Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 35 ~ Hampir menyerah ~


__ADS_3

Melihat Mahesa yang tidak melakukan apa-apa di gedung itu membuat Dela menjadi kesal akhirnya dia berjalan keluar dari butik itu,belum sampai di dekat pintu Mahesa lalu berlari mengejarnya dan kembali menarik tangan wanita itu.


"Aku bilang beli baju untukmu,aku tidak mau kamu memakai pakaian sampah itu,karna aku malu jika kamu memakainya." Ucap Mahesa dengan nada tinggi,para pelayan di butik itu memandang kedua pasangan itu.Semua pelayan itu Menatap iri kepada dela karna dia bisa mendapat seorang pria yang kaya.Karna semua barang yang di butik itu adalah barang mahal.


"Aku sudah bilang aku tidak butuh." Ucap Dela menjerit hingga kesabaran pria itu habis dia hampir menampar wajah Dela tapi dia mengurungkannya dan akhirnya,


"Brakkk..." Pria itu langsung merobek pakaian yang dikenakan oleh dela hingga dadanya terlihat.Dela lalu menutup dadanya dan dia hannya diam saat diperlakukan tidak sopan oleh Mahesa.


Para pelayan di ruangan itu mulai berbisik-bisik dan memandang dela dengan rasa sedikit kesal,karna bagi mereka wanita itu hannya sok jual mahal.


"Kenapa kalian diam...Cepat tarik wanita ini dan berikan dia baju yang mahal." Mahesa lalu mengelilingi butik itu dan setelah itu dia membawa begitu banyak baju dan menyerahkan kepada salah seorang wanita untuk di coba oleh dela.Setelah selesai mereka meninggalkan butik itu.


Drttttt


Ponsel Mahesa berbunyi menandakan kalau seseorang telah menghubunginya.Lalu dia mengambil ponsel itu dan nomor baru menghubunginya karna begitu penasaran akhirnya dia mengangkat ponselnya.


📞 Siapa...?


📞Kenapa kamu blokir nomorku sayang,kamu dimana aku akan datang menemui mu aku sangat merindukanmu.


Mahesa lalu menutup ponselnya dia tidak ingin Dela mendengar ucapan wanita itu,padahal sebenarnya dela sudah mendengarnya tetapi dia sama sekali tidak peduli kepada pria itu,karna baginya Mahesa hannya pria brengsek.


Setelah sampai di villa Della langsung keluar dari mobil dan meninggalkan Mahesa Tampa peduli dengan barang belanjaannya.Wanita itu langsung memasuki kamarnya dan menutupnya dari dalam.Mahesa hannya berusaha sabar,dia tidak ingin terus terpancing emosinya karna melihat tingkah wanita itu.

__ADS_1


"Bawa semua barang belanjaannya ke kamar nona,buatkan dia minuman jahe lalu antar ke kamar kalau aku cukup buatkan kopi." Ucap Mahesa lalu dia meninggalkan pelayan yang datang menghampirinya tadi.


Saat akan memasuki kamar itu,Mahesa kembali harus menahan amarahnya karna ternyata wanita itu sudah mengunci kamar dari dalam,lalu dia keluar dari kamar dan duduk diatas balkon,lalu dia mengambil ponsel dan melihat panggilan Zevana yang sudah puluhan kali.


"Apa wanita itu sudah gila hingga memanggilku hampir seratus kali?" Ucap Mahesa lalu mengirimkan pesan kepada Mantan ruangannya itu.


[ Apa milikmu sudah gatal karna aku tidak pernah lagi menyentuhnya,tenang saja jika aku sudah Kemabli ke Jakarta aku akan memberikan kamu kepuasan,jangan menghubungiku lagi,karna itu sangat membuatku emosi.]Mahesa lalu mengirim pesan itu kepada Zevana karna dia kesal wanita itu selalu mengganggunya.


Sementara Zevana yang sedang tiduran dikamar mengambil ponselnya dan dia melihat pesan yang dikirim Mahesa kepadanya,wanita itu tersenyum puas membaca pesan dari mantan tunangannya.


"Semoga aku bisa mendapatkan dia lagi,aku tidak ingin pria itu meninggalkan aku,apalagi kedua orang tuaku belum tau hubungan kami yang sedang tidak baik-baik saja." Ucap Zevana lalu membalas pesan yang dikirim Mahesa.


[Baik,aku akan menunggumu,benar katamu,aku sangat merindukan sodokan mu yang sangat nikmat itu,secepatnya kamu pulang dan puaskan aku.]


Sementara Mahesa yang membaca pesan dari Zevana hannya tersenyum kecut,"Dasar murahan,giliran dia hannya gratis pun tubuhnya tidak pernah menolak,tetapi entah kenapa wanita ini sangat sulit luluh kepadaku " Ucap Mahesa.


Mahesa ingin kembali ke kamar Dela,tetapi dia malah melihat pelayan yang membawa tumpukan belanjanya tadi malah berdiri di depan pintu dan tidak masuk.


"Kenapa kamu masih disini dan kenapa semua pakaian ini belum kamu masukkan ke dalam lemari?"


"Maaf tuan,nona dela tidak membuka pintunya." Dengan sangat marah Mahesa menjerit memanggil dela,sudah berapa kali memanggil dela belum juga membuka pintu hingga pria itu semakin marah.


"Dela....Kamu buka pintu atau aku akan mendobrak pintu ini?" Mahesa mengancam wanita itu hingga dia sedikit takut lalu dia membuka pintu itu,Saat dela membukanya Mahesa dengan emosi mendorong tubuh Dela hingga wanita itu jatuh ke atas ranjang dan menindih tubuh wanita itu.

__ADS_1


"Nanti masukkan pakaian itu,sekarang tutup pintu itu dan keluar dari kamar ini " Ucap Mahesa kepada pelayan itu.


Mahesa semakin menekan tubuh wanita itu dan mencengkram dagu wanita itu dan berusaha meraih bibir wanita itu."Apa kamu menginginkan ini,baiklah aku akan memberikan kepadamu,sepanjang hari ini kamu benar-benar membuatku marah."


Dela sama sekali tidak melawan lagi jika Mahesa akan memakai tubuhnya lagi,karna baginya sekeras apa pun dia melawan kepada pria itu,semuanya pasti sia-sia yang dia lakukan hannya akan menagis,dia begitu kasihan kepada dirinya sendiri karna sudah dijadikan budak sek pria itu.


Mahesa terus memacu permainannya,sebanyak apa pun dia memainkan tubuh wanita itu,dia sama sekali tidak pernah bosan menikmati tubuh wanita itu,apa lagi melihat gundukan gunung Dela dia akan semakin tergila-gila.


Setelah melakukannya hampir dua jam,akhirnya dia mengakhiri permainannya,kali ini dia benar-benar puas,Karan dela sama sekali tidak menolak dengan tubuhnya.


"Terima kasih sayang,karna kamu tidak menolak tubuhku lagi " Ucap Mahesa lalu dia mencium kening dela,wanita itu langsung menjauhkan wajahnya,dia benar-benar jijik melihat pria itu.


Setelah selesai dan dia begitu puas,dia akhirnya pergi ke sopa,disan dia membuka pesan yang dikirim oleh Doni kepadanya.


Mahesa tampak bingung,asistennya sudah menyuruhnya cepat pulang karna tugasnya sudah menumpuk,dia bingung jika dia membawa Dela dia takut wanita itu kabur lagi dan menemui Bobby.Tiba-tiba dia tersenyum lebar.


"Aku membawanya ke kamarku yang ada di hotel bukankah kamar itu terus kosong,aku tidak bisa meninggalkan mu walau cuma sehari Karna kamu adalah wanitaku." Ucap Mahesa.


Sementara dela tidur dan membelakangi sopa hingga Mahesa tidak melihat jika wanita itu terus menagis.Dia benar-benar merasa dirinya begitu terhina karna dia hannya dijadikan sebagai pelampiasan dikala dia menginginkan tubuhnya.


"Dela,apa kamu mau makan,aku akan menyuruh pelayan mengambilnya untukmu."


***bersambung****

__ADS_1


__ADS_2