Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 226


__ADS_3

Yui san yang baru saja meletakkan ponselnya di kasur , mendengar lagi suara ponselnya berbunyi.


"Siapa lagi sih yang menelpon" , ucap Yui san dengan nada kesal sambil mengambil ponselnya.


Terlihat nama Takeshi di layar ponselnya.


Yui san yang bingung pun menyentuh tombol terima panggilan dan menjawabnya.


"Halo Takeshi".


"Halo Yui san , aku baru bertemu dengan papa kamu. Katanya suami kamu telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu. Kenapa kamu gak kembali ke Jepang?" , ucap Takeshi yang ingin mendekati Yui san lagi.


"Aku belum di perbolehkan pulang ke Jepang dengan mertua aku" , jawab Yui san.


"Kenapa seperti itu? Suami kamu juga sudah gak ada , mereka gak bisa menahan kamu seperti itu" , ucap Takeshi.


"Iya makanya , aku juga kesal. Mana hari ini papa mertua aku meninggal lagi. Ribet banget kan , masa aku harus mengurusnya dirumah duka" , ucap Yui san.


"Bagus dong kalau papa mertua kamu meninggal dunia. Berarti sudah gak ada lagi yang bisa mengatur kamu" , ucap Takeshi.


Tiba-tiba perkataan Takeshi menyadarkan Yui san.


"Iya , kamu benar juga Takeshi. Ini kesempatan aku untuk pulang ke Jepang" , ucap Yui san.


"Iya. Apa kamu mau aku bantuin untuk kembali ke Jepang?" , tanya Takeshi dengan semangat.


"Kamu mau bantuin apa? Bukankah kamu di Jepang , mana bisa kamu bantuin aku" , ucap Yui san.


"Bisa dong , aku bisa berangkat malam ini ke Singapura dan membantu kamu menyusun barang-barang kamu untuk kembali ke Jepang" , jawab Takeshi.


"Kenapa kamu mau membantu aku?" , tanya Yui san.


"Karena aku masih mencintai kamu Yui san" , jawab Takeshi.


"Tapi aku sekarang janda dan sudah punya anak" , ucap Yui san.


"Gak apa-apa Yui san , aku bisa menerima kalian" , ucap Takeshi.


"Tapi bagaimana dengan orang tua kamu?" , ucap Yui san yang memang membutuhkan seseorang untuk menghilangkan rasa kesepiannya selama ini.


"Aku pasti akan bisa meyakinkan mereka untuk menerima kamu dan anak kamu" , ucap Takeshi.


"Ya sudah , kalau kamu serius sama aku. Kamu datang saja kesini dulu , nanti aku kasih alamat apartemen aku" , ucap Yui san.


"Baiklah , aku pasti akan datang malam ini" , ucap Takeshi dengan semangat.


Yui san memutuskan sambungan telponnya dan meletakkannya di atas kasur.


"Ada baiknya juga Takeshi selalu mengejar aku. Meskipun aku gak menyukainya , tapi hanya dia yang bisa menghilangkan rasa kesepian yang ada di dalam diri aku sekarang" , ucap Yui san sambil tersenyum.

__ADS_1


Yui san turun dari kasurnya dan berjalan keluar melihat anaknya.


"Filli , Aniela biar bersama saya malam ini. Kamu bereskan semua barang-barang Aniela , saya mau kembali ke Jepang dalam beberapa hari ini" , ucap Yui san.


"Baik nyonya" , jawab Filli.


Yui san membawa anaknya menuju ke kamarnya.


"Sayang , meskipun kamu gak pernah melihat papa kandung kamu , tapi kamu akan mendapatkan papa baru sebentar lagi" , ucap Yui san sambil tersenyum.


Setelah beberapa bulan kehidupannya yang selalu suram dan penuh dengan emosi. Dengan datangnya telpon dari Takeshi membuat secercah harapan di dalam hati Yui san yang sedang hampa itu.


********


Suasana di rumah duka malam itu sangat ramai.


Siapa yang tidak tau dengan tuan Gerardo pengusaha yang sangat sukses di Singapura.


Malam itu yang buat para tamu yang datang heran adalah "kenapa tidak terlihat menantu perempuannya disana?".


"Mungkin sejak Alberto meninggal dunia dia sudah gak ada hubungannya lagi dengan keluarga Fernandes" , jawab salah satu tamu yang ada disana.


"Bisa jadi juga dia sudah kembali ke negaranya , kalau gak salah dia bukan orang sini kan" , ucap tamu yang lainnya.


Setiap tamu sibuk berbisik-bisik dengan hal itu.


Alexandria dan mama Isabella yang bisa mendengar percakapan mereka pun memilih untuk hanya diam saja dan membiarkan saja mereka mengatakan apa yang mereka pikirkan.


"Ma , apa gak mau istirahat dulu?" , tanya Alexandria yang melihat tamu sudah pada pulang dan mama Isabella masih duduk di samping peti papa Gerardo.


"Gak nak , mama mau menemani papa dulu untuk terakhir kalinya" , jawab mama Isabella.


"Jangan begitu ma , nanti yang ada mama yang sakit. Kalau mama sakit , kan aku juga yang akan repot nantinya" , ucap Alexandria.


"Biarkan mama disini dulu nak , mama masih mau bersama dengan papa" , jawab mama Isabella.


"Ya sudah ma , aku istirahat dulu ya" , ucap Alexandria.


"Iya nak" , jawab mama Isabella.


Alexandria berjalan bersama suaminya menuju ke kamar yang ada di rumah duka untuk beristirahat.


Mama Isabella yang masih berada di samping peti mati suaminya.


"Pa , Yui san benar-benar tidak datang. Melihat papa untuk terakhir kali pun dia tidak mau. Mama menyesal telah menjadikannya sebagai menantu kesayangan kita" , ucap mama Isabella sambil menitikkan air matanya.


Ketidak hadiran Yui san benar-benar membuat hati mama Isabella menjadi hancur. Menantu yang selama ini didambakannya untuk menjadi istri dari anaknya dan menantu yang sangat disayanginya , benar-benar membuat dia menjadi kecewa dan menyesal telah menjadikannya sebagai istri dari Alberto.


********

__ADS_1


Takeshi yang selalu ingin mengejar cinta Yui san , tengah malam itu pun telah tiba di Singapura dan sekarang dia sedang berada di apartemen yang Yui san berikan alamatnya.


Takeshi mengambil ponselnya dan menyentuh nama orang yang sangat dicintainya disana.


Tidak lama terdengar suara indah yang selalu dirindukannya selama ini dari ujung sana.


"Halo Takeshi" , jawab Yui san.


"Halo Yui san , aku sudah berada di apartemen kamu" , ucap Takeshi.


"Baiklah aku akan membukakan pintunya sekarang" , ucap Yui san sambil turun perlahan dari kasur karena anaknya sudah tertidur di dalam box bayi dan pastinya Filli juga sudah tidur di kamar sebelah.


Yui san berjalan menuju ke pintu luar dan membukanya.


"Kenapa kamu tidak ada di depan apartemen aku?" , ucap Yui san yang tidak melihat siapa-siapa disana.


"Aku sedang berada di lobby" , ucap Takeshi.


"Aku tidak bisa menjemputmu di bawah karena sedang menggunakan piyama , kamu langsung ke lift aja , tekan nomor 33 nanti menuju ke 33 LA" , ucap Yui san.


"Baiklah" , jawab Takeshi yang sudah berjalan menuju ke lift.


Tidak lama Yui san yang memang menunggu Takeshi di depan pintu , melihat Takeshi keluar dari lift dan berjalan sambil melihat nomor yang ada disana.


"Takeshi" , panggil Yui san dengan suara pelan.


"Yui san" , ucap Takeshi.


Yui san langsung meletakkan jarinya di bibirnya , menyuruh Takeshi untuk diam.


Takeshi yang mengerti maksud Yui san pun menganggukkan kepalanya dan berjalan terus mendekati Yui san.


Takeshi mengikuti Yui san masuk ke dalam apartemennya.


"Disini kamar yang ada kasurnya cuma ada 2 , jadi kamu tidur di kamar aku saja ya. Tapi jangan berisik , babysitter dan anak aku sedang tidur" , ucap Yui san.


Takeshi pun menganggukkan kepalanya sambil mengikuti langkah Yui san menuju ke kamar.


"Ternyata masih terpajang foto pernikahan kamu ya disini" , ucap Takeshi setelah masuk ke kamar Yui san.


"Foto itu memang dari awal sudah ada disini. Sekarang orangnya juga sudah gak ada" , jawab Yui san.


"Berarti aku boleh dong melakukan apa saja kepada kamu disini" , ucap Takeshi sambil memeluk tubuh Yui san.


"Kamu mandi dulu , kan kamu juga baru datang" , ucap Yui san.


"Baiklah , aku akan mandi dulu kalau gitu" , ucap Takeshi sambil membuka kopernya dan mengambil celananya.


"Kamar mandinya disana ya" , ucap Yui san sambil menunjukkan tangannya ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Takeshi berjalan menuju ke arah yang ditunjukkan oleh Yui san.


__ADS_2