Untuk beberapa saat dia menonton televisi dia melihat banyaknya televisi yang menyiarkan kehilangannya sebagai pewaris seluruh perusahan neneknya.


"Nenek,seandainya kamu menuruti satu permintaanku ini,maka aku tidak hidup sesulit ini sekarang,kamu bilang aku cucumu yang berharga tapi omongan mu sangat tidak pantas,jika aku berharga tidak akan mungkin kamu tega memblokir semua kartuku,kamu munafik nenek." Ucap Mahesa,dia lalu mematikan televisi dan Kemabli menemui istrinya.Dia membaringkan tubuhnya di samping istrinya dan mengelus perut buncit istrinya.


"Bagaimana mungkin aku tega meninggalkan istriku,sementara dia hamil anakku,darah daging ku."suara hati Mahesa,dia sebenarnya sudah tidak tahan menjalani hidup tidak tenang,dia tau selamanya neneknya akan menganggunya.Entah kenapa timbul di pikiran Mahesa untuk membawa istrinya ke hadapan neneknya dia ingin melihat apakah neneknya luluh jika melihat Dela hamil.


Mahesa akhirnya memutuskan akan kembali ke rumahnya dan menemui neneknya,dia ingin melihat apa neneknya akan terus menolak dela sementara dia sedang hamil.Mahesa akhirnya membangunkan Dela.


"Tidak sayang." Jawab dela dia akhirnya bangun karna hari sudah semakin siang.


"Sayang...aku rencananya ingin pulang kerumah,tapi kamu harus ikut aku ingin melihat apa nenek masih menolak mu sementara di rahimmu ada anakku." Ucap Mahesa,Dela terdiam mendengar ucapan Mahesa,dia sebenarnya sangat berat untuk pergi menemui keluarga suaminya tapi dia benar-benar tidak tega melihat Mahesa selama ini hidup susah dengannya.


"Aku akan mengikutinya kemana pun kamu membawaku mas." Ucap Dela,dia tidak ingin mengecewakan suaminya yang sudah banyak berkorban untuknya.


Akhirnya mereka berangkat menemui sang nenek di antar oleh Doni,dia sengaja menghubungi Doni karna dia sudah tidak punya uang jika harus naik taksi.Sesampainya di rumahnya semua penjaga pelayan dan orang-orang yang ada disana begitu terkejut melihat kedatangan Mahesa.

__ADS_1


"Tuan....Kamu akhirnya kembali." Ucap beberapa pelayan,putri sang babu yang pernah jatuh hati kepadanya mengabaikan kedatangan tuannya,dia sudah mengalah dengan perasaanya semenjak dia tau betapa buruknya sikap neneknya itu.


"Di mana nenek?"


"Aku disini anak nakal sini kamu." Ucap sang nenek lalu mendekati Mahesa dan menarik kupingnya.


"Kemana saja kamu beberapa bulan ini,apa kamu ingin melihat nenek mu ini mati,nenek begitu merindukanmu." Ucap wanita tua itu dan tampa sadar dia memeluk tubuh Mahesa dengan erat dia benar-benar bahagia saat melihat Mahesa sudah kembali kerumahnya dengan keadaan sehat.Untuk sementara dia mengabaikan keberadaan Dela dia tidak ingin membuat cucunya kembali marah dan meninggalkannya lagi.


"Ayo anak nakal sini kamu,lihatlah tubuhmu sangat kurus dan kulitmu begitu hitam,apa kamu begitu menderita selama ini." Ucap sang nenek sambil terus menelusuri tubuh cucu kesayangannya itu.


"Pelayan siapkan berbagai makanan untuk cucuku,lihatlah dia begitu kurus." Ucap sang nenek,Mahesa begitu risih diperlakukan seperti anak kecil,dia langsung berdiri dan menghampiri Dela yang masih berdiri tampa ada yang peduli dengannya.


"Sayang duduk lah disini,jika kamu memang mencintaiku nenek,kamu juga harus menerima istriku ini dan juga calon anak kami." Ucap Mahesa lalu membawa Dela duduk di sampingnya.Sang nenek masih menahan emosinya,dia tidak ingin mencari keributan dia begitu takut jika Mahesa pergi lagi.


"Mama....Apa Mahesa Kemabli?" Tiba-tiba Maya suaminya dan Grace sudah berada di ruangan itu." Mereka terpaku melihat Mahesa dan Dela yang sedang duduk di sopa,Maya semakin kaget melihat perut dela yang sudah lumayan membesar.


"Apa-apaan ini mas,untuk apa kamu membawa wanita itu kembali kerumah ini."


****bersambung***

__ADS_1


__ADS_2