
Mahesa benar-benar gelisah,sudah hampir empat puluh menit menunggu Doni,belum juga menunjukkan batang hidungnya hal itu membuat dia semakin kesal dituangkan itu,belum juga dia terus di awasi kedua pria itu.
"Apa kalian akan terus menungguku disini?"
"Maafkan kami tuan,ini perintah mohon kerja samanya karna kami hannya makan gaji."Ucap salah seorang penjaganya.Mahesa membiarkannya saja.Saat dia kembali duduk dan berusaha menenangkan hatinya,tiba-tiba pintu ruangannya terbuka.
"Kenapa kamu begitu lama?" Ucap Mahesa dan langsung beranjak tampa melihat siapa yang datang ternyata istrinya sedang mengunjunginya.
"Apa kamu menungguku?" Tanya Grace,seketika Mahesa terhempas,dia semakin kesal karna yang datang ternyata istri yang begitu dia benci.Mahesa mengabaikan Grace dia benar-benar benci melihat wanita itu.Penyesalan terbesarnya dulu adalah menerima tawaran mertuanya yang menginginkan dia menjadi menantunya dengan imbalan beberapa bidang tanah.Dia tidak pernah menyangka dia akan mengalami hidup serumit ini.
"Apa yang kamu lakukan disini tidak bisakah kamu tidak mengangguk? aku benar-benar muak dengan mu." Ucap Mahesa tampa perasaan.Grace membelakkan matanya dia tidak menyangka akan mendengar ucapan pedas dari suaminya itu.
"Kamu keterlaluan berbicara seperti itu,kamu tidak punya perasaan sedikit pun apa kamu tidak tau ucapan mu itu sangat menyakiti perasaanku?" Ucap Grace dia sudah berpura-pura mengambil simpati pria itu.
"Apa kamu pikir aku peduli,pergilah dari ruangan ini bahkan aku sangat muak hidup seatap denganmu.Hmm satu lagi jangan coba-coba menyentuh mobilku,kamu tidak punya hak untuk memakai barang-barang ku." Ucap Mahesa dia kembali memeriksa beberapa dokumen yang ada di meja.Grace meninggalkan ruangan itu,dia menutup pintu dengan keras berharap suaminya mengerti kalau dia begitu marah diperlakukan tidak sopan.
"Bos!!!!" Doni langsung memasuki ruangan tiba-tiba dia begitu heran melihat dua orang penjaga yang menjaga Mahesa.Dia memberi syarat agar kedua pria itu keluar.
"Kalian silahkan keluar dari ruangan ini,kami akan membahas kerja sama." Ucap Mahesa bersyukur ternyata kedua pria itu mempercayai ucapan Mahesa.
__ADS_1
Dela mengerjab-erjab matanya dia merasa aneh dia melihat-lihat sekelilingnya ternyata dia baru sadar kalau dia sedang berada dirumah sakit.Dia memegangi keningnya ternyata panasnya sudah turun dan dia sudah mulai merasa enakan.
Dela merasa takut,dia bingung membayar rumah sakitnya karna dia tidak punya uang sepeserpun,akhirnya diam-diam dela keluar dari rumah sakit,dia takut jika disuruh membayar dan dia tidak punya uang sama sekali.
Setelah lumayan jauh dari rumah sakit dela duduk disebuah taman,dia memandangi beberapa pasangan yang membawa anaknya berjalan-jalan di taman itu.
"Mereka bisa menikmati hidup dengan baik." Ucap Dela,dia berbicara sendiri walau suaranya hampir tidak terdengar.Dela sangat bingung dengan hidupnya yang tidak punya tujuan akhirnya Dela kembali berjalan dan mulai mencari pekerjaan,karna dia tidak mungkin menjadi seorang pengemis.Sudah beberapa toko di masuki Dela tapi satu pun tidak ada yang menerimanya,hingga dia hampir putus asa.
"Nak,doakan mama agar dapat pekerjaan supaya kita bisa makan lagi." Ucap Dela seraya mengelus-elus perutnya.Akhirnya Dela memasuki restoran kecil-kecil an dia melamar kesana akhirnya dia diterima walau hannya tukang cuci piring.
Akhirnya pemilik restoran itu menerima Dela,dan dia juga diterima tinggal salah satu kamar kecil yang ada di restoran itu,hari-hari dijalani oleh Dela dengan penuh semangat.
Sudah dua minggu Mahesa tidak pernah bertemu dengan istrinya,hari-hari yang dijalaninya begitu suram,bahkan dia terlihat sangat kecewa dengan semua orang.Setiap hari yang dia lakukan hannya mabuk...mabuk dan mabuk bahkan semua pekerjaannya di kantor terkendala karna dia sudah sangat tidak bersemangat untuk pergi kekantor.
"Mahesa,kenapa beberapa klien kita sekarang mengeluh dengan cara kerjamu,bahkan ada beberapa investor yang sangat kecewa denganmu?" Ucap sang ayah saat mereka sedang melakukan makan malam.
Mahesa mengabaikan ucapan sang ayah,dia lalu beranjak dari tempat duduknya dan dia ingin menaiki tangga,tetapi pada saat dia melangkahkan kakinya tiba-tiba kepadanya sangat pusing,hidungnya mengeluarkan darah segar dan
"Brakkkk" Mahesa jatuh pingsan,sang nenek langsung menjerit melihat cucu kesayangannya jatuh dilantai.
__ADS_1
"Mahesa...." Sang nenek dan semua orang langsung berlari mendekati Mahesa,papanya langsung memapah tubuh Mahesa dan menghubungi dokter pribadi keluarga itu.
Setelah dokter datang dan memeriksa tubuh Mahesa,pria itu tetap tidak sadar walaupun dokter sudah memeriksanya.
"Dela....Dela....jangan tinggalkan aku,Dela kembalilah padaku,hiks...hiks." Tiba-tiba Mahesa mengigau sambil menagis,tubuhnya yang begitu panas langsung dikompres oleh dokter,dia begitu kasian dengan Mahesa.
"Dasar bodoh...Untuk apa kamu menyiksa diri hannya karna wanita miskin itu,setiap hari mabuk-mabukan,kamu juga Grace apa kamu tidak mampu membuat suami mu ini jatuh cinta kepadamu,sudah berapa lama kamu menikah dengannya tapi hubungan kalian tidak ada perkembangan." Ucap sang nenek,Grace merasa malu dihadapan semua orang,dia juga sangat sakit hati saat pria yang menjadi suaminya menyebut wanita lain dalam tidurnya.
"Maafkan aku nenek,berikan aku waktu!" Ucap Grace dia benar-benar malu.Sang nenek langsung meninggalkan mereka semua,dia begitu kesal melihat Mahesa yang belum bisa melupakan pacarnya.
Hari ini dela bekerja begitu semangat,selama dia bekerja dia sangat beruntung karna rasa mual yang dia rasakan dulu hilang begitu saja.Bahkan dia merasa dirinya semakin sehat saja.Mungkin janin itu mengerti dengan keadaanya mamanya.Dia tidak pernah mengeluh sebanyak apa pun piring,dia tetap bekerja dengan sangat baik.
Hari ini beberapa pelayan tidak masuk kerja,akhirnya bosnya meminta Dela untuk membantunya melayani tamu.Walaupun belum terbiasa melayani tamu,Dela sangat berusaha agar dia tidak mengecewakannya bosnya.
"Dela....!!!" Tiba-tiba dela mendengar suara pria yang sangat dia kenali,lalu dia menoleh asal suara itu,benar saja Bobby sedang berada di sana dan sedang menikmati makan siang bersama seorang pria.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Bobby dia melihat penampilan Dela yang terlihat seperti pelayan.
"Apa kamu bekerja disini?" Kemana Mahesa,hingga dia tega membiarkanmu bekerja ditempat seperti ini?" Tanya Bobby dia langsung menodongkan beberapa pertanyaan kepada dela.
__ADS_1
****bersambung*****