
Yui san menjadi sering melamun setelah Alberto meninggal dunia.
Sampai anaknya yang menangis di atas kasur tidak dihiraukannya.
Papa Satoshi yang melihat anaknya berubah menjadi seperti itu pun menjadi sedih.
Papa Satoshi berjalan mendekati anaknya.
"Yui san" , panggil papa Satoshi.
Yui san masih terus melamun disana.
Papa Satoshi mulai mengguncang tubuh anaknya.
Yui san pun langsung tersadarkan dari lamunannya.
"Ada apa pa?" , tanya Yui san.
"Aniela dari tadi nangis , sepertinya dia lapar" , ucap papa Satoshi.
"Oh iya pa" , jawab Yui san sambil mengambil anaknya dan membuka kancing baju atasnya untuk menyusui anaknya.
"Kamu gak boleh seperti ini nak. Kalau kamu seperti ini , bagaimana papa bisa tenang kembali ke Jepang?", ucap papa Satoshi.
"Aku harus bagaimana pa? Aku gak tau harus bagaimana melanjutkan hidup tanpa Alberto" , ucap Yui san yang mulai menangis lagi.
"Kasian anak kamu kalau kamu seperti ini terus nak" , ucap papa Satoshi.
"Tapi siapa yang akan mengasihani aku pa? Aku gak kuat harus menjalankan semuanya sendiri disini pa" , ucap Yui san.
"Kamu itu gak sendirian nak , ada Aniela bersama kamu. Makanya kamu harus kuat" , ucap papa Satoshi.
"Apa gunanya ada Aniela , kalau pada akhirnya Alberto meninggalkan aku pa" , ucap Yui san dengan air mata yang semakin banyak mengalir di wajahnya sampai turun mengenai wajah Aniela.
"Kamu gak boleh berkata seperti itu nak" , ucap papa Satoshi.
"Iya pa , harusnya gak usah ada Aniela kalau Alberto meninggalkan aku seperti ini. Aku capek pa , aku gak sanggup untuk mengurusnya sendiri" , ucap Yui san.
"Waktu mama kamu meninggal dunia , kamu juga masih kecil nak. Tapi papa sanggup membesarkan kamu sendiri" , ucap papa Satoshi.
"Tapi kan saat itu aku sudah sekolah pa. Kalau ini Aniela masih baru lahir , melihat wajah papanya saja tidak pernah. Belum lagi kalau dia rewel buat tenangkan nya aja susah banget" , jawab Yui san dengan suara seraknya.
"Tapi kan ada Filli yang membantu kamu disini. Atau kamu mau ikut papa pulang ke Jepang?" , tanya papa Satoshi.
__ADS_1
"Apakah mertua aku akan mengizinkan aku pulang ke Jepang pa?" , tanya Yui san.
"Kalau mau kita coba bicarakan nak. Alberto kan juga sudah meninggal , mereka juga gak bisa menahan kamu disini" , ucap papa Satoshi.
"Baiklah pa , kalau gitu setelah ini aku akan bersiap-siap" , ucap Yui san.
Papa Satoshi pun menganggukkan kepalanya.
********
Di Bali Julie sudah selesai mengumpulkan semua barang-barang yang akan di bawa ke Jakarta.
"Tinggal tunggu mobil untuk pengiriman barang datang , semuanya beres sayang" , ucap Kevin sambil mengelap keringatnya.
"Iya suamiku sayang , akhirnya kita akan tinggal di Jakarta juga" , ucap Julie dengan lirih.
"Apa kamu sedih kita pergi meninggalkan Bali sayang?" , tanya Kevin.
"Aku sebenarnya masih suka berada disini , tapi aku juga tau aku gak boleh egois. Pekerjaan kamu juga sangat penting disana" , ucap Julie.
"Nanti kalau kamu mau sering-sering datang kesini kan bisa sayang" , ucap Kevin sambil tersenyum.
"Mana bisa sering-sering kesini. Gak lama lagi perut aku akan semakin membesar dan anak kita juga gak lama lagi akan lahir. Aku pasti akan sibuk mengurus kedua anak kita" , ucap Julie.
"Iya sayang , nanti ketika libur panjang kita kesini lagi ya" , ucap Kevin.
"Kemanapun kamu mau pergi , aku gak masalah sayang" , jawab Kevin.
Julie langsung berjalan mendekati tubuh suaminya dan memeluknya.
"Oops , kayaknya saya salah waktu nih" , ucap bu Sri.
"Ada apa bu?" , tanya Kevin.
"Mobil buat kirim barang sudah datang tuan" , ucap bu Sri.
"Baiklah" , jawab Kevin.
Kevin dan Julie berjalan bersama menuju ke luar dan kurir pengangkat barang mulai mengangkat kardus-kardus yang sudah berisi barang-barang mereka ke dalam mobil box.
Tidak lama semua barang pun sudah masuk kesana. Kevin memberikan sejumlah uang kepada kurir pengangkut barang dan sopir.
"Tinggal besok kita jalan ke Jakarta pakai mobil sayang" , ucap Kevin setelah mobil box yang membawa barang mereka pergi dari sana.
__ADS_1
"Iya sayang , baru kali ini aku jalan darat dari Bali ke Jakarta" , ucap Julie.
"Jalannya gak lama kok sayang , paling juga cuma sehari. Besok pagi kita jalan , subuh juga sudah sampai di Jakarta" , ucap Kevin.
Julie pun menganggukkan kepalanya.
Kevin dan Julie masuk ke dalam rumah , terlihat mama Shinta dan mama Farah sudah mulai menyiapkan beberapa makanan untuk dijadikan bekal mereka selama di jalan.
Tidak lama Wayan mulai keluar dari kamarnya setelah menyusun semua barang-barangnya.
"Nyonya , tuan dan nyonya besar , saya mau pulang dulu ya. Terima kasih atas kebaikan tuan dan nyonya selama saya bekerja disini" , ucap Wayan yang sudah terakhir bekerja hari itu.
"Iya Wayan , terima kasih ya selama ini sudah menjaga Christian dengan sangat baik" , ucap Julie.
"Iya nyonya , sama-sama" , ucap Wayan.
"Ini gaji terakhir kamu" , ucap Kevin sambil memberikan amplop yang sudah dipersiapkannya sebelumnya.
"Terima kasih tuan" , jawab Wayan sambil mengambil amplop yang diberikan oleh Kevin.
Wayan menyalami Kevin , Julie , mama Shinta , mama Farah dan juga bu Sri. Setelah itu Wayan berjalan keluar dari rumah Julie untuk pulang ke rumahnya.
"Sekarang sudah gak ada Wayan lagi yang membantu aku sayang" , ucap Julie dengan lirih setelah melihat Wayan keluar dari rumahnya.
"Gak apa-apa sayang , nanti kita bisa mencari penggantinya ketika kita sudah di Jakarta" , jawab Kevin.
"Ya lihat nanti saja ya sayang , sekarang aku mau memberikan makan buat Christian dulu" , ucap Julie.
"Oh , iya...sudah waktunya Christian untuk makan" , ucap Kevin.
Julie berjalan menuju ke ruang keluarga dan terlihat Christian yang sedang bermain sendirian disana.
"Ayo kita makan lagi nak" , ucap Julie sambil menggendong anaknya.
Christian yang selalu baik dan jarang rewel itu pun langsung tertawa begitu digendong oleh mamanya.
Julie membawa Christian ke dapur dan mengambil makanan yang sudah dibuatkan oleh mama Shinta , lalu Julie berjalan menuju ke kursi meja makan dan meletakkan anaknya di pangkuannya , karena kursi makan yang biasa digunakan oleh Christian sudah masuk ke dalam kardus untuk di kirim ke Jakarta.
Mama Shinta dan mama Farah mulai berjalan ke meja makan dan mulai memasukkan kue bolu dan puding yang baru dibuat ke dalam kotak.
"Nanti Christian bawa biskuit bayi dulu ya sama pisang saja untuk persediaan di jalan" , ucap mama Shinta.
"Tapi makanannya tetap dibuat kan ma" , ucap Julie.
__ADS_1
"Iya nak , untuk makanannya tetap mama buatkan dulu pagi sebelum kita jalan. Besok mama juga masukkan makanannya ke dalam tas tahan panas , semoga saja bisa tetap hangat sampai malam" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Julie.