
Mahesa dan dela menoleh asal suara wanita yang begitu merdu,ternyata Grace sudah datang keruangan Mahesa.Dela tidak terlalu peduli dengan wanita itu karna tidak mungkin pria sehebat Mahesa tidak memiliki istri atau kekasih.
"Sayang,kok dari semalam aku menghubungi ponselmu kenapa selalu kamu mengabaikan pada hal hari ini papa menyuruh kita ke butik untuk melihat-lihat baju yang akan kita kita kenakan di hari bahagia kita.loh siapa wanita ini,jika dia OB kenapa dia berani duduk dikursi ini?" Ucap Grace dia bergelut manja di hadapan Mahesa membuat pria itu sedikit risih dengan kelakuan wanita itu.
Drtttt...Tiba-tiba ponsel yang ada di kantong Dela berbunyi,lalu wanita itu mengambil dan melihat siapa yang menghubunginya.
📞[ Halo mas,aku lagi kantor besar pemilik proyek itu,iya aku Uda mau pulang,aku naik ojek online aja mas aku tidak mau meributkan bukankah hari ini mas dinas.Ya udahlah kalau mas memaksa aku menunggu mas disini aku share alamatnya ya mas." ] Dela langsung mengakhiri obrolannya dengan orang yang menghubunginya,lalu dia berdiri dari kursinya.
"Tuan,aku permisi." Ucap Dela lalu meninggalkan kedua manusia itu,dia menggerutu kepada pria itu karna sudah menganggu pekerjaannya hari ini.
Mahesa hannya diam saat Dela meninggalkan ruangannya lalu dia berdiri dan melangkah ke arah jendela kaca,dia melihat sebuah mobil mewah menjemput wanita itu.
"Siapa pria itu,apa dia menyukai Dela,aku tidak melepaskan dia begitu saja,aku sudah lama merindukan kehangatan tubuh wanita itu."Suara hati Mahesa.
"Mas,kamu kenapa sih?" Tanya Grace dia bingung melihat perobahan sikap Mahesa.
"Lebih baik kamu pulang aku lagi sibuk,aku paling tidak suka di ganggu." Ucap Mahesa,lalu dia kembali duduk di kursi kebesarannya.
"Tapi mas." Mahesa menatap Grace dengan sinis,"Kamu yang keluar atau aku."tanya Mahesa suaranya berubah datar membuat grace sedikit ngeri,lalu dia keluar dari ruangan itu dengan penuh Kekecewaan.
Dela benar-benar kagum menatap ketampanan Bobby,dia begitu terpesona melihat pria yang ada dihadapannya Dia tidak menyangka Bobby setampan itu saat dia memakai dinas nya.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Bobby sambil terus menyetir mobilnya dengan santai karna hari ini dia tidak punya kesibukan apa pun.
__ADS_1
"Nga papa mas,aku cuma tidak pernah melihat mas pakai baju dinas seperti ini." Ucap Dela malu-malu.Bobby membawa dela kedalam sebuah restoran,hari ini dia mengajak Dela untuk makan disebuah restoran mewah.
"Mas kita mau kemana?" Tanya Dela saat dia melihat Bobby membawanya ke restoran dia sedikit minder berjalan dengan pria setampan Bobby sementara penampilannya tidak lebih seperti pelayan warung jalanan,dan itu membuatnya cukup malu.
"Iya kita makan dulu,aku lapar." Ucap Bobby lalu dia membuka pintu untuk Dela,wanita itu benar-benar malu turun dari mobil itu,tetapi dia merasa enggan untuk terus terang kepada pria itu.
"Mas aku di mobil aja soalnya aku nga lapar."
"Kok gitu sih,aku sengaja membawamu ke tempat ini ayolah kita akan makan." Ucap Bobby lalu menarik tangan Dela dan membawanya ke dalam restoran.Entah Bobby sadar atau tidak dengan penampilan Dela,dia Tampa malu membawa Dela masuk ke dalam restoran dan memilih tempat duduk yang cukup romantis.
"Sepertinya jika aku punya uang cukup,aku harus membeli beberapa baju baru,jadi jika aku ada acara setidaknya aku punya baju baru." Suara hati Dela,dia melihat beberapa pasang mata menatap ke arahnya.
Sementara itu Mahesa tidak pokus sama sekali dengan pekerjaannya,dia terus memikirkan Dela,dia merasa kesal karna Dela pergi bersama pria lain.
"Sialan kemana pria itu membawa Dela pergi sepertinya aku harus mencari tau siapa pria itu bagi dela dan sehebat apa pria itu " Ucap Mahesa.Pada saat dia sedang sibuk dengan pikirannya tiba-tiba Zevana tunangannya datang menemuinya sambil marah-marah.
"Kamu mengikuti ku,baguslah kamu sudah tau. Itu artinya kamu harus menjauhiku,dan pertunagan kita batal,sekarang kamu keluar dari ruangan ini karna aku masih banyak kerjaan." Ucap Mahesa.
brangggg.....Zevana melempar bingkai Poto yang ada di meja Mahesa hingga bingkai itu hancur berkeping-keping."Keterlaluan kamu Mahesa,kamu terlalu sombong,aku tidak terima dengan keputusanmu ini."
"Keluar kamu,aku bisa menuntut mu karna sudah membuat keributan di kantor ini,keluar!!!!!..." Ucap Mahesa,Zevana langsung pergi meninggalkan ruangan itu dia merasa harga dirinya benar-benar hancur dihadapan seorang Mahesa.
"Huh..Semua wanita itu membuatku pusing,apa mereka kira Mahesa segampang itu didapatkan." Ucap pria itu seraya berdiri dari tempat duduknya menemui Doni ke ruangannya.
__ADS_1
"Doni....Kita berangkat sekarang."
"Kemana bos."
"Ke proyek,kita harus rajin memantau pembangunan itu agar mereka tidak bermain-main dalam bekerja."
Doni sedikit heran melihat sikap Mahesa yang begitu rajin ke lokasi proyek,sudah begitu banyak bangunan yang dia bangun baru kali ini dia begitu rajin kelapangan."
"Baik bos,kita berangkat." Ucap Doni.
Mahesa sudah tidak sabar untuk datang ke lokasi itu,dia ingin melihat apa dela sudah berada di proyek atau dia masih bersama pria itu.
"Kamu terlalu lambat,menyetir seperti siput saja." Mahesa terus bersungut-sungut dia tidak sabar untuk sampai ke lokasi itu karna dia ingin melihat wanita itu.
Sesampainya di sana Mahesa benar-benar kecewa,ternyata belum juga sampai di warung tempatnya bekerja berbagai pikiran kotor langsung terbesit di otak Mahesa,ingin sekali dia marah kepada Doni tetapi dia tidak punya alasan untuk memarahi pria itu.
"Silahkan duduk bos,aku akan memantau pekerjaan mereka." Ucap Doni lalu dia meninggalkan Mahesa duduk di warung itu.
Pemilik warung selalu merasa segan jika pria itu mengunjungi warungnya apa lagi dia tipe pria yang tidak menyukai makanan kelas bawah,dia hannya membawa minuman botol dari luar,dan dia hannya menumpang duduk di warungnya.
"Bibi,kemana pelayanmu apa dia tidak membantumu hari ini " Tanya Mahesa berpura-pura.
"Tadi pagi dia ke kantor tuan bersama tuan yang tadi,tapi sampai sekarang dia belum kembali aku tidak tau kemana wanita itu,mungkin dia sedang menenangkan pikirannya paskah dia keguguran beberapa hari yang lalu." Ucap pemilik warung,Mahesa merasa terpancing untuk menyelidiki lebih dalam tentang Dela.
__ADS_1
"Emang wanita itu sudah menikah hingga dia bisa hamil?" Tanya Mahesa pura-pura,dia ingin tau lebih pasti apa mungkin janin itu miliknya waktu malam itu.
***bersambung***