Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 130 ~ Menerima maaf mu ~


__ADS_3

Dela membawa putri masuk kedalam rumahnya lalu membawanya ke dapur,setelah itu dia mempersilahkan putri duduk,Dela sangat yakin jika putri sudah menyadari semua kesalahannya terbukti dari sikapnya yang berubah sangat sopan dan terlihat ketakutan.


"Bibi,berikan dia makan,terus kamu susun semua barang-barang belanjaan itu kedalam lemari pendingin." Dela duduk di kursi menemani putri yang sedang makan,walupun dia kelaparan dia terlihat sangat menjaga sikapnya di hadapan Dela.


"Mulai besok kamu ikut suami kakak ke perusahan, kamu bekerja di sana sebagai OB,kamu harus bekerja,supaya kamu ada masa depan,ingat putri sekalipun kita punya keluarga kaya kita tidak boleh mengemis dan tidak boleh mengandalkan orang lain,berdiri di kaki sendiri itu jauh lebih baik,biar pun kita miskin kalau kita punya pekerjaan orang akan segan kepada kita,kamu mengerti." Ucap Dela memberi nasihat kepada adiknya agar dia mau berubah dan menjaga dirinya.


"Terima kasih kak,aku tidak tau harus bagaimana kepada Kaka,aku sangat menyesal atas sikap ku selama ini,bahkan aku sudah mencuri barang berharga milik kaka demi ambisi ku,sekali lagi maafkan aku Kaka,aku akan bekerja dengan baik mulai sekarang,sekali lagi terima kasih ya Kaka." Ucap Putri lalu meletakkan sendok dan piring dan memeluk Dela dengan sangat erat.


"Cie....yang udah baikan,begitu dong,kamu harus bersyukur putri punya Kaka yang punya hati sangat baik dan lembut,coba kalau kaka mu jahat mungkin kamu sudah membusuk di penjara,ngomong-ngomong siapa yang melepaskan kalian dari penjara?" Tiba-tiba saja Mahesa sudah datang menghampiri mereka sambil membawa Alexa,dia menimang-nimang Alexa yang belum mau tidur padahal malam sudah mulai larut.

__ADS_1


"Aku tidak tau bang,kemarin itu seorang pria datang ke penjara lalu meminta polisi untuk mengeluarkan kami,setelah itu pria itu tidak pernah datang lagi menemui kami.Bang berikan kepanasan ku aku ingin menggendongnya "Ucap putri,lalu dia meminta Alexa dan Mahesa duduk di samping istrinya.


"Halo....Keponakan Kaka yang sangat imut, cantik, dan comel,hayo jangan nangis ini kakak kamu,cup....ummah....ummah...." Putri terus menggoda Alexa,karna semakin gemas melihat Alexa putri membawanya ke kamar tamu dan mengajaknya bermain di sana.


"Mas mulai besok kamu bawa dia bekerja di perusahaan,untuk sementara buat dia bekerja di sana,aku takut dia hannya berpura-pura baik saja,kalau memang dia benar-benar sudah berubah biarkan dia tinggal bersama kita biar bagaimana pun cuma dia satu-satunya keluargaku yang tersisa." Ucap Dela.


****


"Putri,ini masih sangat pagi,kenapa kamu berangkat pagi-pagi sekali? tanya Dela pada saat dia keluar dari kamar.

__ADS_1


"Iya kak hari ini aku bertugas sebagai piket,jadi semua pekerjaan kantor aku yang mengerjakan.Memang sih di bantu oleh orang lain tapi pekerjaan mereka tidak sebanyak pekerjaanku." Jawab putri.


"Ohh,hati-hati di jalan jangan lupa pakai jaket agar tidak dingin." Dela mengingatkan putri,dia mengantar putri sampai dia benar-benar meninggalkan rumahnya,dia sangat bersyukur melihat perubahan putri adiknya.


*****


Sementara itu di rumah sakit,seorang wanita tua terlihat sedang merenung,bahkan terlihat setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.


"Apakah Mahesa benar-benar mengabaikan aku,kenapa dia tidak pernah mengunjungi ku? apa yang terjadi dengan hidupku bahkan aku kehilangan penglihatan ku itu karna ulah nya,dia melawan semua keinginanku." Ucap wanita tua itu dengan suara tangisnya yang sangat pilu.

__ADS_1


"Sudah lah ma,aku akan membujuk Mahesa agar dia datang menjenguk mu." Jawab ibunya Mahesa yang sedang menjaganya di sana.


** bersambung***


__ADS_2