
Karna terlalu stres di kantornya karna hari ini semua orang-orang yang tidak diinginkan mendatanginya,akhirnya Mahesa pergi menemui wanita yang selalu ada di hatinya.Terkadang dia bingung kenapa dia begitu menginginkan wanita itu,Jika hannya karna dia seorang perawan,setiap hari dia bisa membeli wanita perawan dari rumah bordir.Tetapi sampai hari ini dia bingung bagaimana perasaanya kepada wanita itu.Yang pastinya dia selalu marah jika Bobby mengganggunya.
Saat dia memasuki kamar Dela betapa kagetnya dia saat melihat wajah Dela yang sedang dibalut makeup.Dia belum pernah melihat wanita itu berdandan,yang dia lihat Selama ini adalah wanita polos yang begitu menggoda.
"Untuk apa kamu berdandan hari ini?" Tanya Mahesa,dela mengabaikan pertanyaan Mahesa lalu dia ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya karna dia cukup malu jika pria itu menatapnya.
Saat Dela sudah keluar Mahesa menatap ke arah dela lalu dia mengernyitkan keningnya karna Dela sudah menghapus make up nya.
Hari sudah mulai sore tetapi Mahesa belum juga menghubungi Grace hingga wanita itu emosi sendiri,akhirnya dia pergi kerumah Mahesa.Tetapi saat dia sampai di sana dia juga sangat kecewa karna ternyata pria itu tidak ada.
"Nyonya mau minum apa?" Tanya putri babu yang sangat jatuh cinta kepada Mahesa tapi Sampai hari ini dia belum bisa mendapatkan pria itu.Putri semakin sulit untuk mendapatkan Mahesa saat orang tuanya sudah kembali dari luar negri.
"Tante kemana? apa mereka sedang pergi juga." Tanya Grace dia benar-benar kesal karna Mahesa tidak mengangkat ponsel nya juga.
"Kamu kenapa terlihat sangat gelisah nak?" Tanya wanita tua itu,tiba-tiba saja dia sudah duduk dihadapannya.
"Aku kesal nenek,Mahesa tidak mengangkat ponselnya,dan juga dia tidak memenuhi janjinya,harusnya sore ini kami akan pergi keluar,sementara kata asistennya dia sudah keluar dari tadi." Ucap Grace dengan wajah yang sangat kesal.Wanita itu hannya tersenyum saat mendengar ucapan wanita itu.
"Mungkin dia sedang di hotel,dia jika malas ke rumah dia akan menginap disana." Ucap sang nenek.
__ADS_1
Grace langsung menanyakan nama hotel dan alamat hotel kepada nenek itu,lalu dia berangkat menuju hotel itu.Sesampainya di sana dia langsung bertanya kepada pelayan hotel dan menyuruhnya untuk mengantarnya ke kamar itu.
Semua pelayan saling menatap saat wanita itu meminta untuk mengantarnya ke kamar itu,padahal mereka sangat tau bos mereka tidak akan membiarkan sembarangan wanita memasuki itu kecuali dia yang membawa atau wanita yang sudah di bokingnya.
"Maaf nona,kami tidak boleh sembarangan mengantar orang ke ruangan itu,karna ruangan itu milik tuan Mahesa " Ucap salah satu pelayannya.Seketika Grace marah kepada mereka.
"Kamu tidak tau aku ini siapa,aku ini calon istri tuan mu dan kami akan secepatnya menikah berarti aku juga sebentar lagi akan menjadi nyonya Kalian." Ucap Grace sambil berkacak pinggang.
Terkadang para pelayan itu cukup muak melihat wanita yang sering datang dan mengaku-ngaku calon istri Mahesa,tapi baru kali ini mereka melihat tuan mereka membawa wanita dan lama tinggal di ruangannya.
"Maaf nona,kami tidak tau apa hubungan anda dengan tuan Mahesa.Karna banyak wanita yang datang ke hotel ini dan mengaku akan menikah dengan tuan Mahesa." Ucap sang pelayan hotel dengan wajah sedikit meremehkan Grace.
Pelayan itu hannya senyum meremehkan dia cukup tau dengan wanita-wanita yang datang ke hotel itu,sudah pasti mereka hannya sewaan dari Mahesa.
Mahesa menatap Dela,tiba-tiba dia merasa kasihan dengan wanita itu karna setiap hari dia mengurungnya baik hotel atau di villa.Dan hari ini tiba-tiba dia ingin mengajak wanita itu untuk sekedar melihat dunia luar.
"Apa kamu ingin jalan-jalan atau pergi belanja,maaf karna selalu mengurungku di tempat seperti ini suatu saat kamu akan tau apa alasanku selalu mengurungku." Ucap Mahesa,sebenarnya dia tidak ingin menjadikan wanita itu sebagai tawanan ya tetapi melihat wanita wanita itu begitu membencinya akhirnya timbul pikirannya untuk mengurungnya karna dia begitu takut jika dia pergi dengan Bobby atau pria lain di luaran sana.
"Konyol memang,aku melakukan sesuatu diluar nalar manusia." Suara hati Mahesa dia tersenyum kecut saat dia harus memilih antara status sosial dan perasaanya.
__ADS_1
"Silahkan kamu ganti baju agar kita segera pergi,kita akan makan diluar sambil jalan-jalan apa ada sesuatu yang ingin kamu kunjungi aku akan membawamu kesana." Ucap pria itu.Sekstika perasaan hangat dari wanita itu muncul.Perlakuan seperti itu tidak pernah dia dapatkan selama ini.Yang memperlakukan dia secara baik selama ini cuma Bobby,dan itu pun belum bisa dia pastikan karna dia Baru saja kenal dengan pria itu.
Dela tidak berani menolak karna memang sesungguhnya dia ingin sekali menghirup udara luar,sudah beberapa minggu ini dia hannya di dalam ruangan.Dela langsung berlari ke kamar mandi dan membawa pakaiannya serta peralatan make up yang baru saja dia dapatkan.Setselah selesai memakai baju dan memoles tipis-tipis wajahnya,akhirnya dia keluar.Mahesa tersenyum puas melihat Dela yang menuruti keinginannya.
Dela keluar dari kamar bersama Mahesa,wanita itu menyesuaikan sedikit gaya nya dengan pria itu,karna dia tidak ingin orang-orang menatapnya dengan tatapan tidak menyenangkan.Dia terus mengikuti langkah pria itu hingga akhirnya mereka sampai di lantai bawah para pelayan hotel menatap iri kepada wanita itu.
"Dia cukup beruntung,padahal dia tidak terlalu cantik tapi setidaknya baru wanita itu yang bisa lumayan lama di hotel ini." Ucap seorang pelayan dia menatap terus ke arah kedua pasangan itu.
"Alah...Paling juga seminggu lagi dia di campakkan seperti hari-hari sebelumnya kayak nga tau tuan saja." Ucap pelayan yang lain.
Setelah melewati pintu keluar tiba-tiba Grace sudah datang dia melihat Mahesa bersama seorang wanita hingga membuat darahnya naik.
"Mahesa...Apa-apaan ini,siapa wanita ini kenapa kalian begitu dekat.Sialan kamu aku menunggumu dan menghubungi mu dari tadi ternyata ini yang kamu lakukan." Ucap Grace hatinya benar-benar cemburu saat melihat orang yang dipujanya bersama wanita lain.
"Hei....Sialan apa kamu tidak tau jika Mahesa akan segera menikah apa kamu mencoba menyerahkan tubuhmu itu untuk calon suamiku ini hah...?" Grace tiba-tiba ingin melayangkan tamparan di wajah Dela tapi wanita itu dengan sigap langsung menangkap tangan Grace lalu melemparkan ke udara.
"Hati-hati ucapan mu,sebelum kamu ingin menjadikan pria sebagai suami selidiki latar belakangnya dahulu." Ucap Dela lalu meninggalkan mereka berdua di tempat itu.
***bersambung***
__ADS_1