Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 245


__ADS_3

Selama beberapa hari , Alexandria mencoba mengelilingi kota untuk mencari Julie dan keluarganya.


"Sial , kenapa susah sekali mencari mereka" , ucap Alexandria sambil memukulkan tangannya di setir mobil , sampai terdengar bunyi tittttttt.....membuat orang yang berada di sekitar sana pun menjadi terkejut.


Alexandria yang melihat pandangan semua orang tertuju padanya pun memilih untuk melajukan mobilnya dan pergi dari sana dengan cepat.


Alexandria terus menyusuri jalan untuk mencari Julie dan sampai langit pun telah gelap. Alexandria tidak menemukan mereka.


Alexandria yang sudah lelah pun memilih untuk pulang menuju ke rumahnya.


"Bagaimana? Apakah kamu bertemu dengan cucu mama?" , tanya mama Isabella begitu melihat Alexandria memasuki rumahnya.


"Gak ma. Aku gak menemukan mereka. Sudah beberapa hari aku mencari dan tidak menemukan mereka. Aku rasa Julie sudah kembali ke Indonesia" , jawab Alexandria.


"Kamu pergi ke Indonesia dan cari mereka" , ucap mama Isabella.


"Apa mama sudah gila!!!" , ucap Alexandria dengan menaikkan nada suaranya.


"Cuma itu cucu mama satu-satunya. Kita harus bisa mendapatkannya. Apa kamu mau perusahaan yang papa kamu rintis , nanti tidak ada yang menjalankannya lagi?" , ucap mama Isabella.


"Aku kan masih bisa menjalankan perusahaan" , jawab Alexandria.


"Iya. Tapi kamu tidak punya penerus , kecuali kalau kamu mau melahirkan seorang anak lagi" , ucap mama Isabella.


"Gak mungkin ma. Sudah cukup aku melahirkan anak yang cacat. Aku tidak mau lagi" , jawab Alexandria.


"Anak pertama cacat , belum tentu anak kedua juga akan bernasib yang sama" , ucap mama Isabella.


"Gak ma , aku gak mau ma" , jawab Alexandria.


"Ya sudah , kalau begitu kamu harus bisa mendapatkan anak Alberto" , ucap mama Isabella.


Alexandria hanya bisa duduk dan terdiam setelah mendengarkan perkataan mamanya.


Setelah beberapa waktu , Leonardo yang baru pulang kerja malam itu...


"Kenapa Alexandria dan mama duduk disini dengan saling diam?" , ucap Leonardo dalam hatinya sambil berjalan memasuki rumah.


"Apa kalian sudah makan?" , tanya Leonardo mencoba memecahkan keheningan yang ada di sana.


"Belum sayang" , jawab Alexandria.


"Aku juga sudah lapar , ayo kita makan bersama" , ucap Leonardo.


"Baiklah" , jawab Alexandria sambil bangun dari duduknya.

__ADS_1


Leonardo memegang pegangan kursi roda milik mama mertuanya dan membawanya menuju ke meja makan.


Selama makan malam , mama Isabella terus berbicara masalah menemukan anak Alberto.


Leonardo dan Alexandria pun hanya mendengarkan dan tidak mau banyak komentar sambil menyantap makanan mereka.


"Sudah malam ma , mama istirahat dulu ya. Besok kita coba pikirkan cara untuk mencari Julie lagi" , ucap Leonardo setelah mereka selesai makan malam.


"Iya nak , kamu harus bisa menemukannya. Kalau tidak , kalian pakai orang untuk mencarinya" , ucap mama Isabella.


"Iya ma. Mama tenang saja , besok kita pikirkan lagi ya. Sekarang sudah malam , saatnya mama istirahat" , ucap Leonardo mencoba menenangkan mama mertuanya.


Mama Isabella pun menganggukkan kepalanya dan mulai menjalankan kursi rodanya menuju ke kamarnya yang ada di lantai bawah.


Leonardo berjalan bersama dengan istrinya menuju ke kamar mereka yang ada di lantai atas.


"Apa mama sudah gila!!! Menyuruh kita membayar orang untuk menemukan Julie dan anaknya. Apa mama gak tau kalau perusahaan juga tidak sebagus dulu" , ucap Alexandria.


"Mana mama kamu tau keadaan perusahaan sekarang. Kamu juga tidak pernah memberitahukan kepadanya kan?" , ucap Leonardo.


"Bukannya aku gak mau memberitahukan kepada mama. Tapi aku gak mau mama menjadi khawatir dan itu akan mempengaruhi kondisi kesehatannya" , ucap Alexandria.


"Iya , aku mengerti sayang. Tapi bagaimana cara kita bisa menemukan Julie kalau kita tidak menggunakan orang yang profesional?" , ucap Leonardo.


"Ya sudah , jadi bagaimana? Apa kamu masih mau mencari mereka besok?" , tanya Leonardo.


"Gak bisa sayang , besok aku ada rapat penting. Aku gak bisa meninggalkan rapat ini , hanya untuk mencari mereka" , ucap Alexandria.


"Ya sudah , bilang saja kalau mereka sudah kembali ke Indonesia" , jawab Leonardo.


"Meskipun mereka sudah kembali ke Indonesia , mama pun masih tetap menyuruh aku mencari ke sana" , jawab Alexandria.


"Apa!!! Aku gak salah dengar kan sayang?" , ucap Leonardo.


Alexandria pun menggelengkan kepalanya.


Leonardo yang agak terkejut , mulai menarik dan menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Aku gak menyangka kalau mama akan seperti ini" , ucap Leonardo.


"Ya , mama benar-benar sangat menginginkan anaknya Alberto" , ucap Alexandria.


"Bagaimana dengan anaknya Yui san? Itu kan anaknya Alberto juga" , ucap Leonardo.


"Jangan ungkit wanita itu lagi. Aku benci sama dia. Lagian juga dia melahirkan anak perempuan , bukan anak laki-laki. Gak ada keuntungannya juga buat kita" , ucap Alexandria.

__ADS_1


"Tapi kalau kita mencari Julie , kita juga pasti gak akan mendapatkan anak Alberto" , ucap Leonardo.


Alexandria yang sebenarnya sudah mengetahui bahwa Julie pasti tidak akan mau menyerahkan anaknya begitu saja kepada mereka pun hanya bisa terdiam.


"Ya sudah , sekarang lebih baik kita beristirahat. Sudah malam , aku juga sudah capek kerja seharian" , ucap Leonardo.


Alexandria pun menganggukkan kepalanya.


********


Julie bersama suami dan anak-anaknya di hotel Singapura.....


"Ma , apa besok kita sudah harus kembali ke Jakarta?" , tanya Christian.


"Iya nak , besok kita sudah harus pulang. Kalian kan sudah mau masuk sekolah" , jawab Julie sambil membereskan pakaian mereka.


"Apa nanti kita akan kembali ke sini lagi?" , tanya Christian.


"Kamu suka berada di sini?" , tanya Julie.


"Entah kenapa aku suka di sini ma. Sangat suka" , jawab Christian dengan mata yang berbinar.


"Tapi kamu gak boleh berada di sini sebenarnya nak" , ucap Julie dalam hatinya.


"Ya , lain kali kita akan ke sini lagi ya" , ucap Kevin yang juga ada di sana.


"Asik. Terima kasih papa" , jawab Christian sambil memeluk papa nya.


"Apa bagusnya di sini? Lebih bagus di rumah kita di Jakarta" , celetuk Kenrich.


"Ya iya , karena di rumah kamu bisa main game sepuasnya kan" , jawab Christian.


"Iya lah. Bermain game itu lebih seru kak , dari pada jalan-jalan yang hanya membuat seluruh tubuh menjadi lelah" , jawab Kenrich yang tangannya masih sibuk menyentuh layar ponselnya.


Julie dan Kevin pun gak bisa berkata-kata , dan hanya bisa menerima kalau anak mereka memiliki sifat yang berbeda.


Selesai menyusun semua baju-baju dan mainan yang dibeli oleh anak-anaknya selama di Singapura , Julie mulai berjalan menuju ke anaknya yang kecil.


"Ini sudah malam sayang. Sudah waktunya untuk tidur" , ucap Julie sambil mengambil ponsel milik Kenrich.


"Tanggung ma. Sebentar lagi juga aku akan menang" , rengek Kenrich sambil mencoba mengambil ponsel miliknya yang berada di tangan mamanya.


"Besok juga masih bisa main. Cukup untuk malam ini" , ucap Julie yang tetap tidak memberikan ponsel anaknya.


"Baiklah ma" , ucap Kenrich sambil menekukkan wajahnya dan berjalan menuju ke kasur nya.

__ADS_1


__ADS_2