Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 152


__ADS_3

Kevin , Julie , mama Shinta dan mama Farah sudah berada di ruangan papa Sebastian dan Ricko.


"Anak kamu ganteng , kalau Anastasia melihatnya pasti sangat suka" , ucap Ricko sambil tersenyum.


"Minta aja kak Bella bawa Anastasia ke rumah biar bisa bermain dengan Christian kak" , jawab Julie.


"Nanti aku coba tanya ke Bella dulu ya , soalnya sekarang kandungannya sudah semakin besar dan dia sudah agak susah untuk bergerak" , jawab Ricko.


"Julie waktu hamil besar masih kerja kak , dia beneran gak bisa diam orangnya" , ucap Kevin sambil tersenyum.


"Iya , aku selalu merasa bosan kalau dirumah terus" , jawab Julie.


"Nanti kalau mau sabtu ini kita makan malam keluarga bersama supaya Anastasia juga bisa bertemu dengan Christian , bagaimana?" , tanya mama Shinta.


"Boleh ma" , jawab Ricko.


"Kalau gitu nanti aku bilang sama Chandra untuk meluangkan waktunya sabtu ini , karena terkadang dia pergi bersama dengan teman-temannya" , ucap Farah.


"Baiklah" , jawab Shinta sambil tersenyum.


Setelah itu Kevin dan Julie mulai memilih souvernir untuk di acara resepsi pernikahan mereka nanti.


"Ma , bagaimana kalau cangkir keramik pasangan ini yang kita jadikan sebagai souvernir nanti?" , tanya Julie kepada mama mertuanya.


"Boleh nak , ini bagus juga , baiklah kita putuskan ini saja ya sebagai souvernir kalian nanti" , ucap mama Farah sambil tersenyum.


Julie pun tersenyum kepada mama mertuanya.


"Baiklah , nanti kita mau undang berapa banyak tamu?" , tanya papa Sebastian.


"Nanti aku tanyakan dulu kepada Chandra" , ucap Farah.


"Baiklah , nanti sabtu ini kita sekalian bahas untuk tanggal acara pernikahan mereka juga" , ucap papa Sebastian.


"Oh iya , untung kamu ingetin , tadi aku juga ketika ditanya dengan designer , aku bilang aja buat akhir tahun ini dan nanti aku kabari lagi untuk tanggal pastinya kepada mereka" , ucap mama Farah.


"Iya , kita kan belum membahasnya , tapi sudah langsung membuat baju saja" , ucap mama Shinta sambil terkekeh.


"Iya , karena aku itu kepikiran nya kan mereka sudah mau pulang beberapa hari lagi ke Bali , jadi lebih baik kita pergi buat bajunya dulu" , jawab Farah.


"Iya , gak apa apa , yang penting kan mereka mau membuatkan baju kita" , ucap Shinta sambil tersenyum.


Julie dan Kevin hanya tersenyum sambil melihat mamanya.


Setelah selesai dengan souvernir , Kevin , Julie , mama Shinta dan mama Farah berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.

__ADS_1


Ketika mereka keluar , Christian yang sudah lapar mulai menangis.


Julie melihat ke arah jam yang ada di pergelangan tangannya...


"Sudah waktunya Christian minum ASI suamiku" , ucap Julie.


"Ya sudah kamu nyusuin Christian dulu disini" , ucap Kevin.


"Disini gak ada ruangan kosong , di mobil saja ya seperti tadi" , jawab Julie.


"Ya sudah , kamu menyusui dulu , siap menyusui baru kita jalan" , jawab Kevin sambil menekan remote untuk membuka pintu mobilnya.


"Gak masalah kali nak , kalau Julie mau menyusui sambil jalan pulang , kaca mobil kamu juga gak kelihatan dari luar" , ucap mama Farah sambil masuk ke dalam mobil.


"Tapi Julie itu harus mengangkat semua bajunya ma ketika menyusui" , ucap Kevin.


"Iya , gak akan kelihatan kok dari luar" , ucap mama Farah.


"Baiklah , besok kalau keluar kamu gak boleh pakai baju begini lagi" , ucap Kevin sambil melotot ke arah Julie.


"Apa salahnya baju aku?" , jawab Julie sambil mulai mengangkat baju dress pendeknya.


"Ya salah sayang , masa mau menyusui anak kita harus diangkat semuanya" , ucap Kevin sambil menunjuk ke perut Julie yang sudah terbuka disana.


"Sudah-sudah jangan berdebat , kapan kita mau pulang kalau seperti ini" , ucap mama Shinta yang sudah di mobil , tapi Kevin belum menjalankan mobilnya.


Julie , mama Shinta dan mama Farah hanya tersenyum melihat Kevin yang sedang kesal sendiri disana.


Selama dalam perjalanan yang terdengar hanya suara mama Shinta dan mama Farah yang mengobrol santai di kursi belakang , sampai di depan rumah , Kevin dan Julie ikut mama Shinta masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang-barang mereka yang masih berada di kamar Julie.


"Ma , aku pulang dulu ya" , ucap Julie dan Kevin bersamaan.


"Iya nak , besok siang kalau kamu gak ngapa-ngapain ke sini aja ya biar Christian bisa main sama mama" , ucap mama Shinta.


"Iya ma" , jawab Julie.


Kevin dan Julie berjalan bersama menuju ke rumah mama Farah.


Mama Farah langsung tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya yang akhirnya mau juga tinggal di rumahnya.


"Nanti malam kita makan malam bersama ya nak" , ucap mama Farah sambil berjalan bersama ke atas dengan Kevin dan Julie.


"Iya ma" , jawab Kevin dan Julie sambil masuk ke dalam kamar mereka.


Mama Farah berjalan menuju ke kamarnya , untuk beristirahat setelah keluar sampai sore.

__ADS_1


"Suamiku , disini gak ada box bayi" , ucap Julie ketika masuk ke dalam kamar mereka.


"Kemaren kan kamu juga baru beli box bayi dan bak mandi buat Christian untuk di rumah mama , apa mau kita beli juga buat disini" , ucap Kevin.


"Gak usah deh suamiku , kita juga cuma beberapa hari lagi kan tinggal disini , tapi tolong ambilkan bak mandi Christian saja ya , aku gak bisa mandikan nya kalau gak pakai bak mandi" , ucap Julie.


"Baiklah sayang , aku pergi ambil ke rumah mama dulu ya" , ucap Kevin sambil mencium kening istrinya.


Julie pun langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum melihat suaminya.


Kevin berjalan keluar menuju ke rumah mama Shinta...


"Ada yang ketinggalan nak?" , tanya mama Shinta yang sedang duduk di ruangan keluarga , melihat Kevin berjalan masuk ke dalam rumah.


"Iya ma , bak mandi Christian ketinggalan" , jawab Kevin.


"Oh baiklah nak" , jawab mama Shinta.


Kevin berjalan naik ke atas menuju ke kamar mereka dan membawa bak mandi Christian.


"Aku pulang dulu ya ma" , ucap Kevin.


"Iya nak" , ucap mama Shinta.


Kevin yang sudah sampai dirumahnya , langsung membuka pintu kamarnya.


Begitu Kevin membuka pintu , Julie pun langsung terkejut karena dia sedang membuka bajunya untuk menggantinya dengan baju rumah.


"Ya ampun suamiku sayang , aku kaget tau , aku kirain siapa yang buka pintu kamar kita" , ucap Julie setelah melihat Kevin yang masuk ke kamar sambil membawa bak mandi anaknya.


"Ya pasti aku la sayang yang masuk ke sini , kalau mba Ida gak mungkin juga langsung buka pintu kamar kamu , pasti dia ketuk pintu dulu" , jawab Kevin.


"Iya , tapi tetap saja aku kaget" , jawab Julie sambil menggunakan baju rumahnya yang berbahan rayon itu.


Kevin berjalan menuju ke meja yang terletak gelas dan teko berisikan air minum disana yang sudah disediakan oleh mba Ida sebelumnya.


Kevin memasukkan air ke dalam gelas dan memberikannya kepada istrinya.


"Minum air dulu sayang , kamu kan baru terkejut tadi" , ucap Kevin.


"Iya , makasih suamiku sayang" , jawab Julie sambil mengambil gelas yang ada di tangan suaminya.


"Christian sudah tidur ya sayang" , ucap Kevin sambil duduk di atas kasur.


"Iya , baru juga dia tertidur , dari tadi kita keluar dia gak tidur sama sekali , kayaknya dia senang dibawa jalan-jalan" , jawab Julie.

__ADS_1


"Kalau gitu nanti kita harus sering-sering membawa Christian pergi jalan-jalan" , ucap Kevin.


"Baiklah suamiku" , jawab Julie sambil tersenyum.


__ADS_2