
Mahesa terkesima mendengar ancaman sang nenek,kali ini dia benar-benar tidak bisa berbicara apa pun kepada wanita itu.
"Apa kamu ingin mencoba bermain-main dengan nenek?" Tanya wanita tua itu sambil menyeduh teh yang ada di meja.Mahesa tidak bisa berkata-kata yang bisa dia lakukan saat ini adalah menjauh untuk sementara dari Dela,karna dia tidak ingin sesuatu terjadi kepada kekasih hatinya itu.
Seminggu sudah Mahesa tidak mengunjungi apertemen Dela,setiap menit, setiap jam,dan setiap hari dia menunggu kehadiran pria itu.Bahkan setiap kali dia menghubungi pria itu ponselnya selalu diluar jangkauan,dia tidak mengerti kenapa Mahesa menjauhinya.Terlalu lelah sudah Dela menagis bahkan air matanya sudah terasa kering,pria itu sudah meninggalkannya.
"Ternyata dia sudah meninggalkanku,dia sudah bosan denganku,sekarang aku harus bagaimana apa aku harus mencari kerja agar bisa melanjutkan hidup?" Dela bertanya-tanya dalam hatinya uang yang diberikan Mahesa sebelum dia sakit tinggal sedikit,dia tidak tau bagaimana bertahan hidup jika dia tidak bekerja.
Pada saat Dela sedang bimbang dengan masa depannya tiba-tiba pintu berbunyi,dia begitu girang karna mengira itu adalah Mahesa,bahkan dia lupa jika Mahesa tau dengan kata sandi apertemen itu.Dela begitu bersemangat untuk membuka pintu dan saat dia melihat orang yang berdiri pintu itu seketika lututnya tidak berdaya dia begitu tidak bersemangat karna orang yang dia lihat adalah Doni.
Doni sangat mengerti dengan keadaan Dela,dia tau kalau Wanita itu sangat berharap jika Yang datang adalah Mahesa kekasihnya.
"Apa aku bisa masuk nona maafkan aku jika mengecewakanmu?" Ucap Mahesa.Dela hannya menunduk lesu,air matanya langsung jatuh saat tau kenyataan kalau yang datang bukan lah Mahesa.
"Apa dia sudah melupakanku,apa dia tidak menginginkanku lagi hiks...hiks?" Tanya Dela dia tidak bisa menahan air matanya lagi akhirnya tangisnya pecah di hadapan pria itu.Dan tampa disadari oleh Dela Mahesa mendengar semua ucapan dan tangisannya.Mahesa menyuruh saat Doni sampai di apertemen itu,dia ingin mendengar suara kekasihnya itu karna dia juga sudah tidak mampu menahan rindu di hatinya.
__ADS_1
Saat Mahesa mendengar suara tangisan Dela dia begitu terpukul,dan dia sebagian pria benar-benar meneteskan air matanya.Dia tidak berani menghubungi Dela karna sang nenek sudah menyadap ponselnya dan Daniel selalu berada di sampingnya untuk mengawasi semua gerak-gerik pria itu.Dia sengaja mengikuti kemauan sang nenek untuk sementara ini,karna dia tidak ingin sesuatu terjadi kepada pujaan nya.
"Nona,maafkan aku,bos Mahesa tidak melupakanmu,tapi untuk sementara dia melakukan ini kepadamu untuk menjagamu,dan ini diberikan untukmu,supaya kamu bisa melanjutkan hidup dengan baik.Dan bos juga meminta jangan sering keluar dari apertemen karna dia tidak menyukai nya." Ucap Doni,Dela semakin sedih mendengar ucapan pria itu.
Setelah Doni keluar dari apertemen nya dia memandangi dua kartu yang diberikan pria itu,dia sudah tau satu itu kartu ATM,dan satu lagi dia tidak mengerti itu kartu apa karna dia tidak pernah melihatnya.
"Untuk apa kamu masih peduli jika kamu tidak pernah menemui ku,kamu tidak tau besarnya rasa rindu di hatiku sekarang ini, Kenapa aku tidak bisa menjaga hatiku,kenapa akhirnya aku yang tersakiti disini." Ucap Dela,dia benar-benar merasa hidupnya begitu hampa.
Sementara itu setelah Mahesa menyelesaikan makan malam bersama keluarganya dia langsung berdiri dan ingin meninggalkan tempat itu.
"Duduk,nenek ingin bicara,kamu tidak lupa kan hari Sabtu adalah hari pernikahanmu,mulai besok kamu tidak perlu masuk kantor." Ucap sang nenek,Mahesa mengabaikan ucapan wanita tua itu,dia memilih naik ke balkon lalu mengambil anggur merah dari tempatnya.
Keributan tidak bisa di hindari dirumah itu akibat dari Mahesa yang mabuk berat dia terus memanggil nama Dela lalu tiba-tiba dia menagis hingga wanita tua itu benar-benar kesal lalu menyuruh pelayan mengambil air dan menyiram seluruh tubuh Mahesa hingga pria itu sedikit tersadar.
"Dasar pria bodoh,sudah tua tapi kelakuan seperti ABG,kamu pikir dengan mencintai wanita miskin hidupmu akan bahagia?" Ucap sang nenek lalu meninggalkan tempat itu dan kembali memasuki kamarnya.
__ADS_1
Beberapa security berbisik-bisik,mereka begitu kasihan dengan keadaan tuan muda mereka,dulu saat wanita itu diluar negri dia begitu bebas melakukan apa pun.
"Ternyata jadi orang kaya nga enak,aku lebih baik miskin dari pada kaya tapi banyak tekanan." Ucap salah satu security.
"Itu karna kamu emang miskin,lain cerita kalau kamu kaya " Jawab yang satunya lagi mereka terkekeh dengan kerasnya tekanan yang diberikan wanita tua itu kepada cucu satu-satunya.
*****
Hari yang ditunggu-tunggu oleh Grace akhirnya datang juga,hari ini dia resmi akan menikah dengan cucu konglomerat di kota ini,sebenarnya dia juga tidak sadar kalau dia hannya di manfaatkan oleh wanita tua itu.Wanita itu setuju pernikahan itu karna sang nenek dan papanya sudah membuat satu perjanjian yaitu sebidang tanah milik keluarga itu akan menjadi milik Mahesa.
Beberapa Minggu tidak bertemu dengan Dela,membuat pikiran Mahesa tidak bisa tenang akhirnya berat badannya turun hingga beberapa kilo membuat jas yang sudah dirancang akhirnya tidak cocok dengan tubuhnya lagi.Sebenarnya sang perancang sudah meminta untuk memperbaikinya karna waktunya masih cukup tapi Mahesa menolak dengan keras.
Akhirnya pernikahan itu terjadi,dan dihadiri oleh ribuan undangan,beberapa klien dari luar negri dan juga beberapa pejabat penting dari negara ini.Bebepa media televisi menyiarkan acara pernikahan,cucu dari konglomerat itu.Mantan kekasih nya Zevana juga turut menghadiri acara pernikahan itu walaupun dia tidak mendapat kartu undangan,tapi karna dia memiliki koneksi di dalam akhirnya penjaga melepaskannya memasuki hotel tempat resepsi pernikahan Mahesa.
Dela begitu malas melakukan apa pun hari ini,entah kenapa hari ini perasannya benar-benar tidak nyaman,dia merasa jantungnya terus berdebar.Akhirnya dia mengambil remote televisi dan menghidupkannya .Saat televisi mulai menunjukkan gambar,dan suaranya mulai berbunyi dia mendengar nama Mahesa disebut beberapa kali dia mengira jika kebetulan saja nama mereka sama,Tetapi dia semakin curiga karna gambarnya hampir sama,akhirnya Dela mendekati televisi dan melihatnya lebih dekat.
__ADS_1
Deg
****bersambung****