
"Suamiku sayang , aku senang sekali kamu sudah pulang" , ucap Julie yang sudah berada dalam pelukan Kevin di atas kasur mereka.
"Iya sayang , aku juga kangen banget selama ini sama kamu , mana kita gak pernah berpisah selama ini" , ucap Kevin sambil mengeratkan pelukannya.
"Iya , aku juga selalu merasa kesepian selama gak ada kamu , meskipun setiap malam kita selalu mengobrol di telpon" , ucap Julie.
"Iya sayang , kapan pengganti kamu akan datang ya. Masa sudah 2 bulan gak ada yang melamar kerja juga" , ucap Kevin.
"Ada yang melamar kerja , tapi gak sesuai dengan standar Mathew" , ucap Julie.
"Kenapa dia terlalu memilih seperti itu? Kalau kayak gitu masa kita harus berpisah satu bulan lagi , aku sudah gak tahan berpisah lama-lama dengan kamu" , ucap Kevin.
"Aku juga gak mau berpisah seperti kemaren lagi , tapi mau bagaimana lagi" , ucap Julie dengan lirih.
"Ya sudah , kemaren kamu jadi pergi memeriksakan kandungan ke dokter sendiri?" , tanya Kevin.
"Jadi suamiku sayang" , jawab Julie.
"Apa kata dokter?" , tanya Kevin.
"Kata dokter kandungan aku baik-baik saja" , jawab Julie.
"Syukurlah....Anak papa baik-baik ya di dalam perut mama" , ucap Kevin sambil mencium perut istrinya.
Julie langsung tersenyum bahagia melihat setiap perhatian yang diberikan oleh suaminya.
"Kamu gak ada ngidam apa gitu sayang?" , tanya Kevin.
"Gak ada sayang" , jawab Julie.
"Aku malah selalu pengen makan ini makan itu , malahan sekarang aku yang jadi banyak makannya" , ucap Kevin.
"Berarti kamu yang ngidam , bukan aku" , jawab Julie sambil terkekeh.
"Memangnya bisa istrinya hamil , suaminya yang mengidam" , ucap Kevin.
"Aku dengar bisa sayang" , jawab Julie.
"Kalau gitu bagus deh aku yang ngidam bukan kamu , meskipun kita jauh tapi aku masih lebih mudah mencari makanan sendiri , kalau kamu kan susah kalau harus keluar sendiri. Aku juga takut kamu kenapa-kenapa kalau pergi sendirian" , ucap Kevin.
__ADS_1
"Kamu takut kenapa? Lagian aku juga dulu sendirian di luar negeri" , ucap Julie.
"Sekarang kamu itu sudah gak sendiri lagi sayang , kamu itu sudah menjadi istri aku dan sebentar lagi juga sudah akan mempunyai anak kedua. Jadi wajar dong kalau aku takut kalau terjadi apa-apa sama kamu" , ucap Kevin.
"Iya sayang" , ucap Julie sambil memeluk erat tubuh suaminya.
Tidak lama Julie pun mulai tertidur dalam pelukan suaminya.
Kevin yang melihat istrinya sudah tidur , mengecup kening istrinya dan ikut tidur bersama masuk ke alam mimpi yang indah.
********
Yui san dibuat pusing malam itu karena Aniela yang rewel terus.
"Filli , kenapa Aniela nangis terus gak berhenti berhenti?" , tanya Yui san yang panik saat itu.
"Saya juga gak tau nyonya. Kalau di pegang keningnya , dia gak kenapa-kenapa. Gak ada demam juga" , ucap Filli.
"Tapi ini sudah hampir tengah malam dan Aniela yang biasanya sudah tidur , masih terus menangis dari tadi. Bagaimana caranya supaya dia bisa tenang" , ucap Yui san yang sudah gak tahan mendengar suara tangisan anaknya.
"Saya juga sudah mencoba segala cara nyonya , tapi Aniela tetap menangis. Apa terjadi sesuatu yang buruk kepada tuan Alberto nyonya?" , ucap Filli yang sudah mengetahui kondisi tuannya.
"Kamu jangan asal bicara ya , memang sudah hampir 2 bulan ini suami saya koma. Tapi saya yakin kalau suami saya gak akan meninggalkan saya dan Aniela. Apa lagi dia belum pernah melihat anaknya , dia pasti akan bangun" , ucap Yui san.
.
.
Di X Hospital....
Malam itu monitor yang ada di samping tubuh Alberto mengeluarkan suara yang sangat kencang dan menampilkan grafik yang bergerak dengan sangat cepat dan tidak beraturan disana.
Salah satu suster yang jaga malam di ICU langsung memanggil dokter Peter untuk melihat kondisi Alberto.
Dokter Peter langsung berjalan menuju ke ruangan ICU dan memeriksa kondisi Alberto.
Setelah dilakukan tindakan , akhirnya kondisi Alberto mulai stabil seperti sebelumnya.
"Dokter , apakah pasien ini akan terus seperti ini?" , ucap suster yang ada disana.
__ADS_1
"Sebenarnya sekarang kondisinya itu sudah sangat menurun. Kita hanya bisa menunggu sampai waktunya tiba saja" , ucap dokter Peter.
Suster itu pun hanya bisa terdiam , tapi dia juga sudah mengetahui kalau Alberto selama ini hidupnya hanya bergantung dari semua alat-alat ini. Kalau semua alat ini dimatikan , maka pasien pun sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup.
"Bisa jadi pasien ini menunggu seseorang yang sangat ingin ditemuinya di akhir hidupnya" , ucap suster tersebut.
"Kamu benar , saya sudah mengatakannya kepada keluarganya. Tapi gak ada respon yang baik dari mereka. Sudah sebulan ini mereka gak membawa orang yang dimaksud untuk melihat anaknya" , ucap dokter Peter.
"Kasihan sekali pasien ini" , ucap suster tersebut.
Dokter Peter pun menganggukkan kepalanya.
"Kamu jaga saja Alberto dengan baik , kalau ada masalah lagi langsung cepat panggil saya" , ucap dokter Peter.
"Baik dokter" , jawab suster tersebut sambil melihat tubuh Alberto yang sudah semakin kurus karena gak pernah diisi makanan padat selama dia koma.
Dokter Peter pun berjalan keluar dari ruangan ICU menuju ke ruangan kerjanya.
"Aku rasa , aku harus membahas masalah ini dengan tuan Gerardo. Semakin lama dibiarkan , maka organ yang ada di dalam tubuh Alberto pun akan semakin rusak" , gumam dokter Peter.
********
Di apartemen Yui san , akhirnya Aniela sudah tenang dan mulai tertidur.
"Akhirnya kamu tidur juga nak" , ucap Yui san ketika melihat Aniela yang tertidur dalam gendongan Filli.
"Iya nyonya , saya letakin Aniela di dalam box bayi ya" , ucap Filli.
"Iya Filli , setelah ini kamu juga sudah bisa istirahat" , ucap Yui san.
"Baik nyonya" , jawab Filli sambil berjalan keluar dari kamar Yui san menuju ke kamarnya.
"Suamiku , aku benar-benar lelah" , ucap Yui san sambil melihat ke foto pernikahan mereka yang terpasang di dinding kamarnya.
Tubuhnya yang sebelumnya gemuk karena melahirkan , sekarang sudah kembali kurus dengan cepat , karena setiap hari memikirkan keadaan suaminya dan menjaga anaknya sendirian setiap malam , membuat dia pun menjadi kurang istirahat dan gak ada selera untuk makan.
"Aku benar-benar capek sayang. Kapan kamu akan bangun dan hidup bersama dengan aku dan anak kamu? Aku benar-benar sudah gak tahan tinggal sendirian disini" , ucap Yui san yang sudah mulai menangis lagi.
Setiap malam di dalam kamar Yui san , hanya suara tangisan lah yang terdengar di sana. Kalau bukan suara tangisan Aniela anaknya , maka yang terdengar adalah suara isak tangis dari Yui san.
__ADS_1
Mata Yui san yang sebelumnya sangat indah itu , sekarang yang terlihat hanyalah lingkaran mata hitam dan mata yang bengkak karena dia selalu terus menangis selama dua bulan ini.
Sudah tidak ada lagi raut kebahagiaan yang terpancar di wajah Yui san. Sekarang hanyalah wajah kacau dan sedih yang terpancar dari diri Yui san.