
Sang nenek semakin kesal melihat wanita yang sangat agresif kepada Mahesa,dia sangat malas meladeni orang-orang miskin yang begitu norak.Jiwa sombongnya kembali merasukinya karna saking kesalnya melihat wanita itu.
"Hei wanita norak,apa kamu belum selesai mengambil Poto cucuku,apa kamu nga punya kerjaan hingga kamu terus menganggu cucuku dari tadi? kamu tau kemana pemilik rumah ini?" Tanya sang nenek,dia sudah tidak tahan melihat wanita itu dari tadi mengganggu cucunya.
"Ma...maafkan aku nyonya,papanya Grace lagi sakit keras mereka lagi di rumah sakit tapi aku tidak tau dirumah sakit mana."
"Aahh....Sialan menghabiskan waktuku saja melakukan sesuatu yang tidak berguna seperti ini."Ucap sang nenek lalu berjalan memasuki mobil mewahnya diikuti oleh Mahesa.
"Uhhhh....Dasar orang kaya,baru ambil Poto cucunya saja sudah songong."Ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan halaman rumah Grace.
Sementara itu Grace duduk disebuah taman,ingin sekali dia menghubungi mertua neneknya atau suaminya tapi dia begitu enggan untuk melakukan itu,ada rasa sakit di hatinya disaat Mahesa yang sangat dicintai tidak memberikan cinta sedikit pun untuknya.Dia hannya memandangi semua orang yang ada di taman rumah sakit itu hingga tidak sadar seseorang mendekatinya.
"Apa yang dilakukan wanita secantik kamu di taman ini?sepertinya wajahmu sangat familiar?" Ucap pria itu lalu duduk di samping Grace,lalu Grace menoleh ke arah suara yang menegurnya.
"Anda berbicara kepadaku?" Tanya grace dia bingung karna saat itu dia sendiri yang duduk di kursi.Apalagi pria itu sudah berada disampingnya.
"Jangan terlalu formal,panggi aku Angga kebetulan aku lewat karna ada saudara yang dirawat dirumah sakit ini,Karan aku bosan iseng-iseng melewati taman ini dan melihat wanita secantik kamu sedang duduk disini." Ucap Angga menebar senyum menggodanya kepada Grace.
"Hmm,aku tidak suka rayuan gombal murahan mu itu,apa tujuanmu jika tidak ada pergi dari hadapanku,Karna aku sedang tidak ingin di ganggu."Ucap grace lalu mengalihkan pandangannya pada seorang ibu hamil yang sedang dibantu suaminya berjalan.
Grace terus menatap pria itu,dia sangat mengangumi pria itu, yang dengan sabar mau membantu istrinya untuk berjalan di area rumah sakit,mungkin dia ingin melahirkan.Dia terus terhanyut dalam lamunan hingga tidak sadar jika Angga masih di sampingnya.
__ADS_1
"Apa kamu mengangumi pria itu? wanita memang seperti itu selalu menganggap milik orang lain lebih baik dari pada milik sendiri."Ucap Angga membuyarkan lamunan Grace.
"Ternyata kamu masih disini,apa kamu tidak ada kerjaan terus memantau ku disini."Ucap Grace dia kesal karna pria itu menganggu ketenangannya.
"Maaf,aku hannya penasaran saja tapi sepertinya wajahmu sangat familiar bukankah kamu istrinya konglomerat hebat itu?" Tanya Angga,seketika wajah Grace berubah dia cukup bangga karna ternyata ada saja yang tau jika dia istri dari seorang konglomerat.
"Ternyata kamu tau juga?" Angga langsung menatap Grace dia melihat perubahan di wajah wanita itu.
"Siapa sih yang tidak kenal dengan Mahesa,pria tampan dan mapan masa Depan akan terjamin sampai tuju turunan,bukan kah semua wanita menginginkan itu.Tapi kamu tau nga biasanya kalau pria kaya seperti itu dia tidak pintar memuaskan pasangan."Ucap Angga membuat rona wajah Grace berubah.
"Benar tidak apa kataku,jika kamu tidak puas di ranjang aku bisa memuaskan mu."Ucap Angga tanpa takut sedikit pun.
"Dasar bajingan kamu,nga tau malu jelas-jelas kamu tau aku punya laki malah kamu bicara nga sopan."Ucap Grace dan segera berlalu meninggalkan Angga dan menemui keluarganya.Angga hannya tersenyum menatap kepergian Grace dia menelan saliva nya saat menatap bokong Grace yang terus bergoyang dengan sangat indah.
*****
Putri berjalan memasuki gedung perusahan milik Mahesa,dia terlihat sangat mengagumi kemewahan gedung itu.
"Nga nyangka Dela bisa dinikahi pria kaya raya,harusnya aku yang menikah dengan pria ini,dia pasti hidup penuh dengan kemewahan,aku cukup bangga sekarang karna aku akan semakin mendekati Dela dan keluarganya agar aku bisa menumpang kekayaan dengan mereka."Ucap Putri dia merasa sedikit takut untuk memasuki gedung itu beruntung seorang security datang menghampirinya.
"Ada yang bisa saya bantu nona?"
__ADS_1
"Maaf pak,aku ingin bertemu dengan tuan Mahesa!!" Security menatap Putri dari atas kebawah dia sudah yakin wanita itu bukan dari kalangan orang hebat.
"Maaf,apa nona sudah buat janji?"
"Belum pak,tapi kemarin tuan Mahesa yang memberikan kartu namanya kepadaku." Ucap Putri dia merasa takut,dia tidak menyangka akan sesulit itu bertemu dengan suami dari Kaka nya itu.
"Baik tunggu disini aku akan menghubungi beliau."Ucap sang security dan meninggalkan putri yang masih berdiri diluar.Setelah mendapat ijin akhirnya security membawa putri memasuki ruangan Mahesa,tidak henti-hentinya putri mengagumi perusahan milik suami Kaka nya itu.
"Hahahah,ternyata tampa kerja keras akhirnya aku bisa menjadi orang kaya."Ucap putri dalam hati dia tidak menyangka Dewi portuna hadir di hidupnya hingga membuat dia bisa bertemu kakaknya yang sudah dinikahi pria kaya.
"Tuan,aku mengantar nona ini menemui tuan."Ucap security,Mahesa langsung menghentikan pekerjaannya lalu berdiri dan duduk di sopa,sementara itu putri terlihat sangat gugup.
"Duduk,apa kamu akan berdiri terus disitu?" Tanya Mahesa membuat putri semakin gugup,dia kaget mendengar suara Mahesa yang sangat menusuk telinga.
"Ba...b..baik bang."Ucap Putri dia tidak tau harus bicara apa kepada Mahesa jika bukan karna dia ingin merubah nasibnya yang sangat buruk dia tidak akan Sudi menemui Mahesa.
"Ada apa kamu ingin bertemu denganku?" Tanya Mahesa kembali dia sangat tau jika putri sangat gugup.Mahesa belum tau cerita masa lalu antara Dela dan keluarganya makanya Mahesa menyambut putri dengan baik.
"Aku sebenarnya ingin bertemu Kaka bang,sudah lama aku dan Kaka pisah,jadi mulai sekarang aku akan tinggal bersama Kaka apalagi sebentar lagi Kaka akan lahiran aku ingin menemaninya."Ucap Putri,dia mencari cara agar Mahesa luluh dan membawanya tinggal bersama keluarganya.Mahesa seketika luluh mendengar ucapan putri,dia sangat bersyukur jika ada yang menemani istrinya dari keluarganya,bahkan itu lebih baik Karna dia mengira putri sebaik ucapannya.
"Baiklah hari ini kamu akan aku bawa pulang kerumah,kamu bisa tinggal menemani kakakmu,aku lebih senang jika kamu bisa menjaga Dela dengan baik."Ucap Mahesa hal itu membuat putri bersorak girang dalam hatinya.
__ADS_1
"Yes.....yes....yes,selamat tinggal dunia miskin aku akan memanfaatkan Kakakku menjadi wanita yang sangat aku impikan."
****bersambung****