Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 93 ~ Wanita masa lalu ~


__ADS_3

Mahesa duduk dikursi dengan perasaan tidak menentu entah kenapa perasaannya hari ini sedikit gelisah dia tidak tau apa yang menyebabkan hatinya gelisah.Sementara itu waktu untuk memulai acara masih ada tiga puluh menit lagi tapi Mahesa sudah sangat bosan ditempat itu.


"Ternyata aku kecepatan sampai ditempat ini,harusnya aku tadi mengantar Dela kerumah tidak perlu pakai supir sekarang aku malah gelisah sendiri." Batin Mahesa.Saat sedang asik dalam pikirannya tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.


"Hai lama tidak bertemu apa kabarmu?" Suara lembut seorang wanita membuyarkan lamunan Mahesa dia menoleh kebelakang dan melihat sudah berdiri dibelakangnya seorang wanita yang sangat cantik dengan tubuh sintal bak model.Mahesa terpaku memandang wanita itu,sudah lama dia tidak bertemu dengannya.


"Karin." Mahesa sangat terkejut karna tiba-tiba saja wanita yang pernah singgah di hatinya lima tahun yang lalu berdiri di hadapannya ,wanita yang pernah memporak-porandakan hatinya bahkan pernah membuatnya hampir depresi Karna karin pergi meninggalkannya begitu saja keluar negri tampa pesan apa pun.


Karin adalah wanita masa lalu milik Mahesa,dia seorang anak tunggal dari seorang pengusaha ternama di Indonesia,Karin adalah wanita yang paling disukai neneknya sebagai pasangannya sebelum dia pergi meninggalkan Mahesa keluar negri.


"Apa Aku bisa duduk?" Tanya Karin,suara Karin dan kecantikan Karin masih sama dengan yang lima tahun yang lalu sedikit pun tidak ada perobahan di tubuh Karin.


"Silahkan ini tempat umum bebas siapa saja yang ingin duduk." Jawab Mahesa datar,dia tidak ingin menunjukkan sikap kagetnya di hadapan Karin karna dia tidak mau Karin berpikiran yang tidak-tidak untuknya.


"Apa kabarmu? aku dengar kamu sudah menikah,aku bertemu dengan nenekmu di shanghai kemarin,dia menyuruhku menemui mu.Katanya dia sangat berharap kita masih bisa bersama" Ucap Karin.

__ADS_1


"A_apa..Nenek,neneng bilang begitu sama kamu mungkin kamu salah orang."Ucap Mahesa.Mahesa merasa tidak mungkin neneknya berbicara seperti itu kepada Karin.


"Aku tidak sa.."


"Kenapa kamu belum menikah,harusnya kamu menikah agar kamu tau indahnya hidup berumah tangga dengan orang yang kita cintai,aku sebentar lagi akan menjadi ayah,karna sebentar lagi istriku melahirkan." Ucap Mahesa memotong ucapan Karin.


"Baguslah selamat ya.Seandainya dulu aku tidak pergi mungkin kita sudah hidup bahagia."Ucap karin seakan menyesali keputusannya dimasa lalu.


Setelah menunggu hampir tiga puluh menit akhirnya acara lelang dimulai,Mahesa melewatkan semua barang yang dilelang karna tidak ada yang menarik dihatinya hingga sesi terakhir dia sangat tertarik dengan kalung berlian.Kalung itu adalah milik ratu dari kerajaan inggris abad ke sepuluh dan kalung itu hannya ada satu di dunia dan di penawaran pertama kalung itu sudah di hargai dengan sangat tinggi yaitu lima milliar rupiah.


"Selamat ya akhirnya kamu mendapat kalung itu,padahal aku sangat berharap bisa mendapatkan itu tadi tapi aku tidak mampu karna perusahan papaku sedang goyang beberapa bulan terakhir ini." Ucap Karin.Mahesa hannya menanggapi ucapan Karin dengan senyuman.


"Kita pulang sekarang,maaf Karin aku harus pulang istriku sudah menungguku dan aku sudah tidak sabar ingin memberikan hadiah ini kepada istriku." Ucap Mahesa,dia sedikit menekan kata terakhirnya agar Karin tidak mengganggunya kedepannya lagi.Karin mengangguk sepertinya dia sadar jika Mahesa sengaja memamerkan kebahagian di hadapannya.


Sementara itu dirumahnya Dela begitu marah dia sangat emosi karna dia sudah kehilangan uang yang disimpannya di lemarinya.

__ADS_1


"Coba kalian jujur siapa yang berani masuk ke kamar ku dan mengambil uang yang ku simpan di lemari hah?" Dela begitu marah,dia mengumpulkan semua pelayan dirumah itu dan menanyakan satu-satu tapi satu pun tidak ada yang mengaku.


"Siapa tadi siang yang membersihkan kamar ini?"


"Aku nyonya,tapi aku berani sumpah nyonya aku tidak mengambil uang nyonya." Jawab pelayan dengan gemetaran dia sangat takut di pecat karna dia sudah lama bekerja di rumah itu,dan dia sangat nyaman apalagi karna gajinya yang sangat tinggi.


Dela sudah lelah bertanya kepada semua pelayannya tapi satu pun tidak ada yang mengaku padahal,sementara area kamarnya tidak dilengkapi cctv karna Dela melarangnya.


"Nyonya jangan marah kepadaku dan tolong jangan pecat aku,tadi lagi aku melihat nona Putri keluar dari kamar nyonya,aku bukan menuduhnya nyonya mohon ampuni aku jika ucapan ku salah." Ucap salah seorang pelayan yang kebetulan memang tadi dia melihat putri.


"A_apa..Putri,baiklah aku sudah tau sekarang kalian bubar dan kembali istrahat." Ucap Dela,dia menyesali perbuatannya karna sudah menuduh pelayan sementara dia lupa jika dia punya saudara yang sangat licik otaknya.


"Pantas saja dia belum pulang mungkin dia sedang berfoya-foya diluar sana,dasar manusia tidak tau diri." Ucap Dela,sambil mengepal tangannya.


"Entah sampai kapan dia menjadi benalu dirumah ini,aku takut sikapnya semakin merajalela dan menyudutkan ku dirumah ini nantinya."

__ADS_1


**** bersambung****


__ADS_2