Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 95 ~ Keributan ~


__ADS_3

Keesokan paginya Dela terbangun saat mendengar suara gemercik air dikamar mandi,Dia merasa heran karna tidak biasanya suaminya bangun begitu cepat, akhirnya dia juga beranjak dari ranjang lalu mengambil pakaian yang akan dikenakan suaminya ke kantor.Hal ini selalu dilakukan oleh Dela karna dia tidak ingin suaminya dilayani oleh para pelayan dirumah itu.Rasanya dia merasa tidak nyaman jika kebutuhan suaminya saja harus dipenuhi oleh pelayan walaupun sebenarnya Mahesa tidak mempermasalahkannya.


"Sayang kamu sudah bangun?" Tanya mahesa,saat dia keluar dari kamar mandi wangi semerbak sabun sangat tercium di ruangan itu.


"Sudah sayang,kenapa cepat berangkat sayang tumben,apa ada wanita lain yang menunggu mu?" tanya Dela,menggoda suaminya padahal dia jelas tau jika suaminya adalah pria yang sangat baik.


"Apa kamu ingin aku selingkuh sayang?" Tanya Mahesa balik menggoda,Dela mencibirkan lidahnya mendengar pertanyaan yang dilontarkan suaminya.


"Coba saja berani aku potong burung mu." Ucap Dela santai,mendengar ucapan istrinya seketika Mahesa ngakak.


"Hahaha....Jadi kalau kamu potong punyaku,terus kalau kamu pengen gituan pakai apa sayang?" Tanya Mahesa semakin menggoda istrinya,dan Dela terus menjawabnya tidak mau kalah.


"Kan di dapur ada terong sayang yang besar yang kecil banyak tuh." Jawab Dela semakin membuat Mahesa gemas dengan istrinya.


"Kalau bukan karna kamu hamil sayang aku sudah menghabisi mu dengan caraku sendiri." Ucap Mahesa lalu merangkul pundak istrinya dan membawanya ke meja makan.


Suasana di meja makan begitu hangat karna Mahesa dan Dela begitu bahagia pagi ini,Dela berjalan ke dapur lalu membuat kopi untuk suaminya.

__ADS_1


"Kamu ingin sarapan sayang?" Tanya Dela Mahesa mengangguk karna memang dia lagi tidak ingin makan.Setelah Mahesa menghabiskan kopinya dia akhirnya pamit berangkat dia mendaratkan ciuman di kening Dela lalu menyentuh perut buncit istrinya.


"Jaga mama ya sayang." Ucap Mahesa dan langsung berangkat kekantor dengan suasana hati yang begitu bahagia karna hari ini Dela melayaninya sebaik mungkin.


Setelah mobil Mahesa menghilang di persimpangan Dela kembali masuk kerumah,senyuman menghiasi wajahnya,rasanya dia begitu bahagia dengan keromantisan suaminya.Sudah lama mereka tidak menikmati waktu bersama apa lagi saat putri datang kehidupannya rasanya hari-harinya begitu suram.


Saat dia akan kembali ke dalam kamarnya,tiba-tiba dia melihat pintu kamar putri terbuka tiba-tiba dia teringat uangnya yang di ambil oleh putri.Dela akhirnya menghampiri putri,dia tidak terima saat uang yang sudah dikumpulkannya selama ini harus hilang begitu aja.


"Putri,kembalikan uangku yang sudah kamu curi!!" Ucap Dela,rasanya dia ingin memaki putri saking geramnya.


"Uang apa maksudmu,uang lima juta itu ya,kamu keterlaluan banget sih kak,baru lima juta saja kamu sudah kayak kesetanan seperti itu." Ucap Putri santai,dia tidak peduli dengan ekspresi wajah Dela yang sudah sangat marah.


"Kak_ kamu jahat kak,kamu tega samaku,mentang-mentang suami mu orang kaya kamu tega menganiaya anak yatim...Hiks...hiks...hiks." Putri bersandiwara di hadapan Dela,tetapi Dela sedikit pun tidak merasa simpati dengan sandiwara putri,karna dia sudah lama kenal dengan putri.


"Aku akan pergi ke perusahan bang Mahesa, aku akan memberitahu semua perbuatan mu kepadaku." Ucap Putri lalu berlari menuju kamarnya,Dela mengabaikan sikap putri dia sangat yakin jika suaminya tidak akan percaya dengan semua sandiwara putri.


Sebelum Dela memasuki kamarnya dia melihat putri keluar dari kamarnya dengan langkah tergesa-gesa,Dela mengabaikannya lalu mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada suaminya.

__ADS_1


[ Sayang ,jika putri datang ke kantormu silahkan usir,kamu harus menjaga jarak dengannya jika kamu masih mencintaiku.] Tampa pikir panjang Dela langsung mengirim pesan,akhirnya perasaanya tidak tenang saat putri mengancamnya dia takut jika putri mengadu yang tidak-tidak.


*****


Mahesa memasuki gedung perusahaannya dengan perasan yang sangat bahagia,sepanjang jalan wajahnya selalu dihiasi senyuman hingga para kariawan yang menyapanya merasa bahagia.


"Pagi...tuan."


"Pagi tuan." Mahesa membalas sapaan kariawan nya dengan senyuman.Saat dia akan menaiki lift tiba-tiba Karin sudah datang dengan langkah yang sangat cepat.


"Selamat pagi tuan Mahesa." Mahesa kaget mendengar suara itu akhirnya dia menoleh kebelakang dan melihat Karin sudah berjalan mendekatinya.


"Apa yang kamu lakukan di kantorku?" Tanya Mahesa,akhir-akhir ini Mahesa merasa risih dengan sikap Karin yang sedikit caper menurutnya,


"Kita naik tuan ada hal penting yang ingin ku sampaikan." Ucap Karin lalu dia terlebih dahulu masuk kedalam lift disusul oleh Mahesa yang sedikit kesal.


"Ada apa kamu datang kekantor ku,aku harap kamu tidak punya tujuan sesuatu,mendekatiku ingat aku sudah menikah dan akan punya anak aku sangaaat mencintai istriku melebihi apa pun,jika kedatanganku hannya ingin merusak suasana lebih baik kamu mundur perasan cintaku kepadaku istriku tidak akan ku tukar dengan apa pun." Ucap Mahesa,saat pintu terbuka dia langsung pergi meninggalkan Karin dan berjalan menuju kantornya.

__ADS_1


**** bersambung****


__ADS_2