
Pada akhirnya Salvio pulang juga ke rumah.
Pada saat itu hanya Leonardo yang pergi ke rumah sakit dan menjemput anaknya dan membawanya pulang bersama dengan perawat yang sudah di sediakan dari rumah sakit untuk merawat Salvio selama berada di rumah.
Dirumah , Alexandria langsung sedih melihat kamar yang sudah kelihatan seperti kamar di rumah sakit , bukan kamar anak-anak yang cerah dan bagus.
Kamar Salvio memang dibuat seperti ruangan ICU karena kalau terjadi apa-apa perawat yang menjaga Salvio bisa melakukan pertolongan pertama sambil menunggu dokter datang untuk memeriksa keadaannya.
"Sayang , Salvio sudah pulang" , ucap Leonardo sambil berjalan masuk ke dalam kamar untuk Salvio dan melihat istrinya yang sedang berdiri di dalam kamar itu.
Alexandria pun membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah anaknya yang tubuhnya sangat kurus itu.
"Apa saya bisa menggendong anak saya suster?" , tanya Alexandria.
"Boleh nyonya" , ucap suster Hesty sambil memberikan Salvio ke tangan Alexandria.
Untuk pertama kalinya Alexandria bisa menggendong anaknya setelah anaknya lahir ke dunia ini.
"Kamu harus kuat ya nak , mama pasti akan selalu menjaga kamu" , ucap Alexandria sambil menitikkan air matanya.
Leonardo yang melihat istrinya mulai sedih lagi , langsung mendekati tubuh istrinya dan memeluk bahu Alexandria.
"Aku yakin kamu pasti kuat sayang" , ucap Leonardo sambil mengecup kening istrinya.
"Iya sayang , aku harus kuat menghadapi semua ini" , ucap Alexandria sambil terisak tangis.
Tidak lama , mama Isabella dan papa Gerardo yang sudah tau tentang kepulangan Salvio pun datang ke rumah Alexandria.
"Kenapa Salvio sudah pulang , tapi kamarnya masih seperti rumah sakit?" , tanya mama Isabella ketika masuk ke dalam kamar Salvio.
"Salvio gak bisa ma , kalau kamarnya dibuat seperti kamar bayi biasa , karena Salvio masih membutuhkan semua alat-alat ini" , jawab Leonardo.
"Kenapa bisa seperti ini nak? Mama kira kalau Salvio sudah bisa pulang , berarti sudah sembuh" , ucap mama Isabella.
"Gak ma , Salvio akan bergantung dengan alat-alat ini seumur hidupnya" , ucap Leonardo.
"Apa!!! Kaki mama Isabella pun langsung terasa lemas dan terduduk di lantai".
"Iya ma , aku juga gak tau kenapa anak aku harus mengalami semua ini , mengapa gak aku saja yang mengalaminya. Kenapa harus anak aku?" , ucap Alexandria yang selalu menyalahkan dirinya sendiri selama beberapa hari ini.
Coba saja kalau saat itu dia gak mengurusi kafe nya , pasti anak-anaknya akan baik-baik saja.
Coba saja kalau waktu itu masalah anak buahnya menggunakan bahan yang sudah kadaluarsa bisa dia selesaikan dengan baik-baik tanpa emosi , pasti dia gak akan mengalami pendarahan dan membuat anaknya menjadi seperti sekarang.
__ADS_1
"Hesty , tolong ambil Salvio dulu" , ucap Leonardo.
"Baik tuan" , jawab Hesty sambil berjalan dan mengambil Salvio kecil dari tangan Alexandria.
Leonardo langsung memeluk tubuh istrinya yang sudah menangis dan bergetar sangat hebat pada saat itu.
"Sudah sayang , cukup , jangan menyalahkan diri kamu terus" , ucap Leonardo sambil membelai kepala istrinya.
"Sudah ma , jangan membuat Alexandria menjadi merasa bersalah terus" , ucap papa Gerardo.
"Yang penting sekarang Salvio dijaga dengan sangat baik" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa , tapi kan tetap saja anak ini gak bisa menjadi penerus kita , mana anaknya Alberto perempuan lagi , siapa yang akan menjadi penerus kita nanti" , ucap mama Isabella.
"Cukup ma , mama selalu mempermasalahkan penerus penerus , coba saja kalau mama dan papa gak memaksakan kehendak kalian , sekarang kalian juga sudah punya penerus. Kalau kalian tidak membuat kak Mathew pergi dari rumah , sekarang kalian sudah punya cucu yang sangat sehat dan bisa kalian banggakan" , ucap Alexandria.
"Apa kamu bertemu dengan Mathew?" , tanya papa Gerardo.
"Bukan pa , tapi Alberto" , jawab Alexandria.
"Kapan Alberto bertemu dengan Mathew? Bagaimana bisa dia bertemu setelah sekian lama Mathew menghilang , bahkan papa saja tidak bisa menemukannya" , ucap papa Gerardo.
"Gak semuanya harus mengandalkan orang-orang papa , makanya papa jangan terlalu sombong" , ucap Alexandria.
"Saat Alberto mengatakan pergi urusan bisnis keluar negeri saat itu dan besoknya Yui san kabur ke Jepang" , ucap Alexandria.
"Berarti saat itu kamu sudah tau kalau Alberto tidak pergi untuk urusan bisnis , tapi mencari Mathew" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa" , jawab Alexandria.
"Kenapa kalian gak mengatakannya kepada papa?"
"Apa gunanya pa , papa juga sudah gak mau melihat anak papa lagi kan?" , jawab Alexandria dengan tegas.
"Tutup mulut kamu" , ucap papa Gerardo yang mulai terpancing emosinya.
"Sudah pa , jangan emosi pa , ingat...papa kondisinya sudah mulai gak baik" , ucap mama Isabella sambil berdiri dan memegang tangan suaminya.
"Cukup sayang , kamu jangan ribut lagi dengan papa" , ucap Leonardo.
"Aku capek sayang , aku capek mama membahas masalah anak aku terus" , ucap Alexandria.
"Iya sayang , aku tau kamu sedang bersedih sekarang , tapi jangan sampai terbawa emosi juga" , ucap Leonardo sambil mengelus punggung istrinya.
__ADS_1
Suster Hesty hanya bisa terdiam melihat perdebatan yang ada di keluarga kaya itu.
"Sudah ma , papa mau pulang".
"Baiklah pa" , ucap mama Isabella yang langsung mendorong kursi roda suaminya keluar dari sana , tanpa berpamitan dengan anak dan menantunya.
"Kamu istirahat dulu ya sayang" , ucap Leonardo.
Alexandria pun menganggukkan kepalanya.
"Tolong jaga Salvio ya Hesty" , ucap Leonardo.
"Baik tuan" , jawab Hesty yang sudah melihat semuanya.
Alexandria dan Leonardo berjalan bersama masuk ke dalam kamar mereka.
"Sayang , kamu minum air dulu" , ucap Leonardo sambil memberikan segelas air kepada istrinya.
Alexandria pun meminum air yang diberikan oleh suaminya.
"Sayang , apa kita perlu memberitahukan kepada Alberto kalau papa sudah tau dia sudah bertemu dengan kak Mathew" , ucap Leonardo.
"Oh iya , kamu benar sayang , aku karena terbawa emosi jadinya memberitahukan semuanya kepada papa dan mama" , ucap Alexandria.
Leonardo yang mengerti kondisi istrinya , hanya menganggukkan kepalanya dan mengambil ponselnya , menyentuh nama Alberto di layar ponselnya.
Alberto yang sedang mengerjakan pekerjaannya di kantor saat itu , mendengarkan suara ponselnya berbunyi , langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelpon.
"Halo kak" , jawab Alberto.
"Halo dek , papa sudah tau kalau kamu sudah bertemu dengan kak Mathew" , ucap Leonardo.
"Apa kak!!!" , ucap Alberto yang terkejut sampai pulpen yang sedang dipegangnya terlepas dari tangannya.
Yui san yang sedang berada disana juga , langsung terkejut melihat reaksi suaminya.
Yah....Yui san tiba-tiba menjadi sangat manja dan gak mau ditinggal oleh Alberto di rumah , akhirnya Alberto mengizinkan dia ikut ke kantor , tapi tidak boleh bekerja sama sekali , hanya boleh duduk manis di ruangan kerjanya.
"Iya dek , tadi Alexandria sempat emosi kepada mama dan papa , akhirnya Alexandria mengatakan tentang kak Mathew" , ucap Leonardo.
"Baiklah kak" , jawab Alberto yang sudah mengerti maksud kakak iparnya.
Alberto pun memutuskan sambungan panggilan telponnya dan meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya.
__ADS_1