
Mahesa dan Dela mengabaikan pujian putri yang dinilai berlebihan,mereka pulang kerumah karena sudah terlalu lama meninggalkan baby.Pada saat mereka sampai di rumah Mahesa kaget karena melihat ada mobil orang tuanya terparkir di halaman dan para penjaga tidak terlihat satu pun di luar menjaga pintu.Mahesa sangat panik dia langsung meninggalkan mobil di luar lalu berlari masuk kedalam rumah begitu juga Dela dengan putri.
Pada saat Mahesa sampai di ruang tamu dia sudah melihat kedua orang tuanya sedang bermain dengan Alexa dan neneknya juga duduk di kursi roda tapi dia terlihat hannya diam saja.
"Apa yang kalian lakukan di rumahku!! dan kalian para penjaga kenapa sampai membiarkan orang lain masuk kerumah ini! bukankah aku sudah melarang untuk tidak mengijinkan orang lain masuk kerumah ini,aku menggaji kalian mahal untuk apa!!!"Ucap Mahesa memekik,hingga bayi yang tadinya diam menangis mendengar suara Mahesa.Dela langsung berlari ke arah Alexa lalu mengambilnya dari storler bayi,dia sangat ketakutan saat melihat mertua dan neneknya sudah ada di rumah mereka.
Mamanya langsung berdiri menatap kearah Mahesa,sebenarnya dia sudah sangat terlalu lelah mengurusi masalah keluarga yang tidak kelar dari satu tahun yang lalu.
__ADS_1
"Anakku,apa kamu akan memutuskan hubungan antara anak dan orang tua,apa kamu akan melupakan semua kebaikan dan kasih sayang nenek kepadamu dari kamu bayi merah sampai kamu besar seperti ini? "Ucap ibunya dengan tatapan lesu,terlihat jelas kelelahan mamanya sementara papa dan neneknya hannya bisa diam mendengar ucapan wanita itu.
Seketika amarah di wajah Mahesa hilang,dia memang sangat sedih melihat keadaan neneknya yang sangat jauh berubah,badannya yang kurus dan rambutnya yang semakin menipis matanya semakin masuk kedalam menambah kesan menyeramkan di wanita itu.Mahesa tidak melihat wanita yang angkuh lagi,di wajah neneknya,wanita yang mau menang sendiri dan wanita yang sangat sombong karena dia orang hebat,yang dia lihat hannya wanita kurus yang tidak berdaya sama sekali.
Sementara itu Dela hannya bisa menunduk takut,dia juga sangat sedih melihat keadaan nenek dari suaminya,dia tidak menyangka kalau penyakit neneknya begitu memprihatikan,kalau saja mereka menerima dia di keluarga itu,dia akan mengurus nenek dengan baik dan setulus hati,tapi dia sangat takut saat dia mengurusnya mereka menilai buruk akan setiap kebaikannya.Dia juga tidak akan keberatan jika mereka semua tinggal satu rumah yang penting tidak ada tekanan seperti dulu.
Mahesa berjalan mendekati neneknya yang sedang duduk di kursi roda lalu dia berjongkok di hadapan wanita yang tidak berdaya itu lalu meraih tangannya,
__ADS_1
Mahesa menegakkan kepalanya,lalu melihat ke wajah neneknya dia menyeka air mata yang membasahi neneknya,
"Nenek aku sangat sedih melihat keadaan mu ini." Ucap Mahesa kembali lalu memeluk neneknya.
"Maafkan semua kesalahan nenek,mungkin saat ini kamu sulit memaafkan kesalahan nenek bahkan kamu tidak percaya jika nenek sudah menerima kehadiran istrimu di keluarga kita,itu hak mu,dan itu juga terjadi karena nenek pernah berbohong,selama ini nenek sudah memikirkan ternyata kekayaan yang kita miliki tidak kekal bahkan tidak bisa membuat nenek bahagia di hari tua nenek.Nenek sangat menyesal atas semua sikap nenek di masa muda nenek." Dia menarik napas berat sepertinya dia enggan untuk melanjutkan ucapannya.
"Sayang bawa saja nenek istrahat jangan terlalu memaksakan keadaan nenek." Ucap Dela memberanikan diri.Mahesa membawa neneknya masuk kedalam kamar,lalu dia mengangkat tubuh neneknya dan membuatnya istrahat.
__ADS_1
"Terima kasih nenek,aku akan berusaha mencari pendonor mata untukmu " Ucap Mahesa lalu menutup tubun neneknya dengan selimut.
*** bersambung***