
Dela menatap lurus ke jalan,akhirnya apa yang di tunggunya selama ini tercapai juga,kebahagian yang tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata intinya dia sangat bersyukur untuk itu semua.
"Mas kita disini saja,sekalian juga beli beberapa kebutuhan Alexa." Ucap Dela mengingatkan suaminya,Mahesa menepikan mobilnya lalu masuk kedalam Transmart yang sudah sangat ramai.Mereka sengaja belanja di sana agar tidak memakan waktu yang lama,apalagi suasana di rumah masih lumayan sibuk setelah pesat tadi sore.
Pada saat Mahesa dan Dela akan melangkah masuk kedalam toko,tiba-tiba seseorang memanggil Dela dari belakang,baik Mahesa atau pun Dela langsung menoleh ke arah suara itu
"Nadia,"Dela cukup kaget melihat kehadiran Nadia di hadapannya,sudah sangat lama mereka tidak bertemu, sejak Mahesa mengusir Nadia dari kota besar ini.
"Dela bisakah kita bicara sebentar aku ingin bicara denganmu,"
"Maaf aku sibuk,anakku sudah menungguku di rumah." Lupa sedikit familiar dengan wanita itu,dia lupa kalau dulu Nadia pernah menggodanya bahkan nyaris menjual Dela ke lelaki hidung belang.
"Sebentar saja,berikan aku waktumu sepuluh menit saja,aku hannya ingin minta maaf untuk semua kesalahanku dimasa lalu untukmu,please,aku tau aku sudah tidak layak,selama ini aku sangat menyesal dan selalu merasa bersalah untuk semua kesalahan yang pernah aku lakukan untukmu." Ucap Nadia.Dela menatap ada wajah Nadia,dia yakin memang Nadia sudah berubah terlihat dari penampilannya yang sangat berantakan.
"Baiklah aku memberikan kamu waktu setengah jam," Ucap Dela,Mahesa berjalan lebih dulu memasuki tempat perbelanjaan,Dela memberikan daftar belanjaan untuk Alexa anak mereka dengan senang hati Mahesa menuruti keinginan istrinya.
"Apa yang terjadi dengan mu,dan kenapa kamu terlihat sangat kurus,dan wajahmu sangat pucat?" Tanya Dela sambil memandangi wajah Nadia.Dulu mereka sahabat yang sangat dekat sebelum Nadia memiliki rencana jahat untuk Dela,dan Nadia juga yang membawa Dela ke kota ini,tetapi waktu itu Nadia gelap pada saat hidupnya masih jaya menjadi seorang kupu-kupu malam sebelum dia mengidap penyakit yang sangat parah.Dia menghabiskan seluruh hartanya untuk biaya perobatannya,dan untungnya penyakitnya berangsur-angsur sembuh dan sekarang dia melanjutkan hidup dengan bekerja di sebuah warung makan.
__ADS_1
"Aku sakit Dela tidak lama sejak kamu pergi aku menderita penyakit yang sangat parah,seluruh hartaku habis untuk biaya perobatan ku,aku sangat menyesal pernah bekerja sebagai kupu-kupu malam,aku kira hidupku akan bahagia ternyata hidupku hancur keluargaku sudah membuang ku,karena sudah membuat malu mereka," Nadia menyeka air mata yang hampir jatuh di wajahnya.
"Kamu beruntung Dela mendapat suami yang sangat baik,dan kaya juga,aku tidak pernah menyangka jika hidup mu akan berubah sebaik ini,aku iri padamu Dela,kamu tau dimana putri tinggal sekarang?" Tanya Nadia,Dela cukup prihatin dengan hidup sahabat lamanya itu,dia tidak menyangka keluarganya tega membuangnya setelah dia sakit padahal selama ini Nadia cukup baik membantu keluarganya di kampung.
"Dia bersamaku dan dia sudah bekerja di perusahaan milik suamiku,dia juga sudah sangat berubah,dia semakin baik." Ucap Dela.
"Dela bantu aku untuk bisa bekerja di perusahan suamimu,jadi OB pun aku tidak masalah agar aku bisa melanjutkan hidupku,aku mohon " Ucap Nadia sambil menggenggam tangan Dela,Nadia dan sangat berharap sahabat lamanya itu bisa membantunya.
"Sudah sayang,aku sudah selesai belanja kebutuhan anak kita,sekarang kamu tinggal beli kebutuhan Rehan," Tiba-tiba Mahesa sudah berdiri di hadapan mereka Dela menundukkan kepala dia tidak berani menatap Mahesa,dia juga berharap pria itu sudah lupa dengannya.
"Baik mas,aku akan pikirkan permintaanmu Nadia,aku masuk dulu soalnya aku ingin belanja."
Sebelum mereka meninggalkan tempat itu,Dela memberikan kartu nama milik suaminya kepada Nadia,supaya mereka bisa bertemu lagi,apalagi Nadia meminta pekerjaan untuk Dela.
*****
Pada saat Mahesa dan istrinya sampai di rumah,mereka berdua sangat kaget karena ternyata para pelayan masih ada acara di belakang rumah,mereka terlihat sangat bahagia membuat api unggun sambil bakar-bakar ikan dan juga daging,Dela menghampiri mereka,karena Alexa juga terlihat di sana yang di bawa oleh baby sitter nya.
__ADS_1
"Wah....Sedang apa ini,ternyata masih ada acara kok bilang-bilang sih?"
"Maaf nyonya,tadi nyonya besar mengumumkan kalau kami semua pelayan dan seluruh pekerja di rumah ini bisa juga buat acara sendiri,ya sudah cuma ini yang bisa kami lakukan,ternyata tuan bara juga sangat menyukainya dan dia juga ternyata pintar bernyanyi." jawab seorang pelayan ,Mahesa juga menghampiri mereka,
"Tuan nyonya besar memanggil anda," seorang pelayan yang baru saja keluar dari dalam rumah memberitahu kepada Mahesa jika neneknya memanghilanya.
Dela dan suaminya juga masuk,ternyata kedua orang tua dan neneknya sudah menunggu mereka berdua di ruang tamu.
"Ada apa nenek?"
"Duduklah,nenek ingin mengingatkan kamu agar segera membuat pesta pernikahan kalian karena status kalian masih hannya menikah siri,kamu harus sudah memikirkan itu,agar secepatnya kami mengurus akte lahir Alexa dan semua surat-surat penting lainnya."
"Aku juga sudah memikirkan itu nenek,dua Minggu lagi ada tanggal merah selama dua hari,sepertinya lebih kita merayakan itu di tanggal merah agar lebih tenang." jawab Mahesa.
"Pikirkan semuanya,biar mama mu yang mengurus semuanya dan nenek akan menulis seluruh undangan, siapa-siapa saja yang layak mendapat undangan,karena yang kita undang itu semua klien kita dan juga para pemegang saham.kamu dan istrimu hannya perlu mengurus pakaian kalian,pergilah kalian ke desainer langganan kita,sebelumya aku sudah menghubunginya dan meminta mereka untuk mencari yang pas untuk kalian." Jawab nenek.Mahesa langsung berdiri lalu memeluk neneknya dia sangat terharu dengan kebaikan neneknya.Ternyata semu indah pada waktunya setelah begitu banyak penderitanya yang mereka lewati selama ini.
"Makasih untuk semuanya nenek,saat ini aku tidak bisa berkata-kata untuk semua ke baikan mu untukku." Ucap mahesa setelah itu dia juga tidak lupa memeluk ibu dan ayahnya,Dela juga melakukan hal yang sama,kebahagian yang tidak ternilai harganya.
__ADS_1
*** bersambung***