
Kedua security itu menyeret putri dan ayahnya memasuki kantor polisi,putri berusaha keras untuk melawan tapi kekuatan nya selalu kalah dengan kedua pria itu.
"Dasar kalian,lihat nanti jika aku sudah lepas aku akan membalas kalian,aku yakin Dela sebentar lagi akan datang untuk melepaskan kami dia hannya kesal saja karna kehilangan barang berharga miliknya."Ucap Putri.Kedua pria itu tidak peduli sama sekali dengan ocehan putri.Sementara ayahnya hannya diam tanpa perlawanan,dia terlihat pasrah dengan semua yang terjadi kepada mereka.
"Pah,kenapa kamu hannya diam,kita dipenjara pa,bagaimana nasib kita nanti."Ucap Putri saat mereka sudah berada di dalam penjara,sebelumnya seorang pria itu sudah menemui polisi dan meminta untuk kedua tahanan ini untuk di tahan selama dua minggu ini mereka,Dela hannya ingin melihat apakah putri ada niat untuk berubah jika memang dia tidak ada perubahan dia akan benar-benar memberikan hukuman kepada wanita itu.
"Mau bagaimana lagi,kita terima saja,lagian aku yakin jika kita tidak akan lama disini anggap saja kita sedang mediasi."Jawabnya santai,tidak lama kemudian seorang polisi datang menghampiri mereka lalu memisahkan ruangan mereka tapi posisinya tetap berdekatan.
*****
__ADS_1
Dela sedang sibuk melayani suaminya yang sedang ingin berangkat kekantor,walaupun ini sudah jam siang Mahesa tetap bekerja,
"Padahal sebenarnya aku malas kerja Lo sayang,pengennya di rumah saja,karna aku ingin menghabiskan waktu bersama anakku."Ucap mahesa sambil menikmati makan siangnya.Dela selalu berusaha melayani suaminya walaupun di rumahnya tersedia banyak pelayan kalau untuk melayani suaminya dia akan turun tangan sendiri karna itu sudah menjadi kewajibannya.Sebenarnya Mahesa bukan pria yang selalu menuntut tetapi Dela yang menempatkan dirinya menjadi istri yang berguna bagi suaminya.
"Sudahlah sayang,sekarang kamu harus semakin rajin bekerja,kamu harus ingat sudah ada dua mulut yang harus kamu biayai,belum lagi penjaga rumah yang begitu banyak dan juga pelayan,walaupun sebenarnya kita nga butuh orang sebanyak itu di rumah ini."Ucap Dela,Mahesa hannya tersenyum melihat kepolosan istrinya,dia seperti tidak sadar saja bahkan harta milik suaminya tidak akan habis sampai tujuh keturunan.
"Iya deh sayang,kamu bawel sekali semenjak kita pindah kerumah ini."Jawab Mahesa lalu merangkul pundak istrinya dan berjalan menuju pintu,dia Mahesa dan Dela benar-benar menikmati hidup yang begitu nyaman di rumah tanpa ada gangguan dari siapa pun,baik dari keluarganya atau keluarga istrinya.
"Sayang masuk kedalam rumah."Ucap Mahesa,Dela memasuki rumah dan dengan perasaan takut.Tiba-tiba saja perasaan Dela tidak tenang melihat kedatangan nenek suaminya,yang belum bisa menerimanya sampai saat ini.
__ADS_1
"Nona anda tidak di ijinkan memasuki rumah ini."Ucap seorang penjaga rumah yang sudah mulai wanti-wanti karna wanita tua itu juga membawa pasukannya.
"Plaakk....Berani sekali kamu melarang ku masuk kedalam rumah cucuku,kamu belum tau siapa aku hah..."Nenek menampar keras wajah penjaga pintu hingga pria itu mundur beberapa langkah karna tamparan yang di terimanya begitu keras.
Mahesa tidak mau keluar dari dalam mobil,dia ingin melihat apa yang ingin dilakukan oleh neneknya yang begitu kasar dan sombong.
"Kalian bereskan semua anjing ini dari tempat ini,dasar kurang ajar dia belum tau siapa aku tapi sudah berani menghadang ku."Sungut nenek lalu berjalan meninggalkan pintu gerbang lalu memasuki rumah,dia berjalan sambil menelusuri pekarangan rumah yang begitu asri dan memanjakan mata,sekilas dia memuji Mahesa yang bisa membeli rumah semewah ini untuk istrinya.
"Nenek,apa yang kamu lakukan di rumah ini?"Melihat neneknya yang masuk kedalam rumah,Mahesa langsung keluar dari dalam mobil,dia takut neneknya akan menganggu mereka di dalam sana.
__ADS_1
"Ternyata kamu disini dasar cucu durhaka kamu,bisa-bisanya kamu tidak memberikan ijin untukku masuk kedalam ini."Sungut nenek sambil menghampiri Mahesa yang sedang berdiri jauh darinya.
**Bersambung***