Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 40 ~ Obsesi~


__ADS_3

Mahesa begitu emosi melihat Grace,dia tidak menyangka wanita itu begitu berani mencampuri urusannya.Walaupun dia begitu emosi kepada Grace mata Mahesa tetap mengawasi pergerakan dela,dia khawatir wanita itu akan melarikan diri.Malihat dela berdiri di samping mobilnya akhirnya dia menghampiri Dela.


"Jelaskan padaku Mahesa apa maksudmu pergi bersama wanita lain?" Ucap Grace dia mengikuti langkah pria itu.Setelah Mahesa sampai di dekat mobilnya dia langsung membuka pintu lalu menarik pergelangan tangan dela dan memasukan nya kedalam mobil hingga pintu itu tertutup.


Setelah Mahesa merasa aman akhirnya dia menemui Grace.Dia ingin mengajari wanita itu agar tidak melakukan sesuatu di luar kemampuannya.


"Mas,apa yang kamu lakukan dengan wanita itu,bukankah kita akan menikah terus kenapa kamu harus bersama wanita lain lagi aku akan melaporkan semuanya kepada papa." Ucap Grace air matanya jatuh,dia tidak menyangka pria itu terlalu memiliki banyak wanita.


"Jangan pernah berani mengurusi pribadiku,jika kamu ingin menikah denganku silahkan saja tapi aku tidak ingin masalah pribadiku kamu urusi." Ucap Mahesa lalu meninggalkan Grace yang masih berdiri di tempat itu.Seketika tenggorokannya terasa kering saat mendengar ucapan pria itu.


Mahesa memasuki mobil dan melihat wajah Dela dan wanita itu tidak Ada reaksi apa pun.Tetapi wanita itu menurutinya saja sudah membuatnya cukup bahagia.


"Apa kamu ingin kita jalan-jalan keluar negri ke Singapura Paris atau cappadocia, aku akan membawamu jika kamu ingin." Ucap Mahesa.Sebenarnya dela cukup kaget mendengar ucapan pria itu.Dalam hidupnya tidak pernah terlintas dipikirannya kalau dia akan menginjakkan kaki di negara-negara yang cukup populer itu.


"Apa katanya luar negri Cappadocia,hahaha sepertinya hari ini aku sedang bermimpi.Alangkah bahagianya jika yang mengajakku pria yang mencintaiku dengan tulus." Suara hati Dela,Mahesa menatap Dela,karna dia tidak mendengar jawaban apa pun dari wanita itu.


"Kenapa diam?" Tanya Mahesa

__ADS_1


"Menyetir lah dengan baik aku tidak mau hidupku sia-sia,apalagi aku belum menikah dengan pria yang aku dambakan." Ucap Dela Tampa ekspresi sedikitpun dari wajahnya.


"Ckiiiitttt." Mahesa langsung emosi mendengar ucapan Dela dia begitu cemburu saat wanita itu mengatakan pria yang dia dambakan.


"Apa aku terlalu baik kepadamu hingga kamu terus menguji kesabaran ku,aku akan memberikan apa pun yang kamu inginkan,apa pun itu,tapi jangan minta aku meninggalkanmu karna itu tidak mungkin." Ucap Mahesa dia menatap wajah dela dengan sangat tajam,hingga Dela sedikit ketakutan.


"Aku tidak bisa jatuh cinta kepada pria yang tidak punya perasaan." Ucap Dela,Mahesa memilih berhenti di pinggir jalan,Karna dia takut jika dia menyetir sambil marah dia takut tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Aku tidak memaksamu jatuh cinta kepadaku,aku hannya meminta jangan pernah pergi dari sisiku itu saja." Ucap Mahesa,lalu dia menelungkup kan kepalanya di stang mobil,dia tidak menyangka bisa se terobsesi itu kepada wanita itu.Dia juga merasa harga dirinya begitu terhina saat seorang wanita terus menolak bersamanya mengingat selama ini begitu banyak wanita yang mengemis cinta kepadanya.


Lama mereka terdiam di dalam mobil,semula dela merasa biasa aja tetapi lama-lama dia semakin kesal karna pria itu masih memilih tidak menjalankan mobilnya.


"Kamu ingin kemana hari ini?" Tanya Mahesa karna sejujurnya moodnya untuk membawa Dela jalan-jalan hilang begitu saja.Tapi dia tidak ingin mengecewakan wanita itu akhirnya Mahesa membawanya ke mall tempat dimana wanita sering menghabiskan uang.Mahesa selalu berpikir jika wanita itu sama dengan wanita-wanita yang pernah menikmati malam bersama.Dia lupa saat Dela melarikan diri dari hotel waktu itu dia hannya mengambil beberapa lembar uangnya.


"Aku begitu lelah apa kamu bisa jalan-jalan sendiri,tapi jangan coba-coba untuk lari dariku." Ucap Mahesa wanita itu tidak merespon ucapannya.Dela langsung pergi berjalan dari satu gerai ke gerai lainnya wajahnya begitu ceria Mahesa hannya tersenyum melihat keceriaan wajah wanita itu.


"Sepertinya aku harus meluangkan banyak waktu untuk membawanya sekedar jalan-jalan." Suara hati Mahesa dia tidak melepaskan sedikitpun pandangannya dari wanita itu.Karna biar bagaimana pun rasa khawatirnya tetap ada.

__ADS_1


Dan dela juga tidak pergi jauh-jauh karna baginya percuma dia pergi melarikan diri pada akhirnya pria itu akan tetap membawanya.Setelah merasa puas berjalan-jalan akhirnya dia pergi menemui Mahesa di cafe yang ada di dalam mall itu.Tapi saat dia sampai di cafe itu Mahesa sedang mengobrol dengan wanita yang sangat cantik,seksi tinggi dan putih kalau tidak salah wanita itu bisa menjadi model.


Dela tidak pernah pengaruh sedikit pun,jika Mahesa berbicara dengan wanita lain,karna dia sadar dia tidak punya hak untuk cemburu dan dia juga tidak memikirkannya sampai ke arah sana.


"Sayang kamu sudah selesai jalan-jalannya,kenapa kamu tidak membeli sesuatu yang kamu inginkan." Tanya Mahesa,dela merasa risih dengan ucapan yang di lontarkan pria itu.


Dela hannya bisa diam saat Mahesa melontarkan pertanyaan kepadanya.Sesungguhnya pria itu cukup malu karna Dela mengabaikannya di hadapan mantan kekasihnya yang dulu dia kejar-kejar.


"Ini pacar barumu? nga salah Mahesa apa selera kamu sekarang menjadi wanita seperti ini?" Tanya Hanna seketika dela merasa kesal karna ucapan wanita itu.


"Sialan, memang benar dia sangat cantik sangat jauh beda denganku,tapi ucapannya begitu menusuk sampai kehati." suara hati Dela.


"Kenapa denganku,jika dia masih menginginkanmu silahkan bawa dia pergi." Ucap Dela lalu pergi menjauh dari mereka berdua seketika Mahesa merasa salah tingkah dia takut jika wanita itu kembali marah kepadanya.


"Dasar wanita sialan,apa sih yang kamu harapkan dari wanita seperti dia,lagian aku tau kamu tidak mungkin bisa melupakan aku,karna dulu kamu begitu mencintaimu bahkan kamu begitu tergila-gila kepadaku." Ucap Hanna lalu dia meraih tangan Mahesa,tetapi pria itu langsung menepis tangan wanita itu,bahkan dia terlihat jijik saat hannya menyentuh tangannya.Hanna tidak percaya jika pria yang sangat mencintainya dulu bisa secepat itu melupakan nya.


"Kalau cuma modal cantik Han banyak wanita yang datang kepadaku,kamu tau wanita itu berbeda denganmu.Jadi tolong jaga ucapan mu terhadapnya." Ucap Mahesa lalu dia segera meninggalkan wanita itu.Karna dia sudah takut melihat wajah masam dela.

__ADS_1


"Maafkan aku,itu hannya mantanku dulu." Ucap Mahesa Dela langsung berdiri dan berjalan menuju parkiran mobil,dia Sama sekali mengabaikan semua ucapan pria itu.


***bersambung**"


__ADS_2