Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 45 ~ Tamparan ~


__ADS_3

Doni hannya membiarkan wanita itu untuk menumpahkan semua emosinya di dalam mobil benar saja wanita itu menagis dengan tersedu-sedu Doni mengambil tisu dan memberikan kepada wanita itu dan dela menerimanya dan menghapus air matanya.


"Nona kita sudah bisa berangkat?" Tanya Doni dela hannya mengangguk.Saat jalanan sudah mulai terlihat sepi Doni langsung menancap gas dan membawa Dela ke apertemen baru yang dibelikan Mahesa untuknya bahkan apertemen itu dia beli atas dela dia ingin memberikan itu sebagai tanda jika dia memang sangat menginginkan dela.


Setelah mereka sampai di lokasi mereka langsung menemui tim pemasaran setelah itu petugasnya langsung mengantar mereka ke apertemen itu.


Mereka langsung membuka sandi dan pintu langsung terbuka Doni masuk kedalam dia melihat Dela yang merasa enggan memasuki ruangan itu hingga sang asisten setia itu tersenyum melihatnya.


"Masuk nona,coba lihat apa nona menyukainya bos sudah membeli apertemen ini kepadamu." Ucap Doni dia enggan melanjutkan ucapannya karna bagian pemasaran itu masih mengikutinya.


"Anda bisa keluar karna kami akan mengambil ini." Ucap Doni Karan dia begitu risih karna terus diikuti pria gembrot itu.


"Nona,silahkan lihat-lihat semoga kamu nona suka dengan pemberian bos Mahesa,sebenarnya dia pria yang cukup baik nona cuma hidupnya penuh dengan aturan sang nenek hingga dia tidak bisa menentukan pilihannya sendiri nona harus sabar." Ucap Doni.Dela hannya diam lalu dia berjalan-jalan di dalam apertemen itu kali ini dia benar-benar takjub dia tidak pernah bermimpi tinggal di tempat semewah ini apalagi sampai memilikinya.


"Nona apa kamu menyukainya?" Tanya Doni memastikan lagi karna percuma saja dia sudah capek-capek keliling mencari yang bagus tapi wanita itu tidak menyukainya.


"Aku suka." Jawab Dela singkat dia memandangi mobil-mobil yang lalu lalang di bawah sana dia begitu nyaman di tempat ini.Tiba-tiba saja Doni sudah berdiri di sampingnya dan ikut memandangi ke bawah sebenarnya dia ingin memberikan semangat kepada wanita itu,tapi dia tidak tau memulainya dari mana.


Mahesa baru saja sampai di apertemen itu,lalu disambut oleh tim pemasaran dia mengira Mahesa calon pembeli apertemen baru di tempat itu.


"Selamat sore tuan ada yang bisa kami bantu?" Tanya tim pemasaran dengan begitu ramahnya

__ADS_1


"Antar saya kepada dua orang yang barusan ini datang membeli apertemen di tempat ini." Ucap Mahesa.


"Baik tuan." Pria itu langsung mengantar Mahesa ke depan pintu apartemennya lalu membuka sandinya Mahesa langsung masuk kedalam tetapi betapa kagetnya dia saat melihat Dela dan Doni berdiri begitu dekat bahkan tiba-tiba tangan Doni menyentuh pundak dela.Seketika darah Mahesa berdesir dia tidak menyangka Doni adalah musuh dalam selimut lalu dia mendekati mereka berdua dan menarik tangan Doni dan memutarnya dengan sangat keras.


"Auhhhh....sakit bos!!!!"


"Apa kamu ingin tanganmu ini ku patahkan?" Mahesa menarik kuat tangan itu hingga berbunyi krakkk" Doni benar-benar kesakitan wajahnya sampai merah menahan sakit.


"Apa yang kamu lakukan kepadanya dasar bodoh." Ucap Dela lalu dia mendekati Doni dan menarik tangan pria itu lalu memeriksa tangan pria itu.


Semakin emosi melihat Dela malah membela Doni Mahesa menarik kasar tangan dela lalu membawanya menjauhi Doni.


"Kamu ini kenapa sih,dasar pria nga punya hati ,dari tadi tuan asisten memberitahu kepadaku kalau kamu itu pria yang sangat baik tapi kenapa kamu malah memperlakukan dia begitu kasar dasar brengsek kamu,bajingan,plakkk." Dela begitu berani menampar wajah Mahesa hingga pipi putih pria itu terlihat merah.Doni begitu kaget saat seorang wanita berani melayangkan tamparan ke wajah bosnya itu.Begitu juga dengan Mahesa dia tidak menyangka gadis kecilnya itu begitu berani menamparnya.


Tapi Mahesa tidak marah, dia hannya sedikit malu karna cemburunya hampir saja dia membunuh asisten yang sudah lama mengabdi kepadanya.


"Cepat selesaikan pembayaran apertemen ini,pergilah kerumah sakit jika tanganmu terlalu sakit." Ucap Mahesa tampa ekspresi apa pun membuat asisten itu sedikit kesal.


"Baik bos." Ucap Doni lalu meninggalkan kedua manusia itu di dalam apertemen yang baru saja di beli oleh mereka.


"Sialan...Bisa-bisanya si bos cemburu padaku,apa dia pikir aku sudah cari mati makanya mau mendekati wanitanya,aku tau kalau nona dela cantik tapi nga mungkin aku berani jatuh hati padanya." Ucap Doni setelah meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


*****


Grace memasuki rumahnya dengan wajah yang begitu bahagia,dia mengira saat pria itu sudah menyatukan tubuh mereka semuanya sudah pasti dia tidak tau latar belakang pria yang dia cintai,padahal bisa saja itu adalah awal dari kehidupannya yang akan menderita.


"Ada apa dengan wajahmu sepertinya kamu begitu bahagia." Ucap sang mama,sambil berdiri menarik lengan anak gadis semata wayangnya.


"Iya dong ma,aku hari ini cukup bahagia Mahesa sebentar lagi akan melamar ku,dan aku akan menjadi nyonya besar seorang Mahesa,mama tau sebentar lagi dia juga akan membangun sebuah hotel bintang lima dengar-dengar biayanya hampir 50 T,hidupku pasti akan sangat di segani oleh orang-orang " Ucap Grace sambil membayangkan hari dimana dia akan menjadi nyonya besar.


"Mama cukup bahagian mendengarnya semoga kamu bahagia papa mama berharap kamu bahagia bersama nak Mahesa " Ucap sang ibu.


"Tentu dong ma." Jawab Grace lalu dia pergi meninggalkan ibunya dan menaiki tangga lalu masuk ke dalam kamarnya.Sang ibu hannya bisa senyum-senyum saat melihat anaknya bisa menikmati hari-hari yang begitu bahagia.


Akhirnya Doni menyelesaikan semua pembayaran untuk apertemen itu dan dela menandatangani semua transaksi hari ini.Mahesa terus memandangi wajah wanita itu dia ingin melihat ekspresi dari wajah wanita itu tapi Mahesa kembali menelan pil pahit karna Dela terlihat biasa-biasa saja.


Saat Doni sudah keluar dan sekalian permisi untuk kembali ke kantor tiba-tiba sang nenek menghubunginya sebenarnya dia begitu malas berurusan dengan wanita itu tapi dia tidak bisa membatah wanita itu.


📞[ Pulang lah sekarang karna kita akan dinner dengan keluarga Grace malam nanti sekitar jam tujuh.]Ucap sang nenek setelah itu dia memutuskan sambungan teleponnya.


"Argghh...Nenek hannya bisa membuatku kesal." Ucap Mahesa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Ahirnya dia memutuskan hari ini untuk kembali ke rumahnya walaupun malam ini sebenarnya ingin sekali dia menemani dela tidur di malam pertamanya di apertemen itu.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2