Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 240


__ADS_3

Selama masa kehamilan , Yui san selalu menelpon Takeshi untuk membelikan makanan yang sangat dia inginkan.


"Halo Yui san , ada apa lagi kamu nelpon aku tengah malam begini?" , ucap Takeshi yang terbangun karena suara ponselnya berbunyi.


"Aku sangat ingin makan takoyaki" , ucap Yui san dengan manja.


"Mana ada yang jual malam-malam seperti ini. Ini sudah jam tidur , lebih baik kamu tidur ya. Besok aku belikan" , jawab Takeshi.


"Gak mau , anak kamu maunya sekarang juga" , jawab Yui san.


"Tapi ini sudah tengah malam sayang. Aku gak mungkin mencarinya" , ucap Takeshi.


"Aku gak peduli , pokoknya harus sekarang" , ucap Yui san sambil memutuskan sambungan telponnya.


Takeshi langsung berdiri dari kasur dan mengambil kunci mobilnya , pergi keluar mencari takoyaki sesuai keinginan Yui san.


Sizuka yang sudah sering mendengar Takeshi telponan dengan Yui san , hanya bisa meneteskan air matanya. Bukannya Sizuka tidak mau mempertahankan suaminya , tapi setiap Sizuka melarang Takeshi untuk pergi. Takeshi tidak pernah mau mendengarkannya , Takeshi selalu pergi setelah mereka bertengkar dengan hebat.


Tapi Sizuka selalu setia menunggu Takeshi pulang ke rumah dan menyiapkan segala sesuatunya untuk Takeshi.


********


Takeshi menyusuri malam yang sepi itu dengan mobilnya. Sampai akhirnya dia berhenti di pasar malam. Takeshi turun dari mobil dan berjalan menyusuri pasar malam yang cukup rame saat itu.


Dari jauh Takeshi melihat sebuah gerobak yang masih menjual takoyaki. Takeshi langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke sana dan memesan takoyaki sesuai keinginan Yui san.


Setelah mendapatkan makanannya , Takeshi langsung berjalan menuju ke mobilnya dan menuju ke rumah Yui san.


Yui san yang sudah gak sabaran untuk menunggu Takeshi , langsung keluar dengan cepat dari kamarnya begitu mendapatkan telpon dari Takeshi.


Begitu Yui san membuka pintu depan , terlihat Takeshi sudah berdiri dengan sangat keren di samping mobilnya.

__ADS_1


"Ini pesanan kamu , aku pulang ya" , ucap Takeshi sambil memberikan kotak takoyaki kepada Yui san.


"Kenapa secepat ini kamu pergi? Apa kamu gak kangen sama aku dan anak kita?" , ucap Yui san sambil mengelus perutnya yang sudah berusia 4 bulan itu.


"Aku gak mungkin pulang pagi. Aku kan masih tinggal di rumah orang tua aku. Orang tua aku tidak suka kalau aku masih bertemu dengan kamu" , jawab Takeshi.


"Tapi ini kan anak kamu. Dulu saja kamu selalu mengatakan kalau kamu mencintai aku. Kenapa kita gak menikah saja? Aku rela kok menjadi istri kedua" , ucap Yui san sambil memegang tangan Takeshi.


"Aku juga masih sayang sama kamu , tapi orang tua aku gak akan membiarkan kita bersama" , ucap Takeshi sambil menyentuh wajah Yui san yang masih sangat disukainya itu.


"Ini kan cucu mereka juga. Harusnya mereka bisa menerimanya" , ucap Yui san.


"Kalau anak ini , orang tua aku mau menerimanya. Tapi kamu yang gak bisa orang tua aku terima. Maafkan aku sayang , selama masa kehamilan kamu , aku pasti akan memberikan semua yang kamu butuhkan" , ucap Takeshi.


"Tapi , anak ini juga butuh status sayang. Apa kamu mau anak kita , statusnya anak diluar nikah" , ucap Yui san.


"Aku sudah memikirkannya dengan sangat matang. Setelah kamu melahirkan , anak ini akan aku bawa pulang dan biar Sizuka yang merawatnya" , ucap Takeshi.


"Tenang sayang , ini sudah malam. Apa kamu mau para tetangga terbangun dan mendengarkan percakapan kita?" , ucap Takeshi.


"Aku sudah gak peduli sayang , semua orang juga sudah tau kalau aku mengandung anak kamu. Jadi , kenapa aku harus malu?" , ucap Yui san.


Takeshi pun terdiam untuk sejenak , karena perkataan Yui san itu benar. Sekarang semua orang sudah tau hubungan mereka berdua.


"Maafkan aku sayang. Dulu aku begitu yakin kalau orang tua aku akan menerima kamu. Aku gak menyangka kalau ternyata orang tua aku gak bisa menerima kamu dan menjodohkan aku dengan wanita lain. Sekarang aku sudah mempunyai istri. Aku juga gak bisa bersama dengan kamu , meskipun aku masih sangat mencintai kamu" , ucap Takeshi.


"Semua ini salah kamu. Kamu yang menggoda aku , sekarang kenapa kamu yang membuang aku begitu saja?" , ucap Yui san.


"Maafkan aku sayang" , jawab Takeshi sambil menundukkan kepalanya.


"Kamu jahat. Kenapa kamu datang ke Singapura untuk merayu aku?" , ucap Yui san sambil memukul dada Takeshi.

__ADS_1


Takeshi hanya membiarkannya , karena memang salah dia yang menggoda Yui san.


Sampai Yui san sudah mulai tenang , Takeshi memeluk tubuh Yui san yang sudah bergetar karena menangis.


"Maafkan aku sayang. Aku mencintai kamu , sangat mencintai kamu. Tapi kita tidak bisa bersama. Aku janji kalau aku pasti akan bertanggung jawab pada anak kita. Untuk sekarang hanya itu yang bisa aku lakukan" , ucap Takeshi.


Yui san hanya menangis terus mendengar perkataan Takeshi. Takeshi terus mengelus punggung Yui san , sampai Yui san terlihat sudah mulai tenang.


"Sudah hampir pagi. Aku pulang dulu ya sayang. Kamu jangan lupa makan takoyaki nya" , ucap Takeshi sambil mencium kening Yui san dengan lembut.


Yui san hanya diam saja dan tidak menjawab perkataan Takeshi , dia hanya melihat Takeshi berjalan masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.


Dengan pikiran yang berkecamuk saat itu , Yui san berjalan masuk ke dalam rumah dan meletakkan kotak takoyaki dia atas meja makan.


Saat itu Yui san benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih. Yui san melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan melihat pisau yang terletak disana.


Yui san mengambil pisau itu dan membawanya ke kamar. Yui san berjalan menuju ke tempat tidur anaknya Aniela.


"Sayang , mama mau ketemu dengan papa ya di surga. Kamu baik-baik ya disini bersama dengan kakek" , ucap Yui san.


Yui san berjalan menuju ke kursi yang ada di kamarnya dan mulai duduk dengan pikiran yang sudah tidak tenang saat itu.


Perlahan Yui san mulai mengangkat tangannya dan mengarahkan pisau di pergelangan tangannya.


Yui san yang benar-benar sudah putus asa saat itu , tanpa ragu mulai menekannya pisau yang tajam itu ke nadinya.


Rasa sakit dari tusukan pisau itu , entah kenapa sudah benar-benar tidak terasa oleh dirinya. Setetes demi setetes darah itu mulai mengalir dari tangannya menuju ke lantai kamarnya.


Semakin lama tubuh Yui san pun semakin lemas dan dia pun sudah kehilangan kesadarannya.


Tiba-tiba Aniela menangis dengan sangat keras dan tidak berenti.

__ADS_1


"Kenapa Yui san tidak menenangkan anaknya?" , ucap papa Satoshi sambil bangun dan berjalan keluar dari kamarnya.


__ADS_2