Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 224


__ADS_3

Alexandria yang saat itu sedang berada di X Hospital untuk melihat kondisi papanya yang semakin menurun.


"Apa kata Yui san ma?" , tanya Alexandria setelah melihat mamanya meletakkan ponselnya di atas lemari yang ada di sebelah ranjang suaminya.


"Kayaknya Yui san sudah gak perduli lagi dengan papa dan mama nak" , jawab mama Isabella dengan lirih.


"Bukankah dulu mama selalu membanggakan menantu mama itu. Waktu itu mama sangat suka kan dengan sifatnya yang manis dan penurut itu" , ucap Alexandria dengan nada sindiran kepada mamanya.


"Iya , memang mama yang suka melihatnya saat pertama kali bertemu. Dia dulu sangat lembut dan manis, makanya mama mau dia menikah dengan Alberto. Mana mama tau kalau sejak kepergian Alberto dia berubah seperti ini. Bukan Yui san yang dulu lagi" , ucap mama Isabella.


"Ya sudah ma , semua ini salah kita. Mama biarkan saja Yui san mau berbuat apa. Kalau dia mau pulang kembali ke Jepang , biarkan saja" , ucap papa Gerardo dengan suara lemahnya.


"Kenapa papa malah membiarkan Yui san? Dia kan istri sah dari Alberto , sudah seharusnya dia mengurus papa ketika papa sakit. Dulu juga dia yang selalu menemani papa berobat ke rumah sakit" , ucap Alexandria.


"Sudah , kamu jangan meributkan masalah ini lagi. Sejak Alberto meninggal , Yui san sudah meminta ijin untuk pulang ke Jepang. Papa saja yang belum mengijinkan dia pulang dan meminta dia untuk tinggal disini selama satu tahun" , ucap papa Gerardo.


"Jadi papa membiarkan saja Yui san untuk pulang ke Jepang begitu saja? Kalau Yui san gak mau mengurus papa dan mama , berarti saham yang untuk dia di perusahaan aku ambil alih saja ya" , ucap Alexandria.


"Jangan begitu nak , biar bagaimana pun Yui san itu istri sah Alberto dan anaknya juga bersamanya. Kita gak bisa menghentikan begitu saja bagian dia" , ucap papa Gerardo.


"Tapi kan dia saja sudah gak menganggap kita keluarganya" , ucap Alexandria.


"Sudahlah , biarkan saja" , ucap papa Gerardo yang sudah mulai mual dan muntah lagi.


Karena papa Gerardo yang sering muntah , jadinya mama Isabella selalu meletakkan panci pas di sebelah ranjangnya , ketika papa Gerardo mau muntah dia pun tinggal mengambil pancinya sendiri.


"Kenapa papa semakin sering muntah-muntah begini?" , tanya Alexandria yang mulai mengkhawatirkan keadaan papanya.


"Kata dokter Peter kanker nya itu sudah mulai menyebar nak dan sudah sulit untuk diobati" , ucap mama Isabella dengan lirih.


"Untuk apa papa di rumah sakit kalau gak bisa diobati ma" , ucap Alexandria.


"Kalau disini kan dokter bisa memantau terus keadaan papa dan kalau terjadi apa-apa sama papa juga mereka bisa melakukan tindakan" , ucap mama Isabella.


"Baiklah ma , pa , kalau gitu besok-besok aku kesini lagi. Aku mau pulang dulu melihat Salvio" , ucap Alexandria.


"Iya nak" , ucap mama Isabella dan papa Gerardo.


********


Di Jakarta Kevin sibuk melihat kamar anaknya yang sedang di renovasi.


Karena anak kedua mereka juga laki-laki jadi Kevin membuat satu kamar untuk berdua.


"Sayang , aku sudah pesan kasur untuk anak kita sama seperti model Christian punya. Nanti ketika orangnya antarkan ke sini pas aku pergi kerja , kamu minta orangnya langsung bawakan sampai ke sini ya dan letakin di ujung sana" , ucap Kevin.

__ADS_1


"Baiklah sayang" , jawab Julie yang memang membiarkan Kevin yang menata kamar anak mereka.


Para tukang mulai sibuk mengecat disana.


Julie yang gak tahan dengan bau cat pun memilih untuk berjalan turun ke bawah.


"Mama sedang buat cookies coklat , kamu cobain dulu nak. Enak gak?" , tanya mama Farah sambil memberikan cookies coklat yang baru matang itu kepada Julie.


Julie mengambil satu cookies dan mencoba memakannya.


"Enak ma" , jawab Julie sambil tersenyum.


"Christian dimana nak?" , tanya mama Farah.


"Main di ruang keluarga bersama bu Sri ma" , jawab Julie.


"Christian" , panggil mama Farah.


"Iya oma" , jawab Christian sambil berjalan berlari menuju ke meja makan.


Baru Julie mengatakan jangan lari-lari nak , eh langsung "brukkkkkk".


Christian terjatuh di lantai.


Terlihat Christian hanya diam saja , gak ada tanda-tanda dia mau menangis.


"Sakit gak sayang?" , tanya Julie.


Christian pun menggelengkan kepalanya.


"Cucu oma pintar , sini sama oma. Tadi oma buatin Christian pudding buah , mau kan?" , ucap oma Farah.


"Mau mau" , jawab Christian sambil menganggukkan kepalanya.


Oma Farah langsung tersenyum dan berjalan menuju ke kulkas mengambil pudding yang sudah mengeras dan dingin. Memberikannya kepada Christian.


"Bilang apa sayang" , ucap Julie kepada anaknya.


Christian hanya diam sambil memegang pudding kesukaannya.


"Bilang terima kasih oma" , ucap Julie mengajarkan anaknya.


"Maacuihhh oma" , ucap Christian yang ngomongnya masih banyak belum benar itu.


"Iya sayang , makan yang banyak ya. Biar tambah sehat dan kuat" , ucap oma Farah.

__ADS_1


Julie pun tersenyum melihat mama Farah sambil membantu membukakan penutup jar pudding , setelah itu Julie pun mulai mengajak Christian ke meja makan dan duduk disana sambil menyuapi pudding ke Christian.


"Anak papa makan apa? Kayaknya enak , papa gak dikasih" , ucap Kevin yang baru turun dari atas melihat tukang yang sedang mengerjakan kamar anaknya.


"Mamam uding uding pa" , jawab Christian sambil menunjuk ke arah pudding yang ada di tangan mamanya.


"Papa minta dong sayang" , ucap Kevin sambil mengangkat anaknya yang sedang duduk sendiri dan meletakkannya di atas pangkuannya.


Christian menunjuk-nunjuk ke arah tangan Julie.


"Boleh buat papa nak?" , tanya Julie sambil mendekatkan sendok pudding ke mulut suaminya.


Christian pun menganggukkan kepalanya.


Kevin pun langsung memakan pudding yang sudah ada di depan mulutnya.


"Makasih sayang" , ucap Kevin sambil mencium kening anaknya.


"Kamu ini....buat anak kamu mau juga dimakan. Padahal mama masaknya banyak lho , kamu tinggal ambil saja di kulkas" , ucap mama Farah.


"Gak ma , aku cuma mau lihat anak aku pelit gak sama aku. Ternyata gak pelit" , ucap Kevin sambil terkekeh.


"Kamar untuk anak-anak sudah selesai?" , tanya mama Farah.


"Hampir selesai ma , besok mau dimasukin lemari-lemari lagi dan kasur aku tambah juga" , jawab Kevin.


"Iya , jadinya nanti mereka ketika tidur gak ketakutan sendirian. Ada temannya" , ucap mama Farah sambil tersenyum.


"Iya ma" , jawab Kevin sambil mengambil cookies yang ada di meja makan.


Julie masih sibuk menyuapi Christian makan pudding.


"Kalian gak beli box bayi lagi?" , tanya mama Farah.


"Gak ma , kemaren kan box bayi Christian ada dua , jadinya bisa digunakan buat adiknya" , jawab Julie.


"Tapi kita harus beli botol susu dan bajunya sayang" , ucap Kevin.


"Iya , kalau cuma belanja itu kan sebentar. Asalkan kamu gak beli mainan lagi aja , soalnya mainan yang dari Christian aja masih banyak banget lho dan masih bagus" , jawab Julie.


"Mainan yang biasa di masukin ke mulut saja beli yang baru nak" , ucap mama Farah.


"Iya ma" , jawab Julie dan Kevin.


Tidak lama tukang yang sudah waktunya selesai kerja pun , turun dari atas dan permisi pulang dari sana , untuk beristirahat dan kembali bekerja besok pagi.

__ADS_1


__ADS_2