
Semua orang terdiam di ruangan itu,Bima sebagai ayah sangat menyangkan pernikahan anaknya yang tidak sampai seumur jagung.Dia tidak peduli dengan apa yang diberikan keluarga menantunya itu tapi mau apa lagi jika menantunya sudah tidak menginginkan putrinya dia tidak bisa berbuat apa lagi.
Akhirnya dengan keputusan bersama Grace dan Mahesa resmi bercerai,bahkan mereka menyepakati tidak ada yang tersakiti di keputusan ini,keluarga Mahesa langsung pulang karna sang nenek sudah sangat jenuh berada di rumah itu.
"Pah,biarlah mereka cerai,setidaknya kita punya ladang uang sekarang,nanti Grace kita Carikan pria kaya lagi."Bima yang mendengar ucapan istrinya merasa kesal,dia menatap istrinya dengan sinis.
"Kamu memang bukan orang tua yang baik,masak kamu bahagia melihat anakmu mendapat musibah,ini musibah ma."Bima mengucapkan kata-kata menohok hingga menyadarkan istrinya,
"Alah...udahlah pah,lebay amat anak kita masih cantik, masih banyak pria yang mau menerima dia nantinya."Mendengar ucapan istrinya yang semakin membuat kupingnya panas bima langsung keluar dari ruangan lalu pergi menemui Grace yang sedang termenung di belakang sambil memandang kolam ikan yang dipenuhi ikan berwarna.
"Kamu sedang apa Grace? " Grace menoleh kebelakang dan melihat papa nya sudah berdiri dibelakangnya dia hannya tersenyum menatap ayahnya.
"Aku hannya menatap ikan-ikan ini mereka terlihat sangat bahagia ya pa tidak punya beban pikiran."Ucap grace sambil memainkan kakinya dibawah air.Bima duduk di samping Grace,dia memang cenderung lebih peduli dengan Grace dia selalu mengutamakan kebahagian Grace.
"Sabar ya Grace papa harap kamu mendapat pria yang jauh lebih baik dari Mahesa,maafkan papa karna sudah menempatkan mu di posisi ini."Ucap Bima.Grace tersenyum dia bersandar di pundak papanya.
"Terima kasih pa."
*****
Sementara itu putri sedang berkumpul dengan teman-teman baru nya ,dia sangat bahagia akhirnya dia bisa bergabung dengan orang-orang kelas atas,dia baru bergabung dengan mereka.
__ADS_1
"Hari ini pertama kamu gabung dengan group kami,semua tagihan hari ini harus kamu yang bayar oke."Ucap seorang wanita.Putri cukup kaget karna dia tidak membawa uang banyak,dia mencari ide agar dia bisa lepas untuk hari ini.
"Tenang saja,hari ini gimana kalau kalian saja yang membayar tagihannya tapi nanti malam kita ke bar semua tagihan aku yang bayar tenang saja."Ucap Putri percaya diri,teman-temannya saling memandang seakan-akan meminta persetujuan dari yang lain.
"Oke,Dil nanti malam kita ke bar XX,itu bar tempat pria-pria kaya nongkrong kita harus kesana tapi kamu harus membawa uang puluhan juta oke."Ucap yang lainnya,Putri setuju.Akhirnya hari ini putri lepas dari biaya yang harus dia keluarkan.
"Huh....Akhirnya hari ini aku lepas dari tagihan restoran,tapi aku pengen banget nanti malam keluar sama mereka,aku harus bisa mendapat pria kaya,enak saja Dela,aku juga berhak mendapat pria kaya."Ucap putri dia memesan taksi online lalu berangkat menuju perusahan milik Mahesa.
Putri memasuki ruangan perusahan Mahesa tampa merasa segan sedikit pun terhadap semua kariawan disana,padahal satu pun tidak ada yang menegenalinya.Mahesa belum pernah membawa Dela ke perusahannya sehingga tidak ada yang tau jika pria itu sudah menikah dua kali.
"Banggg....."Putri memasuki ruangan direktur Tampa mengetuk sehingga Mahesa yang sedang ada tamu kaget bukan main.Padahal security sudah berusaha menahannya tapi Mahesa malah marah dan berlari mengabaikan teguran security jadilah putri dan security kejar-kejaran di gedung itu.
"Maaf bang,aku nga tau Abang ada tamu." Ucap Putri,Mahesa menatap aneh kepada putri tapi dia berusaha menahan emosinya karna dia sedang ada tamu penting.
"Aku berharap dapat suami sehebat Mahesa,kenapa bukan aku yang mendapatkan dia dulu,kenapa harus Dela?" Hati putri terus bergejolak dia tidak bisa memungkiri jika Mahesa adalah pria idaman semua wanita termasuk dirinya.Putri terlalu asik dengan pikirannya hingga dia tidak menyadari jika tamu Mahesa sudah keluar.
"Apa yang kamu lakukan disini,kenapa kamumasuk dengan sesukamu,aku tidak suka jika kamu tidak punya etika sedikit pun."Ucap mahesa ,
"Maaf bang,aku tidak mengulanginya lagi."Ucap Putri,dia selalu berusaha bersikap baik dan selalu berusaha mengambil hati suami dari kaka nya karna dia tau pria itu orang yang gampang di dekati.
"Terus kamu ngapain kekantor ini,bukankah harusnya kamu menemani istriku dirumah,aku membawamu agar kamu bisa menjaga istriku."Ucap Mahesa dengan penuh penekanan membuat putri sedikit gemetaran.
__ADS_1
"Bang,aku butuh uang,kasih aku uang bang,nanti malam aku dan teman-temanku ada acara pesta,please bang."Ucap Putri,dia terlihat memohon wajahnya dibuat-buat kusut agar Mahesa kasihan dengannya.
"Tidak,tidak bisa sekarang kamu pulang dan jaga kaka mu,aku tidak segan-segan mengusirku kalau kamu banyak tingkah,keluar aku mau kerja."Ucap Mahesa.Putri merasa kesal,dia terus berusaha agar Mahesa kasihan dengannya.
"Bang...Hiks....hiks....Padahal teman-temanku dulu selalu mentraktirku padahal mereka baru kali ini minta aku yang traktir tapi Abang tidak mau membantuku."Ucap Putri dia pura-pura menagis,membuat Mahesa merasa iba.
"Ini aku kasih satu juta sekarang pulang dan jaga kaka mu,akhir-akhir ini kakinya sering kram kamu harus mengompres dan memijat kakinya."
"Bang,uang segitu mana cukup kasih lima puluh juta bang."
"APA......Lima puluh juta kamu gila, untuk apa uang sebanyak itu emang kamu mau makan dimana? kamu mau makan emas iya....Gila kamu pulang sana jangan sampai aku panggil security menyeret mu dari ruangan ini."Ucap Mahesa dia sangat kaget saat putri meminta uang yang cukup banyak.Putri sangat kaget melihat kemarahan di wajah Mahesa mau tidak mau dia akhirnya keluar dari ruangan kakaknya.
"Abang pelit,uang segitu aja pun." Ucap Putri sebelum mencapai pintu,dia menghentakkan kakinya menunjukkan dia sangat kesal kepada Mahesa.
"Keluar....Pulang kerumah atau aku marah,kalau tidak suka dirumah silahkan keluar kamu pergi kemana pun kamu suka."Ucap Mahesa,lalu dia melanjutkan pekerjaannya.
"Kalau Dela,tau bisa-bisa dia menggugat cerai aku,dasar nga tau diri memang betul apa kata Dela aku harus hati-hati menghadapi wanita licik ini." Ucap Mahesa.
Wajah putri terlihat masam,dia memasuki rumah dengan wajah yang begitu kesal,dia langsung memasuki kamar Dela tampa permisi.
"Dela,Kamu harus bantu aku!!"
__ADS_1
****Bersambung****