
Bangun pagi Mahesa langsung diributkan dengan bunyi dering teleponnya,rasanya dia sangat kesal untuk mengangkatnya tapi karna ponselnya terus berbunyi akhirnya Mahesa bangun dan melihat ternyata ibunya sudah menghubunginya lebih baru lima kali.
Mahesa mengabaikan panggilan ibunya lalu dia beranjak ke dalam kamar mandi,karena hari ini dia akan berangkat ke kantor.
"Sayang,kenapa dari tadi pagi ponselmu bunyi terus angkat dong." Ucap Dela.Dia tidak pernah mau sekali pun menyentuh ponsel suaminya bukan karna Mahesa melarangnya tapi karna dia merasa itu sangat berlebihan.
"Aku malas,mama terus menghubungiku karena mungkin dia mau menyuruhku datang ke rumah sakit aku tidak mau ribut terus dengan mereka." Ucap Mahesa.Dia sudah keluar dari kamar mandi dan mulai mengenakan pakaian kantor.
"Mas mari kita kesana,kita tidak boleh membiarkan nenek seperti itu,semoga pintu hatinya segera terbuka,dan dia menyadari kesalahannya."Jawab Dela.Mahesa menatap istrinya yang sedang merapikan tempat tidur sementara Alexa masih tertidur pulas di dalam box nya.
"Kamu yakin sayang." Tanya Mahesa.Sebenatnya dia sangat malas bertemu dengan neneknya,karena Mahesa sudah tidak percaya lagi dengan semua keluarganya,apalagi neneknya yang pernah berpura-pura ingin menerima Dela ternyata dia memiliki rencana busuk yang gagal dia laksanakan bersama semua orang-orang suruhannya.
"Tapi aku malas banget sayang,apalagi pekerjaanku sangat banyak di kantor,aku saja nanti pergi sebentar,kalau memang dia belum mau menerima mu,aku tidak akan mau lagi membawamu ke hadapannya,nenek sepertinya besar kepala karena kamu selalu menghormatinya." Ucap Mahesa.
__ADS_1
"Ya sudahlah mas terserah kamu saja mana baiknya." jawab Dela,mereka akhirnya berjalan menuju meja makan lalu menikmati sarapan bersama di pagi ini.
****
Mahesa keluar dari kantornya setelah satu harian sibuk memeriksa seluruh berkas yang sudah menumpuk di mejanya untuk menunggu tanda tangannya.Berhubung beberapa hari ini Mahesa,sibuk mengikuti beberapa kegiatan di luar kantor akhirnya tugas-tugas dikantor pun terbengkalai.
"Rencananya mau langsung pulang,tapi berhubung istri tercinta menyuruhku menjenguk nenek terpaksa aku harus mengikutinya."Ucap mahesa,akhirnya dia menyetir mobilnya menuju rumah sakit tempat neneknya di rawat.
Mahesa membuka pintu,saat itu dia melihat neneknya terbaring lemah,tubuhnya semakin kurus dan wajahnya terlihat semakin tua,mungkin dia terlalu depresi karena sampai detik ini belum ada mata yang cocok untuknya.Setidaknya begitulah informasi yang di dapatkan oleh mahesa dari seorang dokter yang menangani neneknya.
"Mahesa...,kamu datang cucuku,bagaimana bisa aku sembuh sementara kamu orang yang selalu ku harapkan menjagaku tapi kamu malah tidak peduli keadaan nenek." Ucap neneknya.Mahesa sangat tersentuh mendengar ucapan neneknya,biar bagaimana pun dia adalah orang yang sangat dicintai neneknya tapi karena keegoisannya itulah Mahesa memilih menjauh darinya.
"Maafkan aku nenek,aku sangat sibuk di kantor,apalagi aku sudah punya anak,aku harus banyak perhatian anakku nenek." Ucap Mahesa.Nenek tua itu terlihat menghela napas berat.
__ADS_1
"Apa kamu kesini bersama istrimu?" Tanya neneknya.
"Tidak nenek,diakan sudah punya anak,dia tidak bisa bebas seperti dulu nenek,dia dirumah mengurus anak kami.Kenapa nenek mencarinya? Tanya Mahesa entah kenapa sulit rasanya sekarang percaya kepada wanita tua yang ada di hadapannya.
"Nga papa,"Jawab nenek,sepertinya dia ingin mengungkapkan sesuatu tapi dia berat mengatakannya,Mahesa tidak peduli dengan semua itu karena dia sudah pernah kecewa dibuat oleh neneknya.
"Nenek maafkan aku karena tidak bisa menuruti keinginanmu,nenek sudah tau besarnya cintaku kepadanya,bahkan jika nenek mengambil semua harta yang nenek berikan kepadaku,aku tidak pernah meninggalkan istriku,aku akan bersamanya sampai tua,dan membesarkan anak-anak kami nantinya." ucap Mahesa.Wanita tua itu hannya bisa diam dan tidak membantah apa pun saat itu.
"Ma....Maafkan anakku ma,aku sebagai ibu sudah gagal mendidiknya,tapi mau gimana lagi ma dia sangat mencintai wanita itu,sudah banyak hal yang kita lakukan untuk memisahkan mereka tapi tidak bisa juga apa nga lebih baik mama memberikan restu yang sesungguhnya kepada Mahesa dan istrinya ma." Ucap mamanya.Tiba-tiba saja mamanya sudah berdiri di belakang.Walaupun mamanya berkata seperti itu Mahesa harus waspada dia takut itu hannya akal-akalan mereka saja.
"Keluar kalian dari ruangan ini,aku ingin sendiri untuk saat ini.Dan aku minta kalian cari suster yang bisa menjagaku dengan baik,aku tidak ingin di rawat oleh kalian." Ucap sang nenek.Mahesa keluar dari kursinya dia menatap neneknya yang sudah memalingkan wajahnya dari mereka.
"Nenek aku pamit pulang,semoga nenek cepat sembuh,aku akan mencari suster yang bisa merawat mu dengan baik." Ucap mahesa lalu keluar dari ruangan itu dan Kemabli pulang kerumahnya.
__ADS_1
*** bersambung***