
Mahesa dan Dela terlihat begitu bersemangat untuk mengejar kenikmatan yang mereka mulai,Dela terus mengeluarkan ******* dari bibirnya hingga Mahesa semakin tidak bisa menahan hasrat yang sudah lama dia pendam,karna kehamilan istrinya itu.
Dia membuka baju Dela dan melemparnya ke lantai mereka saling menikmati keinginan mereka dibawah selimut.
"Brakkk....Tiba-tiba seseorang mendorong pintu kamar mereka yang kebetulan Mahesa lupa menguncinya dari dalam.Mahesa sangat kaget hingga dia terjatuh kelantai.Beruntung dia masih memakai celananya hingga putri tidak melihat miliknya.
"Bang kamu sudah pulang dari kantor?" Putri juga sangat kaget melihat mereka yang sedang memadu kasih lalu dia menutup pintu kembali dan berlari dari depan pintu menuju kamarnya.Dela sangat kesal,ingin rasanya dia bangun lalu menampar wajah putri karna dengan tidak sopan memasuki kamar mereka.
Hariz bangkit dari lantai lalu mendekati Dela,dia memang sangat kesal dengan putri tapi dia lebih baik membiarkan wanita itu dulu dia ingin menyelesaikan permainan nya tadi.
"Sayang.."Mahesa memanggil Dela,lalu membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya tapi Dela sudah terlanjur kesal akhirnya dia pura-pura tidur dan mengabaikan panggilan suaminya.
__ADS_1
"Sayang ayo dong," Rengek Mahesa,dia sangat kesal kepada Dela yang mengabaikannya.Tapi memang akhir-akhir ini cepat emosi,dia tidak tau kenapa dia sangat gampang marah.
Melihat istrinya yang mengabaikannya akhirnya Mahesa keluar dari kamar dan berjalan ke meja makan yang ada di belakang.Dia minum air dingin rasanya kepalanya sudah mau pecah karna Dela tidak mau melanjutkan permainannya yang tanggung tadi.
"Sialan itu wanita,bisa-bisanya dia masuk ke kamar tampa mengetuk pintu lebih dulu.Dela mungkin kesal makanya dia sangat emosi." Mahesa duduk di kursi makan lalu menghentakkan gelas ke atas meja hingga menimbulkan suara keras.
"Maaf tuan,ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan yang kebetulan sedang melewati meja makan.
"Panggilkan putri ke kamarnya dan bawa dia kehadapan ku,sekarang."Ucap Mahesa,Pelayan langsung bergegas menaiki anak tangga karna kebetulan kamar Putri berada di atas.Pelayan itu terlihat berlari kecil,dia sangat heran dengan tuannya karna sudah lama sejak menikah dengan Dela dia tidak menunjukkan sikap pemarahnya.
"Tuan aku sudah membawa nona Putri."Ucap pelayan,saat itu sang pelayan hendak meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Tetap disini." Mahesa menahan pelayan itu,dia tidak ingin ada gosip lain dari para penghuni rumah mewah itu.
"Kenapa kamu jadi orang tidak punya etika sama sekali,kamu pikir kamu sudah bisa bebas melakukan apa pun di rumah ini,kamu harus menjaga sopan santun mu,jangan memancing emosi ku,jika aku sampai marah aku bisa mengusirku dari rumah ini bahkan dari kota ini juga."Ucap Mahesa,dia begitu muak dengan wajah Putri yang tidak merasa bersalah sedikit pun.
"Maafkan aku bang,aku tidak tau kalau Abang sudah berada di kamar itu."Ucap Putri dia tertunduk malu,karna mahesa memakinya di depan pelayan.
"Jangan ulangi kesalahan yang sama,pelihara etika mu,belajar lah untuk sadar diri."Ucap Mahesa dengan angkuh lalu beranjak dari kursinya dan meninggalkan Putri dan juga pelayan itu.
Wajah Putri langsung merah padam,dia sangat malu kepada pelayan yang berada disitu juga.
"Kamu pergilah."Ucap Putri,dia memasang wajah temboknya di hadapan sang pelayan.Lalu dia duduk di kursi wajahnya terlihat sangat kusut karna rencana nya untuk keluar malam bersama sahabat barunya gagal total.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus sabar,ternyata tidak semudah yang kubayangkan untuk mendapat uang dari orang kaya ini."Ucap Putri lalu dia mengirim pesan kepada para sahabatnya,walaupun dia tau mereka semua akan marah dia tidak peduli karna kenyatannya dia tidak punya uang sama sekali.
**** bersambung****