
Sudah beberapa hari Yui san di rumah sakit dalam keadaan yang tidak sadar.
Kondisi Yui san yang semakin melemah , membuat janin yang ada di dalam kandungannya tidak bisa berkembang dengan baik. Akhirnya dokter memutuskan untuk mengeluarkan janin yang ada di dalam kandungan Yui san.
"Tolong lakukan yang terbaik untuk putri saya dokter" , ucap tuan Satoshi.
"Baik tuan" , jawab dokter tersebut.
Beberapa perawat mulai melakukan persiapan untuk membawa Yui san ke ruangan operasi.
Papa Satoshi hanya bisa terduduk lemah melihat kondisi anaknya yang masih belum memperlihatkan tanda-tanda kesadaran di sana.
Takeshi yang sedang berada di kantornya , mulai merasa khawatir.
"Kenapa Yui san sudah beberapa hari tidak menelpon aku? Biasanya juga setiap hari dia selalu menghubungi aku" , ucap Takeshi sambil memainkan pulpen di jari-jarinya.
Takeshi mengambil ponselnya dan menyentuh nama Yui san yang ada di sana.
"Kenapa ponselnya dalam keadaan tidak aktif?" , gumam Takeshi.
"Apa Yui san sudah tidak mau menghubungi aku lagi? Apa dia sengaja menghindari aku? Tapi tidak mungkin , anak yang sedang ada di dalam kandungannya itu anak aku. Aku juga harus mengambil anak itu setelah lahir" , ucap Takeshi.
Akhirnya Takeshi mengambil kunci mobilnya yang ada di meja kerja dan berjalan keluar dari ruangan kantornya.
"Mau kemana tuan? Setengah jam lagi akan ada meeting dengan perusahaan B" , ucap sekretaris Takeshi.
"Aku ada urusan sebentar. Kalau nanti orangnya datang , minta dia untuk tunggu sebentar" , ucap Takeshi.
"Baik tuan" , jawab sekretarisnya.
Takeshi keluar dari kantornya menuju ke mobil. Sampai di dalam mobil , Takeshi menjalankan mobilnya dalam keadaan cepat menuju ke rumah Yui san.
Sampai di depan rumah Yui san , Takeshi sempat merasa ragu untuk menekan bel yang ada di depan pintu. Tapi dia pun sudah tidak sabar lagi untuk bertanya kepada Yui san.
Takeshi menekan bel yang ada di sana.
Ting...Tong...
Rei san asisten rumah tangga di rumah Yui san , berjalan membukakan pintu pagar.
"Tuan Takeshi" , ucap Rei san.
"Yui san ada gak?" , tanya Takeshi.
"Nona Yui san sedang di rumah sakit tuan" , ucap Rei san.
"Kenapa Yui san di rumah sakit? Dia juga belum waktunya melahirkan" , ucap Takeshi.
__ADS_1
"Iya tuan , kemaren nona Yui san mencoba untuk bunuh diri" , ucap Rei san.
"Apa!!! Sekarang bagaimana keadaannya?" , ucap Takeshi yang terkejut dan tidak percaya.
"Kemaren tuan Satoshi mengatakan bahwa nona Yui san masih belum sadarkan diri" , ucap Rei san.
"Bagaimana kondisi anak dalam kandungannya?" , tanya Takeshi.
"Saya tidak tau tuan. Kalau tuan mau tau , tuan bisa langsung ke rumah sakit" , ucap Rei san.
"Baiklah , dia pergi ke rumah sakit biasanya kan?" , tanya Takeshi.
"Iya tuan" , jawab Rei san.
"Terima kasih" , ucap Takeshi.
"Iya , sama-sama tuan" , jawab Rei san.
Takeshi langsung berjalan menuju ke mobilnya dan mengendarainya dengan cepat menuju ke rumah sakit.
Dalam beberapa saat , mobil yang di bawa oleh Takeshi telah sampai di parkiran rumah sakit. Takeshi berjalan dengan cepat dan menanyakan di mana Yui san di rawat di meja resepsionis depan.
"Pasien di ruangan ICU dan sekarang sedang melakukan operasi" , ucap perawat yang ada di sana.
"Baiklah , terima kasih" , ucap Takeshi.
Begitu Takeshi sampai di sana , terlihat tuan Satoshi yang sedang duduk dengan wajah yang sedih di kursi yang ada di depan ruangan operasi.
"Tuan Satoshi" , panggil Takeshi.
Tuan Satoshi langsung melihat siapa yang memanggilnya.
"Takeshi , bagaimana kamu bisa ke sini?" , tanya tuan Satoshi.
"Tadi aku datang ke rumah untuk mencari Yui san. Rei san mengatakan Yui san di rawat di rumah sakit , makanya aku langsung ke sini" , ucap Takeshi.
"Iya , Yui san membunuh dirinya dengan memotong urat di pergelangan tangannya" , ucap tuan Satoshi.
"Kenapa Yui san sampai melakukan hal itu tuan?" , tanya Takeshi.
"Aku juga tidak tau , pagi-pagi begitu Aniela menangis terus , aku masuk ke dalam kamar Yui san dan terlihat Yui san sudah tidak sadarkan diri di kursi sofa dengan darah yang mengalir dari pergelangan tangannya" , cerita tuan Satoshi.
"Anak aku bagaimana tuan?" , tanya Takeshi.
"Anak kalian tidak terselamatkan. Sekarang dokter sedang melakukan operasi untuk mengeluarkan bayi kalian , karena janinnya tidak berkembang lagi" , ucap tuan Satoshi.
Seperti di sambar petir , tubuh Takeshi langsung melemah. Takeshi yang masih berdiri pun langsung merasakan lemas di kedua kakinya dan terduduk di lantai rumah sakit.
__ADS_1
"Sekarang sudah tidak ada lagi hubungan kamu dengan Yui san , kamu sudah bisa hidup dengan tenang bersama dengan istri kamu" , ucap tuan Satoshi.
"Tapi , aku masih mencintai Yui san" , ucap Takeshi.
"Kamu sudah menikah sekarang dengan wanita lain , tolong jangan mencari Yui san lagi. Aku tidak mau hubungan keluarga kita yang sebelumnya baik menjadi retak hanya karena hubungan kalian berdua" , ucap tuan Satoshi.
"Baiklah tuan Satoshi. Tolong nanti kabari keadaan Yui san kepada aku" , ucap Takeshi.
"Sudah saatnya kamu tidak perlu mengetahui apa pun yang terjadi dengan Yui san" , ucap tuan Satoshi.
Takeshi hanya bisa melihat tuan Satoshi dengan pandangan mata yang sedih di sana.
"Baiklah tuan. Kalau gitu aku pergi dulu" , ucap Takeshi sambil mengumpulkan tenaganya untuk berdiri dari sana.
Takeshi berjalan dengan tubuh yang sempoyongan menyusuri lorong rumah sakit sampai menuju ke parkiran mobil.
Begitu sampai di mobil , terdengar suara ponselnya berbunyi.
Takeshi melihat siapa yang menelponnya...ternyata sekretarisnya yang menelpon di sana.
"Halo" , jawab Takeshi.
"Halo tuan , perwakilan dari perusahaan B sudah datang untuk meeting dengan tuan" , ucap sekretarisnya di sana.
"Batalkan semua meeting saya hari ini. Kepala saya lagi sakit" , ucap Takeshi.
"Baik tuan" , jawab sekretarisnya.
Takeshi meletakkan ponselnya di atas kursi mobil yang di sebelahnya , setelah memutuskan sambungan telponnya.
"Kenapa kamu melakukan hal ini Yui san?" , ucap Takeshi sambil menyentuh keningnya.
.
.
Operasi sudah selesai , Yui san yang masih belum sadarkan diri di bawa ke kamar perawatan.
"Bagaimana kondisi anak saya dokter?" , tanya tuan Satoshi.
"Keadaan putri tuan masih sama seperti sebelumnya. Kita hanya bisa menunggu kapan putri tuan akan bangun dari tidur panjangnya. Setiap hari tuan terus saja mengobrol dengan putrinya untuk merangsang kesadarannya kembali" , ucap dokter tersebut.
"Baiklah dokter" , ucap tuan Satoshi.
Setelah dokter dan perawat keluar dari sana , tuan Satoshi berjalan dan duduk di kursi yang ada di sana untuk melihat kondisi anaknya.
"Tadi Takeshi datang ke sini untuk melihat kondisi kamu. Tapi papa sudah meminta dia untuk memutuskan hubungan dengan kamu. Sudah sepantasnya kalian tidak bersama dari awal" , ucap tuan Satoshi di dekat anaknya yang masih tidur di sana.
__ADS_1