Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 148


__ADS_3

Setelah berjam-jam menunggu di depan ruangan operasi , akhirnya lampu tanda operasi telah dipadamkan dan pintu terbuka , terlihat dokter Catherine berjalan keluar dari sana.


Leonardo langsung berjalan mendekati dokter Catherine.


"Bagaimana kondisi anak dan istri saya dokter?" , tanya Leonardo.


"Operasinya berjalan dengan lancar , istri anda baik-baik saja , karena baby nya lahir prematur dan berat badannya juga kurang dari yang seharusnya dan juga ada masalah dengan paru-parunya , sekarang kita akan langsung membawanya ke ruangan ICU untuk melakukan penanganan lebih lanjut" , ucap dokter Catherine.


"Apakah anak saya bisa selamat dan hidup seperti anak-anak lainnya dokter?" , tanya Leonardo.


"Maaf tuan , kami tidak bisa menjanjikan lebih , kami hanya bisa melakukan pengobatan yang terbaik untuk anak anda terlebih dahulu" , ucap dokter Catherine.


"Baik dokter , tolong selamatkan anak saya , saya mohon" , ucap Leonardo.


"Iya tuan , kami pasti akan mengusahakan yang terbaik" , ucap dokter Catherine.


Mama Isabella , papa Gerardo , Alberto dan Yui san yang juga sudah berada disana dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh dokter , wajah mereka langsung menjadi sedih.


Yui san yang terkejut mendengarkannya pun langsung merasakan lemas ditubuhnya dan Alberto dengan sigap langsung memeluk tubuh istrinya supaya gak terjatuh ke lantai.


"Kamu harus tenang sayang , jangan sampai emosi yang kamu rasakan sekarang mempengaruhi anak kita" , ucap Alberto dengan lembut.


"Lebih baik kamu bawa Yui san pulang dulu nak , supaya dia bisa lebih tenang" , ucap mama Isabella.


"Baik ma" , jawab Alberto.


Alberto memeluk tubuh Yui san berjalan keluar dari rumah sakit sampai menuju ke mobilnya.


"Suamiku , apa nanti anaknya kak Alexandria bisa selamat? Kasihan kakak , hamil anak pertama keguguran dan anak kedua harus lahir dengan cepat dan butuh perawatan intensif" , ucap Yui san yang sudah berada di dalam mobil sambil menitikkan air matanya.


"Aku gak tau sayang. Makanya kamu jangan kecapean dan banyak kerja , kita harus menjaga anak kita , papa dan mama pasti menaruh harapan yang tinggi kepada kita sekarang" , ucap Alberto sambil meletakkan tangannya di perut Yui san.


"Iya suamiku , aku pasti akan menjaga anak kita dengan sangat baik" , jawab Yui san.


"Bagaimana kalau kamu gak usah kerja mulai sekarang sayang , kamu di rumah saja sampai nanti melahirkan" , ucap Alberto sambil terus mengendarai mobilnya.


"Aku pasti bosan selama di rumah , aku mau tetap bekerja" , ucap Yui san.


"Aku gak mau terjadi apa-apa dengan kamu dan anak kita nanti" , ucap Alberto.


Yui san memeluk tangan suaminya dan meletakkan kepalanya di bahu Alberto.

__ADS_1


"Di kantor kan aku selalu bersama dengan kamu suamiku , kalau terjadi sesuatu dengan aku , kan kamu bisa dengan cepat menemui aku" , ucap Yui san dengan manja.


"Tapi tetap saja ruangan kita berbeda , aku gak bisa dengan cepat menemui kamu , ditambah kalau aku meeting , aku kan gak bisa melihat kamu terus" , ucap Alberto.


"Aku yakin aku gak apa apa suamiku , aku pasti bisa menjaga anak kita , ditambah lagi sekarang ada suami yang selalu menyayangi dan memperhatikan aku" , ucap Yui san sambil tersenyum.


"Iya sayang , aku akan selalu menyayangi kamu sekarang" , ucap Alberto.


********


Di X Hospital.....


Leonardo hanya bisa mengelus wajah istrinya yang sudah dipindahkan ke dalam kamar VVIP dan masih tertidur karena pengaruh obat bius selama operasi.


"Bagaimana semua ini bisa terjadi dalam keluarga kita pa?" , tanya mama Isabella.


"Papa juga gak tau ma , semoga saja dokter bisa menyelamatkan cucu laki-laki kita" , ucap papa Gerardo dengan lirih.


"Iya pa , mana ini cucu pertama yang kita nantikan" , ucap mama Isabella sambil menitikkan air matanya.


Papa Gerardo duduk di kursi rodanya sambil menatap ke arah anaknya yang masih tertidur dengan lemah disana.


"Mama harus kuat ma , jangan sampai nanti ketika Alexandria sudah sadar , melihat mama sedih seperti ini , dia pun menjadi tambah sedih".


"Papa tau ini sulit untuk keluarga kita , tapi kita harus tetap kuat dan optimis kalau dokter pasti bisa melakukan yang terbaik buat cucu kita" , ucap papa Gerardo.


Mama Isabella hanya terdiam mendengarkan perkataan suaminya.


Tidak lama Alexandria telah sadar dari tidurnya.


"Sayang" , panggil Alexandria dengan suara lemahnya.


"Iya sayang , kamu sudah bangun" , ucap Leonardo sambil menyentuh wajah istrinya.


Papa Gerardo dan mama Isabella langsung berjalan menuju ke ranjang Alexandria.


"Kita dimana sayang?" , tanya Alexandria yang membuka matanya dan melihat langit-langit yang berbeda dengan rumahnya.


"Kita dirumah sakit sayang , kamu baru selesai di operasi" , ucap Leonardo dengan pelan.


"Kenapa aku di operasi sayang?"

__ADS_1


"Tadi kamu pendarahan dan akhirnya anak kita harus dikeluarkan secepatnya" , jawab Leonardo dengan lirih.


"Kenapa harus begitu sayang , aku belum waktunya melahirkan" , ucap Alexandria.


"Iya sayang , tapi hanya itu jalan satu-satunya untuk menyelamatkan kamu dan anak kita" , jawab Leonardo dengan sangat hati-hati.


"Jadi bagaimana kondisi anak kita sekarang sayang? Baik-baik saja kan?"


"Anak kita sedang dirawat oleh dokter sayang" , ucap Leonardo yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.


"Kenapa harus dirawat sayang? Apa yang terjadi dengan anak kita?" , ucap Alexandria yang mulai khawatir dengan anaknya.


"Kamu tenang dulu sayang , aku mohon , kamu baru selesai menjalani operasi , tolong jaga emosi kamu , aku gak mau terjadi apa-apa dengan kamu" , ucap Leonardo.


"Iya nak , kamu tenang dulu ya , papa yakin dokter bisa melakukan yang terbaik buat anak kalian" , ucap papa Gerardo.


"Tapi aku mau melihat anak aku pa. Dimana anak aku sekarang?" , ucap Alexandria.


"Anak kita belum bisa dilihat sayang , masih di tangani oleh dokter spesialis di ruangan ICU" , ucap Leonardo.


"Kenapa anak aku harus di ICU? Aku harus memberikan ASI pertama aku buat anak aku" , ucap Alexandria sambil menangis dengan keras disana.


"Kamu sabar sayang , jangan seperti ini aku yakin dokter pasti melakukan yang terbaik buat anak kita" , ucap Leonardo sambil memeluk tubuh istrinya.


Mama Isabella yang biasanya suka mengeluarkan kata-kata untuk menyalahkan anaknya yang tidak bisa menjaga kandungannya , sekarang hanya bisa diam seribu bahasa setelah mengetahui kondisi cucu nya dan melihat anaknya yang sangat sedih disana.


Sejenak tidak ada lagi terdengar suara disana , yang terdengar hanyalah suara isak tangis dari Alexandria yang sangat keras di ruangan itu.


.


.


Di ruangan ICU beberapa dokter spesialis mulai sibuk memeriksa kondisi anak yang baru dilahirkan oleh Alexandria.


Ditubuh anak lelaki yang masih kecil dan belum cukup umur untuk dilahirkan itu telah banyak di pasang alat dan selang-selang disana.


Setiap dokter memeriksa kondisi dari cucu salah satu orang kaya di Singapura itu dengan sangat teliti.


"Kalian perhatikan terus perkembangan paru-parunya , jangan sampai lengah , pastikan alat ini terus berfungsi dengan baik" , ucap dokter spesialis paru disana.


"Baik dokter" , ucap perawat disana.

__ADS_1


Setelah itu para dokter kembali ke ruangan mereka untuk meeting bersama membahas soal kondisi anak Alexandria yang baru dilahirkan.


__ADS_2