
Entah kenapa Dela merasa hatinya sangat gelisah.Dela mendengar suara tawa mereka yang begitu keras seakan menunjukkan jika mereka sangat dekat.
"Karin ayo kita makan dulu,setelah itu kita baru pergi shoping." Dela merasa suara kedua wanita itu semakin dekat,akhirnya Dela menoleh ke samping benar saja keduanya menuju meja makan.
"Bibi,buatkan kami makanan karna kami ingin pergi menikmati hidup bersama Karin." Ucap ibu mertuanya kembali sambil menggeser kursi untuk wanita itu.Dela sangat jelas melihat jika ibu mertuanya benar-benar tidak menyambutnya.
Karna merasa tidak di anggap Dela kembali meninggalkan meja makan,dia tidak ingin di anggap patung ditempat itu,dan Dela juga tidak tau siapa wanita yang bersama ibu mertuanya itu.
"Karin bagaimana perusahan orang tua mu apa berjalan lancar,kamu wanita yang sangat hebat di usia mu yang masih muda tapi kamu sudah bisa menjalankan perusahan sebesar itu,harus nya kamu yang menjadi bagian keluarga ini." Ucap ibu mertuanya kembali seakan menyindir Dela yang belum jauh dari mereka.Dela semakin mempercepat langkahnya dia tidak ingin merasa tertekan hannya karna ucapan ibu mertuanya yang begitu angkuh.
Saat Dela belum mencapai kamarnya tiba-tiba dia melihat dari kaca, putri dan seorang pria memasuki lokasi rumah,Dela berjalan ke arah kaca rumah dan semakin memperjelas pria yang bersama putri.
"Ayah,ngapain dia kesini aduh...Kenapa semua orang hannya ingin membuatku hancur,rasanya jika begini terus lebih baik aku dan Mahesa tinggal di apertemen saja rasanya aku tidak mampu lagi tinggal disini,yang ada aku makan hati mendengar cemooh orang-orang disini." Ucap Dela,dia tidak bisa berkata-kata lagi saat melihat adik dan orang tua angkatnya datang ke rumah itu.
__ADS_1
Dela langsung berjalan ke depan pintu dia berharap ibu mertuanya tidak melihat kedatangan orang tua dan adiknya yang akan menambah rasa benci wanita itu kepadanya.
"Enak kamu Dela ya,kamu menikah tidak mencari ayah apa karna kamu menikah dengan orang kaya hingga melupakan orang yang sudah membesarkan mu." Ucap Faisal dengan nada keras saat dia melihat Dela sudah di depan pintu.
"Apa yang kalian lakukan disini,lebih baik kalian pergi." Ucap Dela,dia sangat takut jika sampai mertuanya melihat keberadaan keluarganya yang tidak tau diri itu.
"Apa maksudmu,kamu mengusir orang tua mu,dasar anak nga tau diri kamu bisa-bisanya kamu berlakukan orang tua mu seperti itu." Ucap Faisal semakin kesal.Dia menatap pekarangan rumah yang begitu mewah,
"Apa suami mu sekaya itu,hingga bisa punya rumah semewah ini,hebat kamu bisa mendapat suami kaya raya." Ucap Faisal kembali
Deg
Jantung Dela langsung bergetar hebat saat melihat keberadaan ibu mertuanya di belakang mereka,Dela menundukkan kepalanya dia begitu malu dan takut rasanya dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
"Ini lah akibatnya aku menolak dengan keras anakku menikah dengan orang miskin lama-lama keluarga ini akan jatuh miskin karna harus mengurusi manusia-manusia sampah seperti ini." Ucap mertuanya dengan sinis,Faisal terlihat tidak peduli begitu juga dengan putri,sementara itu Dela sangat sakit hati mendengar ucapan mertuanya yang sangat menyakiti hatinya.
"Pa,kita masuk." Ucap Putri lalu membawa orang tuanya masuk dan mengabaikan Dela dan juga mertuanya.
"Lihat keluarga miskin mu itu,kalian hannya sampah harusnya kamu tau diri sedikit,kenapa anakku begitu sial harus menikah dengan manusia seperti kamu ini,pergi sana urus keluargamu,secepat nya mereka usir aku tidak ingin rumah ini dipenuhi bakteri." Ucap mertuanya,dia mengusir Dela dengan kasar hingga dia sangat tersinggung.
Dela berjalan menemui putri dan ayahnya,rasanya dia begitu sakit mendengar ucapan mertuanya,tapi memang benar tidak ada yang salah dari ucapan mertuanya yang salah keluarganya yang sangat tidak tau diri.
Dela pikir setelah dia menikah,keluarganya tidak akan membuatnya repot ternyata dugaannya salah,sekarang keluarganya semakin membuatnya susah,apalagi keluarga suaminya bukan orang sembarangan.
"Harusnya aku menikah dengan orang miskin saja,aku lelah mengahadapi sikap keluargaku ini,belum selesai masalah putri sekarang ayah malah datang lagi padahal dia lebih susah di urus nantinya." Batin Dela,dia menemui ayahnya yang dibawa putri ke meja makan,dia menatap ayahnya dari jauh makan dengan lahapnya seperti orang yang tidak makan beberapa tahun.
Dela menghela napas panjang dia bingung bagaiman caranya agar keluarganya bisa keluar dari rumah ini,dia tidak ingin suatu saat ikut dibuang hannya karna sikap mereka.
__ADS_1
**** bersambung****