Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 176


__ADS_3

Yui san ikut dengan Alberto ke perusahaan.


Saat itu Alberto sudah meminta Santo untuk datang ke ruangannya.


Saat Yui san sudah memberitahukan design interior yang dia inginkan...


"Ini bisa selesai dalam 2 bulan kan?" , ucap Alberto.


"Lebih dari 2 bulan pak , karena banyak yang harus di buat dulu untuk model lemarinya" , jawab Santo.


"Saya gak mau tau ya Santo , saya mau semua ini sudah selesai dalam 2 bulan. Saya maunya ketika anak saya lahir , kami sudah pindah ke apartemen baru" , ucap Alberto.


Santo hanya bisa menelan saliva nya dengan kuat , karena dia tau , apapun keinginan dari Alberto tidak bisa ditolak.


"Baik pak , akan saya usahakan" , jawab Santo sambil permisi dan keluar dari ruangan Alberto.


"Apa gak salah , minta dibuatin semua itu dalam waktu dua bulan? Mana permintaan dari istrinya banyak banget lagi. Kalau gak diikutin dia bos besar disini , kalau diikutin aku yang keder , ini namanya kerja rodi dalam dua bulan ini" , umpat Santo dalam hatinya sambil berjalan menuju ke ruangan kerjanya.


.


.


"Suamiku , kenapa kamu mau buru-buru selesai? Selama anak kita baru lahir kan anak kita masih tidur satu kamar dengan kita" , ucap Yui san setelah Santo keluar dari ruangan kerja Alberto.


"Aku maunya begitu kamu pulang dari rumah sakit , kita sudah langsung tinggal di apartemen baru" , ucap Antonio yang sudah tidak mau dibantah lagi.


"Baiklah suamiku" , jawab Yui san.


Alberto melanjutkan pekerjaannya lagi.


********


Di Jakarta mama Farah dan mama Shinta mulai sibuk dengan persiapan acara resepsi pernikahan Kevin dan Julie yang akan diadakan dalam 2 bulan lagi.


"Semua seragam buat orang kantor sudah dibeli semua kan?" , ucap Farah untuk memastikan.


"Sudah , ini bajunya sudah datang semua. Kamu mau bawa dulu gak buat di bawa ke kantor kamu?" , ucap Shinta.


"Iya boleh , nanti ketika aku pulang , aku bawa sekalian" , ucap Farah.


"Untuk nama undangan kamu sudah ada daftarnya? Kalau sudah ada , kasih ke aku aja , nanti karyawan di kantor bisa menempelkan semua nama-nama di undangannya langsung" , ucap mama Shinta.


"Aku sudah minta dengan Chandra , tapi belum dikasih sama aku sampai sekarang" , ucap Farah.


"Baiklah nanti kalau sudah ada , kamu kasih ke aku aja. Kalau bisa dalam bulan ini ya , karena undangannya akan disebar mulai bulan depan" , ucap Shinta.

__ADS_1


"Baiklah. Kemaren kan ada MUA yang gak bisa datang saat acara kita nanti , jadinya gimana?" , ucap Farah.


"Ratna WO sudah mencarikan MUA yang lain , kalau kamu mau pakai MUA yang sudah dipilih di awal gak apa-apa , aku nanti pakai MUA yang dipilihkan oleh Ratna saja" , ucap mama Shinta yang sudah mengetahui kalau Farah pasti gak mau dengan MUA lain selain yang dipilih kemaren.


"Iya , aku yang sesuai dengan pilihan pertama saja" , ucap mama Farah.


"Baiklah" , ucap mama Shinta.


"Kalau gitu semuanya sudah beres , nanti kan tinggal tunggu bajunya diambil saja kan" , ucap mama Farah.


"Iya , nanti baju-baju kita di ambil H- 2 minggu sebelum acara berlangsung" , ucap Shinta.


"Baiklah , nanti aku suruh Agus sopir aku saja yang mengambilnya" , ucap Farah.


"Ok" , jawab mama Shinta.


"Kalau gitu aku pulang dulu ya , baju seragamnya aku bawa semua ya yang untuk karyawan aku" , ucap Farah.


"Iya , aku panggilkan Iyem dulu ya buat bantu kamu bawakan semua seragamnya" , ucap Shinta.


"Gak usah , aku panggil sopir aku saja" , ucap Farah sambil berjalan keluar dan memanggil sopirnya.


"Agus , kamu kesini sebentar" , ucap Farah.


"Kamu bawain semua seragam itu ya dan letakin semuanya di dalam mobil untuk besok di bawa tuan ke kantor" , tunjuk mama Farah ke arah setumpuk baju seragam yang akan dibagikan kepada karyawannya.


"Baik nyonya" , jawab Agus sambil mengangkat semua baju yang ditunjuk oleh mama Farah.


Setelah semua baju seragam dimasukin ke dalam mobil , mama Farah jalan pulang menuju ke rumahnya.


Mama Shinta jalan masuk lagi ke dalam rumah dan melihat kembali data-data orang yang akan diundang , jangan sampai ada yang kelupaan.


********


Kevin yang sedang berada di kantor Jakarta saat itu.....


"Kevin , apa kalian gak mau pindah ke Jakarta saja? Sekarang kita banyak melakukan kerja sama dengan perusahaan besar disini dan meeting juga akan semakin banyak ke depannya" , ucap papa Chandra.


"Julie masih mau kerja di Bali pa" , jawab Kevin.


"Harusnya kamu yang membuat keputusan , bukan istri kamu" , ucap papa Chandra.


"Tapi aku gak mau kalau nanti Julie merasa gak nyaman selama tinggal di Jakarta pa" , ucap Kevin.


"Sekarang kan mama sudah sayang dengan Christian , papa rasa gak ada salahnya kalian untuk tinggal di Jakarta" , ucap papa Chandra.

__ADS_1


"Nanti setelah aku sampai di Bali , aku bicarakan dengan Julie dulu ya pa" , jawab Kevin.


"Iya nak , soalnya sekarang kita pasti akan lebih sibuk lagi disini. Papa juga sudah gak sanggup untuk menangani semua kerjaan disini sendiri" , ucap papa Chandra.


"Iya pa , aku harus jalan ke bandara lagi pa" , ucap Kevin.


"Baiklah nak , ayo papa antarkan" , ucap papa Chandra.


Kevin pun menganggukkan kepalanya.


Selama dalam perjalanan ke bandara hanya ada obrolan tentang pekerjaan yang dibahas disana , sampai tidak terasa mobil yang dibawa oleh papa Chandra telah sampai di bandara sore itu.


"Aku pergi dulu ya pa" , ucap Kevin sambil turun dari mobil.


"Iya nak , jangan lupa kamu pertimbangkan masalah tinggal di sini ya" , ucap papa Chandra.


"Iya pa" , jawab Kevin.


.


.


Sore itu di Bali......


"Kamu pulang sendiri hari ini Julie?" , tanya Haris yang melihat ada taksi di depan kantor mereka.


"Iya Haris , suami aku sedang ada urusan di Jakarta" , jawab Julie.


"Apa suami kamu gak capek ya pulang pergi Jakarta - Bali terus?" , ucap Haris.


"Ya mau bagaimana lagi , sudah begitu kesepakatan awal kami menikah. Aku bekerja di Bali dan dia mau gak mau harus pulang pergi Jakarta kalau dibutuhkan" , jawab Julie.


"Tapi aku merasa suatu hari pasti akan terasa capek , apalagi dengan adanya pertambahan usia , kita semakin cepat lelah" , ucap Haris.


"Ya , suami aku kan sudah terbiasa , jadi gak ada masalah. Aku pulang dulu ya , soalnya taksi aku sudah menunggu" , ucap Julie.


"Baiklah" , jawab Haris.


Julie berjalan keluar dari kantornya dan masuk ke dalam taksi yang sudah di pesannya.


Selama dalam perjalanan pulang , kata-kata yang diucapkan oleh Haris terngiang-ngiang di kepala Julie.


Sampai akhirnya Julie sudah sampai di depan rumahnya.


Julie membayar sesuai tarif yang ada disana dan berjalan masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2