Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 26 ~ Babu murahan ~


__ADS_3

Mahesa tidak bisa menahan hasrat yang sudah mau meledak,dia sudah menahannya mulai dari tadi siang,tetapi kali ini dia tidak bisa menahannya lagi,karna penampilan wanita yang ada dihadapannya.


"Kamu memang wanita penggoda,tidak ada kucing menolak ikan " Ucap Mahesa dengan berani pria itu langsung menarik tangan putri,dan menjatuhkan tubuh wanita seksi itu ke atas ranjang,melihat tubuh seksi putri Mahesa tidak sabar langsung melucuti pakaian wanita itu satu persatu hingga tidak meninggalkan sehelai benang pun.


Mahesa dengan sangat bergairah memacu permainannya dengan wanita itu,dia terus menghujam milik wanita itu hingga dia terus mendesah hebat dikamar itu.Mereka melakukannya hingga beberapa kali membuat wanita itu tidak bisa memungkiri jika Mahesa pria yang sangat pintar dalam memuaskan wanita.


Saat mereka telah sama-sama lelah Mahesa seakan tiba-tiba tersadar dengan apa yang dia lakukan dengan wanita itu,dia sedikit menyesal dengan apa yang sudah dia perbuat bersama wanita itu.


"Keluar dari kamar ini,karna aku tidak nyaman jika ada orang lain di sampingku." Ucap Mahesa Putri merasa kesal karna setelah selesai menikmati tubuhnya pria itu langsung berubah dingin kepadanya.


Putri bergegas memakai pakaiannya saat hendak mencapai pintu Mahesa kembali berbicara kepadanya.


"Jangan berharap lebih kepadaku,karna kamu yang menginginkannya,dan kamu juga tau jika aku membuangnya diluar karna aku tidak menginginkan anak dari rahim seorang wanita sepertimu." Ucap Mahesa Putri mengigit bibir bawahnya dia benar-benar seperti wanita murahan yang menjajakan tubuhnya kepada setiap laki-laki.


"Sabar.....Aku harus sabar kepada pria itu,bagaimana pun caranya aku harus bisa menikah dengannya." Ucap Putri lalu keluar dari kamar itu meninggalkan Mahesa.Dia sangat leluasa meninggalkan kamar Tampa harus mengendap-endap karna dia yakin semua penghuni kamar itu sudah tidur karna dia telah mencampur obat tidur kepada minuman semua orang dirumah itu hingga mereka tidur dengan sangat pulas.


Setelah wanita itu keluar dari kamarnya Mahesa kembali membuang seprei dari ranjangnya dia seakan-akan begitu jijik dengan wanita itu.

__ADS_1


"Sialan bisa-bisanya aku bermain dengan wanita itu,bahkan sampai beberapa ronde,ini semua karna wanita itu,harusnya dia yang bertanggung jawab dengan semua ini,kalau bukan karna dia mungkin aku masih bisa menahannya." Ucap Mahesa dia langsung sikat gigi dan kumur-kumur seakan-akan ada bakteri di mulutnya.


Setelah selesai membersihkan semua tubuhnya Mahesa langsung tidur pulas karna dia begitu kelelahan karna aktifitas hari ini.


Keesokan paginya kedua orang tua Grace dan juga Grace bersiap untuk sarapan pagi,sudah beberapa Minggu tinggal di Indonesia Grace sama sekali belum melakukan apa pun,hari ini dia meminta kepada ayahnya agar dia bisa bekerja di perusahaan Mahesa.


"Papa,pokoknya papa harus menyuruh Mahesa menerimaku kerja di perusahaanya,aku tidak mau pria itu luput dari perhatianku,aku tidak mau kehilangan dia lagi papa." Ucap Grace dan papa nya hanya mengangguk.


"Lebih baik kamu pergi dulu pagi ini nanti papa akan hubungi Mahesa untuk menerima mu." Ucap sang ayah membuat Grace bahagia,Tampa malu dia menciumi ayah dan ibunya.Dia memang wanita yang sangat di manjakan dari dulu apapun keinginan ya kedua orang tuanya akan berusaha memenuhinya.


Setelah selesai berbicara dengan kedua orang tuanya dia langsung berangkat menunju kantor Mahesa tetapi dia begitu kaget karna jam sudah menunjukkan jam sembilan Mahesa belum juga muncul di kantor itu Yang ada hannya asistennya Doni.


"Aku tidak tau nona,bos Mahesa akan marah jika aku terlalu ikut campur urusan pribadinya mungkin dia sedang bersama kekasihnya." Ucap pria itu membuat Grace semakin kesal saja.


"Kekasihnya yang mana? aku ini calon istrinya tidak ada yang bisa merebutnya dari aku kamu ngerti,sepertinya kamu tidak mendukung aku ya?" Tanya Grace dia menatap sinis kepada Doni hingga pria itu benar-benar kesal kepada wanita yang ada dihadapannya lalu dia meninggalkan wanita itu di ruangan Mahesa.


Sementara itu Mahesa di rumahnya,hari ini dia benar-benar malas untuk berangkat ke kantornya bahkan Jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi dia sama sekali belum keluar dari kamarnya hingga para pelayan merasa aneh dengan tingkah tuan mereka pagi ini.

__ADS_1


"Nga biasanya tuan mahesa lama bangun apa dia sedang sakit." Tanya salah satu pelayan dirumah itu.


"Mungkin dia kelelahan namanya dia pria lajang,tampan kaya lagi siapa sih wanita yang tidak menginginkannya bahkan untuk sekedar teman tidur aja banyak wanita yang mau." Jawab yang lainnya mereka semua terlihat sangat gembira membicarakan tuan tampan mereka.


Sementara itu putri hannya dia menanggapi ucapan teman-temannya dia masih ingat semalam permainan hebat pria itu,tapi dia sangat tersinggung saat mereka sudah selesai melakukannya pria itu malah seperti menghinanya.


"Putri...kamu kok diam apa ada yang salah,atau jangan-jangan kamu tertarik dengan pria itu,lebih baik nga usah deh karna kita bukanlah levelnya." Ucap temannya,putri hannya tersenyum kecut mendengar ucapan teman-teman nya itu.


Tidak berapa lama Mahesa terlihat menuruni tangga para pelayan itu langsung mengambil kesibukan masing-masing,mereka tidak ingin melihat pria itu marah kepada mereka.


Putri terlihat santai,dia tidak takut Mahesa marah kepadanya tetapi pada saat Mahesa sampai di lantai bawah lalu dia melihat pria itu,dia benar-benar kagum dengan penampilan pria itu lagi ini,putri hannya bisa menelan ludah melihat ketampanan pria itu.


"Nanti siapa yang bertugas membersihkan kamarku tolong bersihkan dengan baik,seprei dan semua peralatan kamarku tolong dilap,aku tidak ingin pulang kerja melihat ada kotoran sedikitpun di kamar itu." ucap Mahesa dia lalu minum kopi yang ada dimeja.Para pelayan jarang menyiapkan sarapan lagi karna Mahesa bukan tipe pria yang suka makan-makan yang berat kalau pagi terkecuali kalau dua memintanya.


Dela benar-benar kesal sudah hampir jam sepuluh pria itu belum membuka kamar itu,dan lucunya pelayan hotel memenuhi semua kebutuhannya tetapi saat dia meminta ingin keluar dari hotel itu pelayan itu tidak mau menuruti permintaanya.


Saat hatinya sangat kesal tiba-tiba kamar hotel itu terbuka dela melihat Mahesa sudah berdiri di hadapan pintu hotel itu.

__ADS_1


"Kamu emang pria sialan mengurungku di tempat ini lebih baik aku keluar kamu hanya pria tidak jelas menahan ku ditempat ini."Ucap Dela dia bersiap-siap hendak keluar.


***bersambung****


__ADS_2