Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 118 ~ Tidak ada ampunan ~


__ADS_3

Mahesa cukup tercengang mendengar ucapan istrinya, dia tidak menyangka jika membawa adik istrinya ke rumah adalah kesalahan terbesarnya.


"Kenapa sebelumnya kamu tidak cerita sayang kalau kamu kehilangan uang dan yang p lakunya adalah adikmu? Tanya Mahesa masih belum hilang rasa kagetnya.Dia tidak mempercayai jika wanita itu berani mengambil barang semahal .


"Karna sebelumnya aku malu,dan aku juga tidak ingin melihat mu marah,tapi untuk sekarang secepatnya kamu cari dan jebloskan dia ke penjara.Kalau orang seperti itu mas sebaik apa pun kita kepadanya tetap nantinya dia akan mengigit,sama dengan ayah sikapnya jika tidak segera di bereskan mereka bisa menjadi sumber masalah dalam rumah tangga kita."Ucap Dela panjang lebar.


"Mulai hari ini apa pun yang terjadi kepada keluarga itu aku sudah tidak peduli lagi,mau mereka mampus juga aku tidak peduli."Ucap Dela Kemabli.


Dela semakin sadar jika keluarganya itu bukan orang yang dengan mudah mengalah lebih baik dia di anggap tidak tau diri dari pada suatu saat hidupnya hancur hannya keluarganya yang tidak tau malu.


"Terus kamu tau tidak sekarang dia tinggal dimana,takutnya nanti kalungnya di jual,soalnya itu berlian langka dan itu hannya ada tiga di dunia.Jika dijual kembali ke pasar dunia mereka berani membeli dengan harga miliaran."Ucap mahesa.


Dela cukup kaget mendengar ucapan suaminya,dia tidak menyangka pria itu menghadiahkan barang semahal itu kepadanya,dan dia sangat beruntung punya suami sebaik Mahesa.


"Aku juga tidak tau mas,tapi mas aku tidak yakin jika berlian itu masih disimpannya jangan-jangan sudah di jual dan uangnya sudah habis."Ucap Dela.


"Dasar keluarga tiada tau malu,bisa-bisanya dia mengambil barang semahal itu,apa pun yang terjadi aku tidak akan memaafkan mu putri,dari dulu kamu selalu menzolimi ku tapi setelah aku menikah dan suamiku orang yang cukup berada kamu malah ingin menumpang hidup bahkan kamu berani mencuri barang berharga itu."Batin Dela,dia sangat sedih kehilangan barang berlian pemberian suaminya.


"Baiklah aku akan mencari mereka,gampang kok untuk mencari orang seperti ini lihatlah jika yang dari penjualan berlian itu habis yakin lah mereka akan datang kembali mencari Kita."Jawab Mahesa.

__ADS_1


"Makanya mas,dulu juga aku sangat tidak setuju saat kamu membawanya bersama kita tapi kamu nga mau mendengar ucapan ku." Dela selalu menyalahkan Mahesa,atas keberaniannya untuk membawa wanita itu tinggal bersama mereka,padahal Mahesa niatnya tulus,karna dia pikir jika putri menjaga Dela maka semuanya jauh lebih baik kenyataannya semua tidak sesuai rencananya.


****


Putri dan ayahnya berjalan keluar dari gang kontrakannya, mereka ingin pergi belanja kebutuhan dapur karna semuanya sudah habis.


"Papah jauh tidak dari sini ke pasar,aku malas banget sebenarnya kalau harus naik angkot."Ucap putri walaupun masih terlihat pagi tapi matahari sudah cukup menyengat hingga membuatnya sedikit kesal dan gampang emosi.


"Sabar nga jauh kok,kita menunggu angkot di tempat ini saja,mama tiri mu pintar masak jadi kita beli semua kebutuhan rumah dari pasar saja agar mengurangi pengeluaran kita."Ucap papanya putri membuat putri hannya mendengus kesal.


Sementara itu dari kejauhan Mahesa melihat putri,dia memelankan laju kendaraannya karna takutnya dia salah orang.


Putri langsung berdiri saat mobil mewah berhenti di hadapannya,dia ingin melihat siapa yang keluar dari mobil itu.Tapi saat melihat Mahesa melihat turun dari mobil dia cukup kaget,dan ketakutan,


"B_bang...Apa yang Abang lakukan disini."Tanya Putri dengan wajah ketakutan,membuat Mahesa semakin yakin jika dialah yang mencuri berlian milik istrinya.


"Kamu sepertinya ketakutan apa kamu sedang membuat kesalahan kepada kami hingga kamu terlihat panik dan takut melihat kedatangan ku."Ucap Mahesa,dia masih berpura-pura baik agar dia bisa membawa putri dan ayahnya ke rumahnya agar lebih mudah di interogasi.


"T_tidak Bang bagaimana kabar Kaka bang apa dia sudah melahirkan bawa kami ke rumah mu bang agar aku bisa bertemu dengan keponakan ku bang,iya kan papa,."Ucap Putri dia berusaha terlihat tenang agar Mahesa tidak curiga dengannya.

__ADS_1


"I_iya,kamu harus membawaku membawa cucuku."Jawab papanya Tampa rasa malu sedikit pun,mereka mengira jika Mahesa dan Dela belum menyadari jika mereka kehilangan barang berharganya.


"Bisa..Ayo kita kerumah dengan senang hati aku akan membawa kalian menemui keponakan dan cucu kalian,kita kan keluarga."Ucap Mahesa sarkas,dia sebenarnya cukup jijik mendengar ucapan kedua anak dan keluarga yang tidak punya rasa malu sedikit pun.


"Sayang aku pulang coba lihat siapa yang datang," Mahesa memanggil istrinya yang sedang dikamar menyusui bayinya.Dela masuk kedalam rumah dengan rasa kagum yang sangat tinggi,Rasa iri di hatinya semakin besar saat kaka bisa hidup bahagia dengan suaminya yang sangat kaya.


Begitu juga dengan ayahnya,matanya menelusuri seluruh ruangan,tidak habis rasa kagum di hatinya untuk kemewahan rumah menantu kayanya itu.Dia sangat bangga saat seorang konglomerat seperti Mahesa dengan mudah menerimanya masuk di rumah itu.


"Put,Kaka mu sangat hebat bisa mendapat suami sehebat pria ini,kamu kapan dapat pria kaya."Ayahnya berbisik ke telinga putri,dia menjadi kesal sendiri mendengar ucapan ayahnya karna dia merasa khawatir dengan sikap Mahesa kali ini.


Saat memasuki gerbang saja putri sudah merinding melihat banyaknya penjaga rumah milik kakaknya tapi dia berusaha terlihat tenang karna tidak akan mungkin Dela berani marah kepadanya dan juga ayahnya.


"Oohh,ternyata keluarga pencuri ini sudah datang ke rumah ini,mas penjarakan mereka sekarang juga,aku tidak Sudi punya keluarga maling seperti mereka."Ucap Dela saat dia keluar dari kamar dan menemui mereka.


Putri dan ayahnya sangat kaget mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Dela,bahkan putri sudah sangat ketakutan dari awal dia sudah sangat curiga dengan sikap Mahesa yang terlihat sangat baik menyambut mereka.


"A_apa maksudmu kak,pencuri siapa yang pencuri kak,jangan bicara sembarangan kak."Ucap Putri dia masih berusaha mengelak tapi wajahnya sudah terlihat jika dia sedang ketakutan.


"Hahaha..Kamu masih berusaha mengelak,cepat kembalikan kalung berlian yang kamu curi dari kamarku,setelah itu kamu dan ayahmu silahkan keluar dari rumah ini,aku tidak Sudi punya keluarga tidak tau diri seperti kalian."Ucap Dela,wajahnya terlihat begitu marah tapi dia berusaha tenang.

__ADS_1


**** bersambung****


__ADS_2