Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 77 ~ tidak ingin dicerai ~


__ADS_3

Dela menjalani hari dengan baik dirumah keluarga suaminya.Mahesa sengaja membawa pelayan yang dari apertemen nya ke rumah besar ini untuk melayani istrinya.Dengan begitu banyak perjanjian dan gaji yang di naikkan dua kali lipat wanita itu menerima pekerjaannya sebagai pelayan khusus untuk Dela.


"Kenapa sih mas harus punya pelayan pribadi kayak istri pejabat saja." Ucap Dela sambil memonyongkan bibirnya membuat Mahesa sangat gemas kepada istrinya itu.


"Cup....Bibirmu sangat membuatku tergoda,jangan pancing aku sayang please."Ucap Mahesa dia tiduran di samping dela sambil mengelus manja perut istrinya.


"Aku tidak menggoda mas,aku cuma nga nyaman aja masak disini begitu banyak pelayan aku harus memiliki pelayan khusus,aku nga nyaman sama nenek,mama dan semua orang yang ada di rumah ini,satu lagi mas jangan terlalu tertutup dengan Grace,aku tidak mau dibilang menguasai mu,biar bagaimana pun kamu menikahinya dengan sah."Ucap Dela.Mahesa menghela napas panjang dia sedikit kesal mendengar ucapan Dela.Mana ada istri yang menyuruh suaminya untuk berdekatan dengan wanita lain.


Saat Mahesa hendak membuka pintu kamar dia sudah melihat sang nenek berdiri di depan pintu kamar mereka,Mahesa begitu kaget,melihat neneknya berdiri persis di depan pintu sambil memegangi plastik besar.


"Kenapa nenek berdiri di depan pintu?"


"N....Ng...nga papa,aku cuma ingin tau aja apa kamu sudah pulang kantor, aku pergi dulu."Ucap nenek dengan nada gugup,Mahesa mengerutkan kening melihat tingkah aneh dari neneknya.


"Siapa mas?"Tanya dela dari dalam kamar.


"Nenek." Ucap Mahesa lalu keluar dari kamar membuat susu untuk istrinya.


"Sialan kenapa aku harus melakukan ini,kenapa aku harus peduli dengan bayinya,kenapa aku harus memesan vitamin yang mahal untuk wanita itu,Grace bisa marah jika tau aku sedikit peduli kepada wanita itu,tapi jika tidak peduli Mahesa sangat mencintai wanitanya,itu artinya aku harus menerimanya juga."Ucap sang nenek dia mondar-mandir di kamar sambil mempertimbangkan memberikan vitamin yang dibelinya atau tidak.


Akhirnya sang nenek memutuskan kembali ke kamar cucunya dan memberikan vitamin yang sudah dipesannya dari anak temannya yang dokter di luar negri.Dia tidak ingin hannya karna gengsi dia membuangnya.

__ADS_1


"Anak nakal buka pintu kamarmu,ngapain saja kalian ini masih sangat sore." Ucap sang nenek dengan suara pelan dia tidak ingin ada yang melihat jika dia memberikan sesuatu kepada Mahesa.


"Ada apa sih nek,menganggu saja aku mau tidur capek."Ucap Mahesa dia sedikit merasa aneh dengan sikap neneknya.


"Ini tadi ada yang memberikan hadiah untukku,berikan kepada istrimu itu,sayang jika harus ku buang."Ucap sang nenek sambil menyerahkan bungkusan kepada Mahesa.


"Emang ini apa,vitamin untuk ibu hamil,ini bukan racun kan nek?" Ucap Mahesa,sang nenek mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan Mahesa dia lalu meninggalkan kamar itu dengan kecewa.


"Apa aku sejahat itu selama ini? hingga kebaikan yang ku buat harus di anggap kejahatan oleh cucuku sendiri."Suara hatinya dia sedikit merasa melow Karan reaksi yang ditunjukan Mahesa kepadanya.Akhirnya sang nenek memasuki kamarnya dengan sangat sedih,dia sudah berusaha untuk menerima Dela,walaupun dia harus hati-hati di hadapan Grace.


Mahesa sedikit aneh dengan perubahan sikap neneknya,dia sangat bersyukur jika neneknya menerima kehadiran istrinya di rumah ini,tapi dia juga harus hati-hati karna dia takut itu hannya tipu muslihat sang nenek.


"Ada apa sayang? apa yang diberikan nenek?" Tanya Dela dia sedikit kepo karna sang nenek tidak pernah berbuat baik kepadanya.


"Sepertinya ini asli,dan ini juga masih ada segel itu artinya ini obat yang bagus,tapi aku takut mana tau nenek hannya pura-pura saja."Ucap Mahesa dia sedikit khawatir jika vitamin itu palsu.


"Tidak mungkin sayang,lihat lah tutupnya saja masih segel itu artinya ini asli dan belum dibuka,sayang berikan padaku,kita tidak boleh terlalu curiga padanya mana tau dia sudah mulai berubah." Ucap Dela.Mahesa lalu menyimpan obat ya dia merasa khawatir dia akan membawanya besok ke rumah sakit dan memeriksa komposisinya di laboratorium.


"Tidak usah sayang,nanti dulu tunggu di cek di rumah sakit,kita tidak boleh terlalu polos." Ucap Mahesa lalu menyimpannya kedalam lemari.


Hampir tengah malam Grace sampai di rumah,dia sudah sempoyongan di antar seorang pria kerumah itu,nenek yang melihat grace di antar pria lain langsung marah.

__ADS_1


"Grace apa yang kamu lakukan,kamu bersama pria lain kamu sudah mulai kurang ajar." Ucap sang nenek dengan nada tinggi hingga menggangu penghuni lain.


"Apaaan sih nenek,berisik tau kemana cucu kesayangan mu itu nenek apa dia sedang tidur dengan wanita murahan itu,nenek memang sialan mengijinkan mereka berdua tinggal dirumah ini." Ucap Grace,dia tidur di sopa dengan tidak sopan membaut sang nenek semakin kesal.


"Ambilkan air aku harus menyadarkan dia."Ucap sang nenek menyuruh seorang security yang membantu pria yang membawanya tadi.


"biurrrrtt" Sang nenek langsung menyiram tubuh Grace hingga basah kuyup seketika Grace tersadar dari mabuknya dia sedikit bingung melihat orang sudah menatapnya dengan sinis.


"Wanita murahan."Ucap Mahesa lalu pergi memasuki kamarnya.Dia tidak peduli apa pun yang terjadi dengan wanita itu karna dia tidak pernah menganggap nya istri semenjak mereka menikah.


"Ada apa nenek?"


"Ada a-apa kamu memang keterlaluan aku akan menyuruh Mahesa menceraikan mu,karna kamu sudah mencoreng nama baik keluarga ini dengan mabuk dan membawa pria asing ke rumah ini."Ucap sang nenek geram.


"Aku tidak mau cerai,aku akan menuntut keluarga ini jika kalian berani menceraikan aku." Ucap Grace tidak mau kalah kepada neneknya.


"Silahkan,apa kamu pikir kami tidak mampu membayar semua tanah yang di berikan oleh ayahmu,kamu lupa jika keluarga ini orang kaya,kamu pikir kam ini pengemis." Ucap sang nenek akhirnya keributan tidak bisa di hindari dari mereka.Grace merasa takut akhirnya dia mendekati nenek.


"Nenek maafkan aku,ini terjadi karna aku sangat frustasi saat wanita itu diterima di rumah ini,aku mohon ampuni aku nenek."Ucap grace dengan air mata buayanya sambil bersujud di hadapan sang nenek.


Melihat sikapnya yang berubah secara tiba-tiba sang nenek langsung meninggalkan Grace dia masih kesal dengan sikap Grace yang memberikan ancaman murahan kepadanya.

__ADS_1


****bersambung****


__ADS_2