
Setelah hampir sebulan Salvio dirawat di rumah sakit , Alexandria selalu bersedih dirumah.
Karena dia juga baru dalam masa nifas , jadinya Alexandria tidak bisa melihat anaknya di rumah sakit , hanya Leonardo yang bisa melihat kondisi anaknya.
"Anak tuan , minggu depan sudah bisa pulang ke rumah , tapi harus benar-benar dilakukan penjagaan ketat , kalau nanti anaknya merasa sesak nafas , bapak harus memasangkan oksigen di hidungnya , seperti ini" , ucap dokter Elias.
"Baiklah dokter" , ucap Leonardo sambil melihat anaknya yang tubuhnya masih dipenuhi oleh selang-selang disana.
"Apakah nanti saya bisa meminta salah satu perawat yang profesional disini untuk merawat anak saya selama di rumah dokter?" , tanya Leonardo , karena dia yakin kalau istrinya tidak akan bisa merawat anak mereka yang dalam kondisi seperti itu sendiri , ditambah Alexandria juga sudah merasa sangat sedih melihat keadaan anaknya yang sekarang.
Nanti entah bagaimana Alexandria akan menghadapi anaknya lagi setelah Salvio pulang kerumah.
"Bisa tuan , kami akan memberikan perawat yang sudah mengerti dengan kondisi anak tuan" , ucap dokter Elias.
"Iya dokter , terima kasih ya" , ucap Leonardo.
Dokter Elias pergi dari sana untuk melihat pasien yang lainnya.
Leonardo masih berdiri disana sambil menatapi anaknya.
"Harus kuat ya nak , papa dan mama pasti akan merawat kamu dengan baik" , ucap Leonardo sambil menyentuh kaca yang menutupi tubuh anaknya.
********
Yui san dan Alberto pergi untuk memeriksakan kandungannya yang sudah berusia 4 bulan lebih itu.
Sampai di ruangan dokter Catherine...
"Selamat , anaknya perempuan ya" , ucap dokter Catherine.
Terbesit rasa kecewa di dalam diri Yui san , karena mertuanya sangat menginginkan anak laki-laki untuk menjadi penerus perusahaan mereka.
"Kondisi kandungannya bagaimana dokter?" , tanya Alberto.
"Kondisinya sangat baik dan gak ada masalah sampai saat ini" , ucap dokter Catherine.
"Baiklah dokter" , jawab Alberto sambil menghembuskan nafas lega disana.
Setelah itu seperti biasa dokter Catherine akan memberikan obat dan vitamin seperti biasanya.
Alberto dan Yui san mengambil kertas resep yang diberikan oleh dokter dan permisi untuk pergi dari sana.
Setelah mendapatkan obatnya , Yui san dan Alberto berjalan menuju ke mobil.
"Kenapa kamu diam saja sayang?" , tanya Alberto yang melihat istrinya tidak terlalu bahagia setelah mengetahui jenis kelamin anak mereka.
__ADS_1
"Aku gak apa-apa suamiku" , ucap Yui san.
"Apa kamu gak suka kalau anak kita perempuan?"
"Bukan begitu suamiku , papa sangat berharap kalau anak kita laki-laki. Bagaimana kalau papa kecewa mendengar bahwa anak kita perempuan" , ucap Yui san.
"Mudah kan sayang , nanti kita tinggal buat saja anak laki-laki lagi" , jawab Alberto.
"Tapi kan papa maunya sekarang" , ucap Yui san.
"Anak yang akan tumbuh di dalam perut kamu kita mana bisa tau apa jenis kelaminnya sayang , yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha , yang penting sekarang kamu jangan banyak berpikir , aku gak mau kalau nanti bisa mempengaruhi anak kita yang ada disini" , ucap Alberto sambil mengelus perut Yui san.
"Baiklah suamiku" , jawab Yui san.
"Kamu mau kemana dulu , mumpung kita masih di luar" , ucap Alberto.
"Aku mau jalan-jalan di taman ya" , ucap Yui san.
"Baiklah sayang" , ucap Alberto sambil menganggukkan kepalanya.
********
Hari libur itu dimanfaatkan oleh Julie dan Kevin untuk pindah ke rumah baru mereka.
Dewa hari itu memilih untuk tidak pergi bekerja , dia membantu Julie dan Kevin untuk pindahan rumah , karena Kevin yang sudah banyak membantunya selama ini.
"Dewa , saya dengar kamu akan menikah dengan Ina" , ucap Kevin yang memulai percakapan disana.
"Iya kak , ternyata Ina sangat baik kepada aku , dia bukan hanya menjaga mama aku , tapi juga menjaga aku , setiap hari dia akan membersihkan kamar aku dan membuatkan makanan untuk aku" , ucap Dewa sambil tersenyum.
"Baguslah , semoga kamu bahagia ya , jadi kapan acaranya?" , tanya Kevin.
"Mungkin 2 bulan lagi kak , karena aku masih mau merenovasi kamar aku dulu dan mengumpulkan uang untuk acara adat ketika pernikahan" , ucap Dewa.
"Apa ada yang perlu saya bantu?" , tanya Kevin.
"Gak usah kak , kakak sudah terlalu banyak membantu aku , aku gak mau merepotkan kakak lagi , nanti juga ketika Ina sudah sah menjadi istri aku , kakak tidak usah menggajinya lagi , karena dia sudah gak bekerja lagi" , ucap Dewa.
"Gak bekerja lagi? Maksudnya Ina keluar dari rumah sakit?" , ucap Kevin.
"Iya benar kak , Ina mau menjaga mama saja dan menjadi ibu rumah tangga" , ucap Dewa.
"Kalau Ina gak bekerja lagi , apakah kamu bisa membiayai mama kamu dan Ina?" , tanya Kevin.
"Sekarang sejak ada Ina aku bisa mencari uang lebih banyak kak , ditambah juga para wisatawan semakin banyak , jadi penghasilan aku cukup kalau cuma untuk membiayai biaya bulanan" , jawab Dewa.
__ADS_1
"Baiklah" , ucap Kevin.
"Suamiku , kamu jangan masuk ke kamar dulu ya , aku mau nyusuin Christian" , ucap Julie.
"Kenapa aku gak boleh masuk?" , tanya Kevin sambil mengerutkan keningnya.
"Ya supaya gak buka-buka pintu kamar" , jawab Julie.
Akhirnya Kevin mengerti maksud Julie , karena ada Dewa disana , jadi dia jangan buka pintu kamar dulu , takut kelihatan.
"Baiklah sayang" , jawab Kevin yang sudah paham maksud istrinya.
Kevin terus melanjutkan membereskan barang-barang yang ada diluar , sampai mobil pick up yang disewa untuk membawa barang-barang mereka sudah datang , Kevin dan Dewa mulai meletakkan semua barang yang sudah di packing ke atas mobil pick up.
"Sudah sayang?" , tanya Kevin yang melihat istrinya sudah keluar dari kamar sambil menggendong anaknya.
"Sudah suamiku" , jawab Julie.
"Baiklah , sebentar lagi kita langsung jalan ya" , ucap Kevin.
"Iya", jawab Julie sambil menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih ya Dewa" , ucap Kevin.
"Iya sama-sama kak" , ucap Dewa.
"Nanti kapan-kapan kamu main ya ke rumah baru kami" , ucap Kevin.
"Baiklah kak" , jawab Dewa.
Setelah Julie mengembalikan kunci rumah kepada bu Sani dan berpamitan dengan yang lain , Julie , Kevin dan bu Sri langsung pergi dengan mobil yang di rental Kevin selama mereka disana.
Tidak lama mobil yang dibawa oleh Kevin dan mobil pick up yang membawa barang-barang mereka telah sampai di rumah baru mereka.
Kevin , bu Sri dan sopir pick up membantu menurunkan barang-barang mereka dan memasukkannya ke rumah yang baru.
"Disini lebih bagus nyonya rumahnya" , ucap bu Sri.
"Iya bu , besok akan ada babysitter juga yang akan datang untuk membantu saya menjaga Christian selama saya bekerja" , ucap Julie.
"Nanti juga kita mau mencari asisten rumah tangga untuk membantu kerjaannya bu Sri , karena bu Sri gak akan sanggup mengerjakan rumah ini sendiri" , ucap Kevin.
"Baik tuan" , jawab bu Sri.
Kevin , Julie dan bu Sri mulai sibuk untuk membuka barang-barang mereka dan menyusunnya di rumah baru.
__ADS_1