
Yui san berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.
"Aku memang sedang kesepian , membutuhkan belaian dari seseorang dan membutuhkan seseorang untuk tempat aku bersandar. Tapi aku sebenarnya masih belum menyukai Takeshi. Kalau Takeshi melakukan hal yang diluar kendali aku bagaimana?" , ucap Yui san dalam hatinya.
Yui san yang sedang panik pun dibuat terkejut melihat Takeshi yang sudah keluar dari kamar mandi dengan celana pendeknya , tanpa mengenakan baju atasannya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa tubuh Takeshi sangat bagus. Terlihat dengan jelas seperti roti sobek disana.
"Pasti Takeshi sangat rajin berolah raga , sehingga tubuhnya bisa terbentuk dengan sempurna. Benar-benar dambaan setiap wanita" , ucap Yui san dalam hatinya.
"Kamu kenapa diam saja melihat aku?" , tanya Takeshi yang berhasil membuyarkan lamunan Yui san.
"Kenapa kamu gak menggunakan baju kamu?" , tanya Yui san.
"Kita kan mau tidur , aku sudah biasa tidur tidak menggunakan baju" , ucap Takeshi sambil berjalan mendekati tubuh Yui san.
Pastinya jantung Yui san berdebar-debar tidak menentu saat tubuh Takeshi berada tepat di depan matanya.
"Kamu tidur di kursi saja ya" , ucap Yui san.
"Kamu sudah mengundang aku tidur di dalam kamar kamu , masa kamu membiarkan aku tidur di kursi" , ucap Takeshi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Yui san.
"Aku mengajak kamu disini , karena sudah gak ada tempat lain lagi" , jawab Yui san dengan cepat.
"Kenapa kamu tidak menyuruh aku tidur di sofa ruang tamu?" , ucap Takeshi sambil terus mendekatkan wajahnya.
Yui san hanya bisa terdiam melihat mata Takeshi yang menatapnya dengan tajam disana.
Ketika Takeshi mendekatkan bibirnya ke bibir Yui san.....
Oakkkkkkkkkkk.....
Yui san langsung bernafas lega , karena tangisan anaknya menyelamatkannya dari kondisi itu.
"Maaf Takeshi , aku harus menyusui Aniela dulu" , ucap Yui san.
"Baiklah sayangku" , ucap Takeshi sambil berjalan dan naik ke atas kasur Yui san , duduk sambil menyandarkan punggungnya di kepala kasur.
"Kamu kenapa malah naik ke atas kasur? Harusnya kamu keluar dulu" , ucap Yui san.
"Haruskah aku keluar , bahkan sebentar lagi semua yang ada di tubuh kamu juga akan menjadi milik aku semuanya" , ucap Takeshi sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kita kan belum menikah , kamu jangan macam-macam sama aku" , ucap Yui san.
"Kamu jangan kolot begitu , sekarang sudah jamannya apa. Sudah biasa kalau kita melakukannya meskipun kita belum menikah. Sudah , cepat nyusuin anak kamu. Kalau gak dia gak akan berhenti menangis" , ucap Takeshi.
Yui san berjalan menuju ke atas kasurnya dan dengan ragu-ragu menurunkan tali satu dari piyama yang sedang digunakannya dan terlihat dengan jelas salah satu bukit nya disana.
"Tubuh kamu benar-benar indah sayang. Gak salah aku menunggu kamu sampai kamu menjadi janda" , ucap Takeshi dengan pandangan yang tertuju ke bukit Yui san yang sedang diisap oleh anaknya.
Pastinya wajah Yui san sudah sangat memerah saat itu , antara percampuran malu dan bahagia karena telah lama dia tidak mendapatkan pujian dari lelaki.
Takeshi terus menunggu sampai Yui san selesai menyusui , merapikan baju piyamanya dan meletakkan Aniela yang sudah tertidur di dalam box bayi.
Dengan langkah yang ragu-ragu Yui san berjalan menuju ke ranjangnya.
Begitu Yui san naik ke atas ranjang , Takeshi langsung menarik tubuh Yui san dan merebahkannya di atas kasur.
Sekarang posisi Takeshi berada di atas tubuh Yui san.
"Kamu mau apa?" , tanya Yui san dengan perasaan takut.
"Aku mau kamu , sudah lama aku menunggu saat-saat seperti ini" , ucap Takeshi sambil menurunkan wajahnya dan mau mencium bibir Yui san.
Yui san terus menolak ciuman yang diberikan oleh Takeshi.
Takeshi mulai menyentuh paha mulus Yui san dengan tangannya dan dengan perlahan masuk ke bawah piyama satin yang digunakan oleh Yui san.
Merasakan belaian lembut yang menggetarkan seluruh tubuhnya , gak bisa dipungkiri kalau Yui san yang sudah lama kesepian sangat menginginkan belaian lembut seperti itu.
Akhirnya Yui san pun menyerah saat jari tangan Takeshi sudah menyusup ke dalam kain tipis yang ada di sana.
Benar-benar memacu darah Yui san mengalir lebih cepat dan membuat tubuh Yui san bergetar hebat seperti tersengat listrik.
"Kamu pasti sudah siap kan?" , ucap Takeshi yang sudah mengetahui bahwa tubuh Yui san telah siap menerima miliknya yang sudah berdiri dari tadi.
Yui san yang sudah gak bisa menahannya lagi pun menganggukkan kepalanya.
Meskipun dia tidak mencintai Takeshi , tapi serangan dari Takeshi membuat Yui san tidak bisa menolaknya.
Takeshi membuka celananya dan memasukkan miliknya yang sudah siap ke dalam sana , sampai akhirnya mereka mencapai kenikmatan bersama.
Kenikmatan yang selalu didambakan oleh Yui san selama ini.
__ADS_1
"Tubuh kamu benar-benar seksi sayang" , ucap Takeshi sambil mencium bibir Yui san.
Yui san pun gak menolak lagi saat bibir Takeshi menciumnya , bahkan Yui san mulai menikmatinya dan mengikuti alur lidah Takeshi yang bermain di dalam sana.
"Aku mencintai kamu Yui san , sangat mencintai kamu" , ucap Takeshi dengan nafas yang terengah-engah.
Yui san hanya diam saja , karena dia masih belum memiliki perasaan cinta untuk Takeshi pada saat itu.
Takeshi yang sudah lelah pun melepaskan tubuhnya dan tidur sambil memeluk tubuh polos Yui san.
.
.
Pagi harinya Filli masuk ke kamar Yui san untuk mengurus Aniela.
Begitu Filli berjalan masuk ke dalam kamar , mata Filli langsung membulat karena terkejut melihat apa yang ada di depan matanya saat itu.
Terlihat nyonya nya sedang tidur dengan bahu polos yang di tutupi oleh selimut , dalam pelukan seorang lelaki yang tidak pernah dilihatnya selama ini.
Filli yang takut nyonya Yui san memarahinya , langsung mengambil Aniela dan membawanya keluar dari kamar.
********
Di rumah duka....
"Nak , coba kamu pergi melihat Yui san di apartemennya. Kalau bisa minta dia datang ke pemakaman papa. Gak enak juga kalau dilihat orang kalau dia gak datang lagi" , ucap mama Isabella.
"Iya ma" , jawab Alexandria yang sebenarnya sudah malas untuk bertemu dengan Yui san lagi.
Alexandria keluar dari rumah duka bersama dengan suaminya Leonardo.
"Sayang , aku gak ngerti kenapa mama menyuruh aku memanggil Yui san. Jelas-jelas dia kan yang gak mau datang. Kenapa gak dibiarkan saja?" , ucap Alexandria dengan agak kesal.
"Maksud mama juga baik sayang , supaya gak ada gunjingan orang lagi kepada keluarga kita" , jawab Leonardo.
"Tapi itu kan memang keinginan Yui san sendiri yang tidak menganggap kita sebagai keluarganya lagi" , ucap Alexandria.
"Iya memang keinginannya Yui san , tapi orang-orang kan tidak mengetahui yang sebenarnya. Yang ada bisa jadi orang menyalahkan keluarga kita yang tidak baik kepada Yui san setelah kematian Alberto" , ucap Leonardo.
"Mana pernah kita tidak baik sama dia , apa pun yang dia mau juga selalu kita turuti. Bahkan mama dan papa selalu membela dia terus" , ucap Alexandria.
__ADS_1
"Iya , tapi kan cuma kita saja yang mengetahui sifat asli Yui san. Orang luar mana ada yang tau sayang" , ucap Leonardo.
"Iya , kamu benar sayang" , jawab Alexandria.