Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 38 ~ Marah ~


__ADS_3

Mahesa begitu kaget dengan serangan tiba-tiba yang diberikan wanita itu kepadanya,dia langsung mendorong Zevana dengan sangat kasar hingga wanita itu hampir jatuh ke lantai.


"Dasar murahan." Mahesa berdiri dan ingin pergi ke toilet tetapi Zevana menarik pergelangan tangan pria itu lalu memeluknya dengan erat.


"Tolong jangan tinggalkan aku." Ucap Zevana,Mahesa hampir tidak bisa bernapas karna di tekan oleh wanita itu.


"Sepertinya memang milik mu minta di sodok baiklah aku akan melayaniku sampai kamu puas setelah itu pergilah dari hidupku." Ucap Mahesa lalu menarik tangan Zevana dan membawanya ke sebuah ruangan,di ruangan itu walaupun kecil tapi semuanya sangat lengkap televisi ranjang dan juga sopa,mungkin itu ruangan bagi mahesa saat dia kelelahan.


Mahesa lalu mendorong tubuh Zevana ke atas ranjang lalu merobek pakaian yang dia kenakan hingga dadanya yang membusung terlihat naik turun.Mungkin wanita itu benar-benar sangat ingin disentuh saat ini.Melihat Zevana yang sudah ngos-ngosan,Mahesa langsung menyentuh bagian sensitif milik wanita itu,hingga Zevana mendesah karna sudah tidak tahan dengan sentuhan pria itu.


"Ayo sayang....Aku sudah tidak kuat lagi." Zevana berbicara sambil mendesah membuat Mahesa semakin bersemangat lalu dia membuka pakaian miliknya,lalu menancapkan miliknya di bagian sensitif wanita itu,hingga Zevana menjerit-jerit,karna Hujaman yang di berikan Mahesa.


Setelah melakukan beberapa kali permainan Mahesa sama sekali tidak mencapai puncaknya sementara Zevana sudah entah berapa kali mencapai puncak,hingga dia tampak kelelahan dan Mahesa mengakhiri permainan nya.


"Kenapa kamu tidak menikmatinya?" Tanya Zevana dia merasa cukup heran kepada pria itu karna sekalipun dia tidak melihat pria itu mencapai puncaknya.


"Karna kamu bukanlah wanita yang bisa memuaskan aku,jika kamu sudah puas silahkan keluar dari ruangan ku,jangan pernah menganggu ku lagi." Ucap Mahesa lalu dia memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Zevana cukup malu dengan Mahesa,karna hari ini dia sudah seperti wanita ****** yang meminta jatah kepada seorang pria,karna dia masih punya rasa malu akhirnya dia meninggalkan ruangan itu,dan keluar dari kantor Mahesa.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan tubuhnya,Mahesa kembali keruangan nya dan dia melanjutkan pekerjaannya.Tetapi hati ini memang hari yang naas bagi Mahesa belum sampai dua jam dia bekerja sudah kedatangan tamu lagi,


"Dimana kamu sembunyikan dela,apa aku harus melaporkanmu,karna sudah menyembunyikan seorang wanita?" Tanya Bobby,tiba-tiba saja pria itu sudah duduk di sopa yang ada di ruangan Mahesa.


"Hebat...Kamu bisa memasuki ruangan ku Tampa ada pengawasan security." Ucap Mahesa,dia benar-benar tidak menyukai Bobby Karan dia begitu cemburu jika dela menyebut nama pria itu di hadapannya.


Mahesa lalu berdiri dan keluar dari kursinya menuju sopa,sebelum dia keluar dari meja dia menyuruh petugas ob mengantar kopi untuk mereka.


"Apa kamu begitu mencintai wanita itu tuan?" Tanya Mahesa,sebenarnya dia begitu takut mendengar jawaban pria itu,karna dia tidak ingin suatu saat Dela pergi bersama pria itu.


"Iya...Aku begitu mencintainya,bahkan aku telah menerima semua kekurangannya,jadi katakan dimana kamu menyembunyikan dia."Tanya Bobby,dia benar-benar marah kepada pria itu,tapi dia tidak punya alasan apa pun untuk berbuat kasar kepada pria itu.


"Dasar bajingan,kamu hannya menjebak dia,aku tidak akan membiarkanmu,karna aku tau kamu pria yang sangat brengsek." Ucap Bobby dia begitu tidak terima mendengar semua penuturan pria itu.


"Kamu menyelidiki ku? hahaha aku tau kamu memang bukan pria sembarangan tapi tidak harus kamu menyelidiki pria besar sepertiku" Ucap Mahesa,dia sebenarnya ingin marah kepada pria itu karna sudah sembarangan menyelidiki dirinya,dia semakin takut jika Bobby mengetahui keberadaan Dela di hotel miliknya.


"Iya aku menyelidiki mu,dan aku tau banyak wanita yang mengejar mu,dan sepertinya juga keluargamu bukan orang yang mau menerima latar belakang dela dengan gampang,apalagi sekarang kamu sudah terikat dengan seorang wanita." Seketika wajah Mahesa merah padam,dia begitu kaget karna ternyata pria itu tau segalanya tentangnya.


"Silahkan kamu keluar dari ruangan ini." Ucap Mahesa dia begitu kesal kepada pria itu,ingin sekali dia menghajarnya.

__ADS_1


Saat pria itu keluar Mahesa langsung membuang semua berkas yang ada di mejanya. Dia begitu marah karna pria itu sudah berani menyelidiki semua latar belakangnya.


"Ada apa bos,apa yang terjadi kenapa sampai dokumen ini terlempar semuanya?" Tanya Doni lalu dia menyusun kembali semua dokumen penting itu,dia begitu takut melihat kemarahan di wajah pria itu.


"Kenapa sih setiap kali bos Mahesa bertemu dengan pria itu sellau terjadi keributan,apa mereka berdua sudah bodoh hingga merebutkan wanita kampung itu." Suara hati Doni,dia tidak menyangka dua pria hebat begitu tertarik dengan pesona wanita desa itu.


Tiba-tiba Mahesa berdiri dari duduknya dan dia langsung keluar dan meninggalkan Doni,setelah dia meninggalkan kantornya dia menyetir mobil dengan kecepatan tinggi lalu pergi menuju hotel di mana dela tinggal.


Sementara dela hari-harinya bagaikan hidup di sangkar emas apa pun yang dia inginkan bisa dia dapatkan,setiap hari makan minum menonton hannya itu yang dia lakukan Tampa memiki ponsel.Hidupnya begitu membosankan,tapi dia tidak bisa berbuat apa pun selain pasrah.Saat ini dia sedang menikmati acara televisi seputar kecantikan,timbul dipikirannya untuk memiliki beberapa alat make up.


Seorang pelayan yang ditugaskan oleh Mahesa untuk memenuhi segala kebutuhannya di hubungi oleh dela dan disuruh membeli segala perlengkapan kecantikan untuknya.Tidak lama menunggu dela sudah mendapatkan semuanya,dia cukup bahagia menerima semuanya.


"Bodoh,untuk apa aku harus meminta beginian." Suara hati Dela cukup lama dia melihat semua Yanga da di hadapannya akhirnya dia memutuskan untuk menggunakannya hari ini,karna mungkin Mahesa tidak akan menemuinya hari ini.


Sesuai instruksi yang ada di televisi,dela mengikutinya,Tampa ketinggalan sedikit pun hingga selesai memoles wajahnya,dela melihat wajahnya yang begitu menakjubkan di cermin.


Saat baru selesai memoles wajahnya tiba-tiba pintu terbuka


****bersambung***

__ADS_1


__ADS_2