Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 65 ~ Marah ~


__ADS_3

Mahesa benar-benar kesal karna keributan di restoran ini,dia ingin segera pergi setelah kliennya menyetujui perpanjangan kontrak mereka,tetapi samar-samar dia mendengar suara orang yang sangat dia rindukan.


"Hah...Bahkan saking rindunya aku dengan mu sayang,suara mu saja berngiang-ngiang ditelinga ini.Bagaimana mungkin kamu bekerja ditempat sampah seperti ini." suara hati Mahesa.


"Dasar manusia tidak becus apa pun tidak ada yang bisa beres yang kamu kerjakan,minta maaf kepada pelanggan ini,mereka itu pelanggan setia di restoran ini."Ucap istri pemilik usaha itu.


"Sudah lah ma,bukan kah aku sudah memberinya makanan gratis,jangan di perpanjang lagi "'Ucap Anton dia benar-benar tidak tega melihat Dela terus dipermalukan ibunya.


"Maafkan aku nyonya."Ucap Dela dia terus membungkuk di hadapan wanita sombong itu.Mahesa semakin penasaran karna suara itu semakin jelas di telinganya akhirnya dia membalikkan badannya lalu memastikan siapa pemilik suara yang sangat mirip dengan istrinya.Semua pengunjung ditempat itu,sangat tidak menyukai tingkah pemilik restoran itu karna terlalu membesarkan masalah.


"Deg" Jantung Mahesa hampir saja copot melihat pemandangan yang begitu menyedihkan dimana istri yang begitu dicintainya dipermalukan orang di depan umum.


"Dela.......!!! sayang.....!!!"Mahesa langsung berlari ke arah mereka."


"Brakkkk....darrrrrr...branggggh" Mahesa begitu emosi melihat istrinya di permalukan dintempat umum,dia langsung berlari dan menendang meja lalu memecahkan semua piring yang ada dimeja.Lalu mengambil piring-piring yang dimeja lain dan menghancurkannya ke lantai.Seketika orang yang ada ditempat itu ternganga melihat emosi Mahesa.


Dela juga begitu kaget melihat kedatangan suaminya,dia tidak menyangka suaminya berada di restoran tempatnya bekerja.

__ADS_1


"Sayang....." Dela benar-benar ketakutan melihat kemarahan suaminya satu hal yang bisa dia lakukan untuk meredam emosi suaminya adalah dengan memeluknya.Akhirnya dela memeluk erat tubuh suaminya dan Mahesa tersadar dari emosi nya.


"Semua orang yang ada ditempat ini keluar......!!!!Dan kamu wanita sombong jangan coba-coba bergerak dari tempat duduk mu atau aku akan menghancurkan hidupmu,dan kamu pemilik tempat sampah ini,hari ini kamu harus menjual restoran mu ini kepadaku,atau aku akan menghancurkan hidupmu,kamu tau wanita yang kamu permalukan itu istriku dasar biadap." Ucap Mahesa.anton ibunya serta wanita sombong itu benar-benar ketakutan,mereka jelas tau siapa Mahesa,dia cukup sering tampil di televisi sebagai pebisnis hebat.


"Maafkan aku tuan,tolong maafkan kesalahanku aku tidak tau jika dia istri anda." Ucap mamanya Anton dia terus memohon-mohon kepada Mahesa dan juga Dela agar diberi ampunan.


Mahesa tidak peduli dengan wanita itu,dia langsung mengusir semua pengunjung restoran itu,dan para pelayan langsung disuruh pulang,dia benar-benar marah karna sudah berani menganggu istrinya.


Sementara itu,wanita yang tadi marah-marah hannya menunduk malu kali ini dia kena batunya ternyata lawannya bukan dari kalangan biasa.


"Daniel,secepatnya beli restoran ini,jika mereka tidak memberikan selesaikan dengan cara apa pun,dan untuk kedua pasangan ini selidiki usaha mereka dan pekerjaannya hancurkan mereka secepatnya agar mereka tau bagaimana menjadi orang kalangan bawah.Masih miskin saja tapi tingkah terlalu banyak."


Mahesa langsung membawa istrinya dari tempat itu,beberapa orang cukup heran seorang pria kaya tapi istrinya bekerja sebagai pelayan.Mahesa meninggalkan Daniel menyelesaikan masalah yang ada di restoran itu,benar saja asisten itu bisa menyelesaikan semua nya dengan sekali bentakan saja.


Mahesa membawa Dela kabur,dia sudah tidak tahan jika harus berpisah dengan istrinya,dia mengorbankan segalanya untuk memperjuangkan cinta dan anak yang ada dikandungan istri sirinya itu.Mahesa membawa istrinya jauh dari jangkauan keluarganya,dia pergi ke sebuah kota kecil disana dia ingin membuka lembaran baru bersama istrinya.


Setelah Daniel membereskan semua masalah restoran dan wanita sombong itu,dia menghubungi Mahesa,tapi berulang kali dia menghubungi nomor itu,tetap saja nomor itu diluar jangkauan.Daniel mulai khawatir dia takut jika Mahesa nekad kabur maka dia akan kena imbasnya dari sang nyonya besar.

__ADS_1


Daniel kembali ke kantor,sesampainya di sana dia menanyakan semua orang kantor tapi satupun tidak ada yang tau kemana tuan dan juga wanita itu.Sampai sore hari Daniel belum juga menemukan mereka dia sudah mencari ke apertemen yang terakhir di tempati wanita itu tetapi hasilnya nihil.Terakhir dengan putus asa Daniel pergi kehotel dan mencarinya ke sana dan hasilnya tetap mengecewakan pria itu.


"Sialan...Bagaimana aku bertanggung jawab untuk tuan Mahesa bisa-bisa kau di pecat nyonya besar." Ucap Daniel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Dengan segala keberanian akhirnya Daniel mengunjungi nyonya besarnya,dia sudah harus berani menanggung segala resiko karna sudah lalai dalam tugasnya.


"Ada apa kamu datang kemari,dimana anak nakal itu,apa dia mabuk-mabukan lagi,atau dia sedang melakukan kegilaan lain,hingga dia tidak pulang bersama mu?" Tanya sang nyonya besar,dia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari majalah fashion yang dia pegang.


"Ma....m...maaf nyonya,tuan Mahesa kabur bersama wanita kampung itu,maafkan aku karna sudah lalai dalam tugas."Ucap Daniel gemetaran.


"A...Apa...Kabur...brakk...[Melempar majalah yang dia pegang tadi] Dia kabur dengan wanita biadap itu...Dasar brengsek,kenapa kamu harus membiarkan dia pergi." Sang nenek begitu terpukul saat dia tau cucu yang begitu dicintainya kabur dengan wanita lain.Saat itu Grace sedang tidak ada di rumah hingga dia tidak tau kalau suaminya sudah kabur dengan Dela.


"Sekarang kamu pulang,biarkan aku yang menyelesaikan ini,tidak akan kubiarkan wanita biadap itu mengambil cucuku,dasar anak bodoh kamu pikir kamu bisa hidup dengan cinta." Ucap sang nenek dia mencengkram dadanya,karna dia merasa sedikit sesak dia benar-benar sangat marah saat Daniel menceritakan semua yang terjadi di restoran itu.


"Apa dia pikir dia bisa hidup damai setelah dia berhasil menggoda cucuku dan Kabur dariku,tidak akan kubiarkan kamu akan merasakan akibatnya karna sudah berani bermain-main denganku dasar iblis." Ucap wanita itu kembali.Melihat sang nyonya sedikit gemetaran seorang pelayan memberikan dia minuman lalu membawanya ke kamar,dan merebahkan tubuh wanita itu di atas ranjang.


Wanita tua itu menenangkan pikirannya hampir satu jam,setelah itu dia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


📞 [Datang lah ke rumah sekarang juga.] Setelah mengucapkan kata-katanya dia langsung memutuskan sambungan teleponnya dan dia kembali istirahat sambil menunggu seseorang.

__ADS_1


"Apa kamu pikir aku membiarkan cucuku hidup bersama wanita miskin sepertimu?"


****bersambung****


__ADS_2